Uni Eropa akan hapus biaya roaming ponsel

Selasa, 10 September 2013 - 21:22 WIB
Uni Eropa akan hapus...
Uni Eropa akan hapus biaya roaming ponsel
A A A
Sindonews.com - Uni Eropa (UE) membuat terobosan radikal di industri telekomunikasi dengan akan menghapus biaya roaming ponsel. Langkah ini sebagai upaya mereka menciptakan hubungan telekomunikasi tunggal di seluruh wilayah Eropa.

Rencana kontroversial, di menit-menit akhir perdebatan para pemimpin Komisi Eropa awalnya akan diumumkan Rabu (11/9/2013) waktu setempat. "Semuanya ditunda hingga Kamis," kata juru bicara Komisi Eropa Olivier Bailly, seperti dilansir dari AFP, Selasa (10/9/2013).

Bailly tidak memberikan alasan keterlambatan tersebut. Namun, langkah komisi dilakukan untuk melayani kepentingan umum dan bagian dari reformasi ekonomi setelah dibahas selama bertahun-tahun di Brussels.

Sumber di Uni Eropa menyebutkan, penundaan sebagian besar disebabkan kompleksitas masalah dalam paket yang dinilai ambisius tersebut.

Sumber mengutip, mereka berprinsip bahwa internet harus menjadi sistem terbuka, di mana selama ini perusahaan melarang memberikan transaksi dalam kecepatan transmisi data yang lebih tinggi, yang dalam praktik membatasi akses saingan mereka.

Pada Juli, pejabat anti-trust Uni Eropa membahas aduan beberapa perusahaan yang diduga menyalahgunakan posisi mereka dalam layanan Internet, termasuk Orange, Deutsche Telekom dan Telefonica.

Dalam penyelesaiannya mereka akan mengakhiri biaya roaming, biaya tambahan yang timbul sangat tidak populer ketika pelanggan menggunakan ponsel mereka atau perangkat portabel di luar negeri.

"Tujuannya adalah agar Anda tidak lagi berurusan dengan 28 pasar telekomunikasi, tetapi Anda mendapatkan keuntungan dari ukuran pasar internal kami dan peluang bisnis yang akan mengikuti," jelas Bailly.

Komisaris Agenda Digital Uni Eropa, Nellie Kroes telah berhasil mengurangi pungutan, namun pihaknya berencana menghapus semua biaya mulai 2014 hingga akhir 2016. Menurutnya, penting bagi Uni Eropa membuat perubahan atau risiko kehilangan manfaat ekonomi yang diperkirakan mencapai 110 miliar euro per tahun dalam liberalisasi pasar tunggal.

Bulan lalu, dalam sebuah laporan Kroes menunjukkan, bahwa biaya untuk panggilan ponsel di Uni Eropa seperti 'lotre', dengan perbedaan mencolok di antara 28 negara anggota Uni Eropa.

Biaya rata-rata per menit untuk panggilan mobile nasional pada 2011 bervariasi mulai dari 1,9 sen euro (2,5 sen AS) di Lithuania sampai 14,7 sen di Belanda. "Angka-angka ini jelas menunjukkan 28 negara di pasar telekomunikasi Eropa tidak menguntungkan konsumen di pasar tunggal. Seharusnya benua benar-benar terhubung," tegas Kroes.

Untuk mengatasi masalah tersebut , Komisi ingin perusahaan menawarkan transaksi mobile yang mencakup lebih dari satu negara dan mendorong mereka membentuk aliansi, seperti industri penerbangan, yang bertujuan berbagi sumber daya untuk memangkas biaya.

Pilihan utama dalam kampanye biaya jelajah memungkinkan klien beralih operator secara bebas di luar negeri. Konektivitas akan ditingkatkan dengan koordinasi yang lebih baik dari akses ke frekuensi yang dikendalikan pemerintah, sehingga dapat lebih mengembangkan layanan generasi baru, 4G.

Diketahui, operasi 4G lima kali lebih cepat dari jaringan 3G yang digunakan saat ini, memungkinkan pengguna men-download lampiran e-mail yang besar dengan cepat, menonton streaminng langsung tanpa gangguan, melakukan panggilan video berkualitas tinggi, dan bermain game online di mana saja.

Hal ini sebagai langkah penting berikutnya dalam revolusi telekomunikasi dan Kroes berulang kali mengecam negara Uni Eropa telah tertinggal.
(dmd)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
10 Negara di Eropa dengan...
10 Negara di Eropa dengan Pertumbuhan Ekonomi Terbesar
Ekonom Ingatkan 3 Risiko...
Ekonom Ingatkan 3 Risiko Kenaikan Inflasi di Eropa Terhadap Ekonomi RI
Uni Eropa Fokus Pemulihan...
Uni Eropa Fokus Pemulihan Ekonomi Pasca-Pandemi
Ekonomi Kurang Kompetitif,...
Ekonomi Kurang Kompetitif, Macron: Uni Eropa Bisa Mati
Daftar 10 Ekonomi Terbesar...
Daftar 10 Ekonomi Terbesar di Eropa Usai Diuji Perang Rusia Ukraina
10 Negara Termiskin...
10 Negara Termiskin di Eropa, Salah Satunya Lagi Perang
Berita Terkini
IMF, Bank Dunia, dan...
IMF, Bank Dunia, dan IEA Ketar-ketir Kelangkaan BBM di Depan Mata
11 jam yang lalu
Lewat LinkUMKM BRI,...
Lewat LinkUMKM BRI, Zdrink Kembangkan Minuman Cokelat Instan Berbahan Kakao Khas Lampung
12 jam yang lalu
Mengulik Strategi Indonesia...
Mengulik Strategi Indonesia dalam Mengejar PLTS 100 GW, Apa yang Dibutuhkan?
12 jam yang lalu
Kisah BRILink Agen John,...
Kisah BRILink Agen John, Dorong Perekonomian Masyarakat Perbatasan RI-Papua Nugini
12 jam yang lalu
Bisnis F&B Tumbuh Pesat,...
Bisnis F&B Tumbuh Pesat, Bali Jadi Hotspot Baru Ekspansi Franchise di Indonesia
14 jam yang lalu
Petani Sawit Apresiasi...
Petani Sawit Apresiasi PKS Taat HPP di Tengah Anjloknya Harga TBS
14 jam yang lalu
Infografis
Antisipasi Perang Besar,...
Antisipasi Perang Besar, Uni Eropa Siapkan Rp13.730 Triliun
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved