IHSG diprediksi masih bergairah hari ini
Rabu, 11 September 2013 - 08:32 WIB
IHSG diprediksi masih bergairah hari ini
A
A
A
Sindonews.com - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) bergairah setelah selama empat hari berturut-turut terus berada di zona hijau. Begitupun hari ini diperkirakan IHSG masih akan melampiaskan gairahnya untuk terus menguat.
"Pada perdagangan Rabu (11/9/2013) IHSG diperkirakan akan berada pada support 4.200-4.275 dan resistance 4.389-4.395," kata Kepala Riset Trust Securities, Reza Priyambada, Rabu (11/9/2013).
Proyeksi ini tampaknya bukan isapan jempol belaka. Benar saja, bila ditarik garis historikal selama empat hari perdagangan sebelumnya, gairah IHSG tampak jelas dari grafik yang bergerak di papan utama Bursa Efek Indonesia (BEI).
Bahkan sampai perdagangan kemarin, IHSG masih gagah di atas angin. Sepanjang perdagangan, IHSG menyentuh level 4.358,14 (level tertingginya) di akhir sesi dua dan menyentuh level 4.225,80 (level terendahnya) di awal sesi satu dan berakhir di level 4.358,14.
Volume perdagangan dan nilai total transaksi naik. Investor asing mencatatkan nett buy dengan kenaikan nilai transaksi beli dan transaksi jual. Investor domestik mencatatkan nett sell.
"Kami masih senang dengan pencapaian IHSG yang kembali berhasil melewati kisaran target resisten kami (4215-4221) dan berhasil menutup gap di 4.259-4.310, namun di sisi lain IHSG juga kembali meninggalkan gap. Diharapkan kenaikan ini tidak langsung dimanfaatkan untuk profit taking dan masih terjaganya sentimen positif sehingga masih ada kesempatan IHSG untuk naik," terang Reza.
Sentimen positif yang telah mengiringi kenaikan IHSG juga diharapkan masih ada. "Setidaknya untuk saat ini diharapkan tidak ada berita-berita negatif yang membuat IHSG harus menutup gap bawah tersebut," imbuh dia.
Adapun rilis positif data-data antara lain datang dari China dan Jepang serta penguatan lebih dari 200 poin pada Nikkei, HSI, dan terutama Sensex yang naik hingga 634an poin sepertinya membuat IHSG panas. Sehingga juga ikut mengalami kenaikan.
Posisi IHSG masih bertahan di zona hijau meski belum ada sentimen internal yang signifikan membuat IHSG menguat dan tidak menghiraukan terbentuknya gap kedua kali di level 4.191-4.225 setelah gap pertama di 4.072-4.102.
"Jika memang kondisi regional dan global membaik maka tidak tertutup kemungkinan IHSG akan mencoba menutup gap di level 4.536-4.568 setelah gap di level 4.259-4.310 telah ditutup pada sesi Selasa (10/9/2013). Namun, mungkin itu untuk view jangka panjang," tandasnya.
Masih adanya nett buy asing dan positifnya pembukaan pasar saham Eropa cukup membantu penguatan IHSG. Begitupun dengan adanya beberapa transaksi nego saham-saham BUMN dengan nilai lebih dari Rp341 miliar turut membantu kenaikan IHSG.
Menguatnya sejumlah mata uang Asia berimbas cukup positif bagi mayoritas laju bursa saham Asia.
Beberapa sentimen positif lainnya yang mewarnai laju bursa saham Asia antara lain langkah bank sentral Australia yang setuju mengakhiri suku bunga rendahnya, kenaikan consumer confidence Australia, kenaikan retail sales dan industrial production China; serta imbas meredanya kekhawatiran perang Suriah setelah Rusia bersama negara-negara G20 menghalangi langkah AS untuk melakukan invasi dan lebih memilih cara diplomasi.
Setelah berada di zona merah, tampaknya kali ini angin positif dari Asia dan dibantukan sentimen positif dari mulai meredanya ketegangan Suriah membuat laju bursa saham Eropa hingga saat ini mengalami rebound.
Pelaku pasar juga mengapresiasi positif membaiknya data-data China yang dapat memberikan harapan akan perbaikan ekonomi di kedua wilayah.
Tidak jadinya AS melakukan invasi setelah mendapat tentangan dari Rusia beserta negara-negara G20 cukup memberikan angin positif bagi laju bursa saham AS. Diperkirakan laju positif tersebut masih dapat bertahan hingga perdagangan nanti malam.
Diharapkan rilis data Redbook dan indeks optimisme bisnis dapat positif sehingga menambah sentimen yang positif pula pada bursa saham AS.
"Pada perdagangan Rabu (11/9/2013) IHSG diperkirakan akan berada pada support 4.200-4.275 dan resistance 4.389-4.395," kata Kepala Riset Trust Securities, Reza Priyambada, Rabu (11/9/2013).
Proyeksi ini tampaknya bukan isapan jempol belaka. Benar saja, bila ditarik garis historikal selama empat hari perdagangan sebelumnya, gairah IHSG tampak jelas dari grafik yang bergerak di papan utama Bursa Efek Indonesia (BEI).
Bahkan sampai perdagangan kemarin, IHSG masih gagah di atas angin. Sepanjang perdagangan, IHSG menyentuh level 4.358,14 (level tertingginya) di akhir sesi dua dan menyentuh level 4.225,80 (level terendahnya) di awal sesi satu dan berakhir di level 4.358,14.
Volume perdagangan dan nilai total transaksi naik. Investor asing mencatatkan nett buy dengan kenaikan nilai transaksi beli dan transaksi jual. Investor domestik mencatatkan nett sell.
"Kami masih senang dengan pencapaian IHSG yang kembali berhasil melewati kisaran target resisten kami (4215-4221) dan berhasil menutup gap di 4.259-4.310, namun di sisi lain IHSG juga kembali meninggalkan gap. Diharapkan kenaikan ini tidak langsung dimanfaatkan untuk profit taking dan masih terjaganya sentimen positif sehingga masih ada kesempatan IHSG untuk naik," terang Reza.
Sentimen positif yang telah mengiringi kenaikan IHSG juga diharapkan masih ada. "Setidaknya untuk saat ini diharapkan tidak ada berita-berita negatif yang membuat IHSG harus menutup gap bawah tersebut," imbuh dia.
Adapun rilis positif data-data antara lain datang dari China dan Jepang serta penguatan lebih dari 200 poin pada Nikkei, HSI, dan terutama Sensex yang naik hingga 634an poin sepertinya membuat IHSG panas. Sehingga juga ikut mengalami kenaikan.
Posisi IHSG masih bertahan di zona hijau meski belum ada sentimen internal yang signifikan membuat IHSG menguat dan tidak menghiraukan terbentuknya gap kedua kali di level 4.191-4.225 setelah gap pertama di 4.072-4.102.
"Jika memang kondisi regional dan global membaik maka tidak tertutup kemungkinan IHSG akan mencoba menutup gap di level 4.536-4.568 setelah gap di level 4.259-4.310 telah ditutup pada sesi Selasa (10/9/2013). Namun, mungkin itu untuk view jangka panjang," tandasnya.
Masih adanya nett buy asing dan positifnya pembukaan pasar saham Eropa cukup membantu penguatan IHSG. Begitupun dengan adanya beberapa transaksi nego saham-saham BUMN dengan nilai lebih dari Rp341 miliar turut membantu kenaikan IHSG.
Menguatnya sejumlah mata uang Asia berimbas cukup positif bagi mayoritas laju bursa saham Asia.
Beberapa sentimen positif lainnya yang mewarnai laju bursa saham Asia antara lain langkah bank sentral Australia yang setuju mengakhiri suku bunga rendahnya, kenaikan consumer confidence Australia, kenaikan retail sales dan industrial production China; serta imbas meredanya kekhawatiran perang Suriah setelah Rusia bersama negara-negara G20 menghalangi langkah AS untuk melakukan invasi dan lebih memilih cara diplomasi.
Setelah berada di zona merah, tampaknya kali ini angin positif dari Asia dan dibantukan sentimen positif dari mulai meredanya ketegangan Suriah membuat laju bursa saham Eropa hingga saat ini mengalami rebound.
Pelaku pasar juga mengapresiasi positif membaiknya data-data China yang dapat memberikan harapan akan perbaikan ekonomi di kedua wilayah.
Tidak jadinya AS melakukan invasi setelah mendapat tentangan dari Rusia beserta negara-negara G20 cukup memberikan angin positif bagi laju bursa saham AS. Diperkirakan laju positif tersebut masih dapat bertahan hingga perdagangan nanti malam.
Diharapkan rilis data Redbook dan indeks optimisme bisnis dapat positif sehingga menambah sentimen yang positif pula pada bursa saham AS.
(izz)
Lihat Juga :