Pedagang tahu tempe beralih jual sayuran

Rabu, 11 September 2013 - 18:39 WIB
Pedagang tahu tempe...
Pedagang tahu tempe beralih jual sayuran
A A A
Sindonews.com - Mogok berjualan yang dilakukan sejumlah pedagang tahu tempe masih berlangsung hingga kini. Aksi mogok yang dilakukan pedagang tahu tempe Pasar Baru Karawang tersebut sebagai protes atas melambungnya harga kedelai.

Untuk mensiasati pemenuhan kebutuhan hidup, para pedagang tahu tempe berdagang produk lain seperti sayuran, dan telur asin. "Sudah tiga hari saya tidak berjualan tahu tempe. Kini saya berdagang sayuran," ujar Sobari, yang ditemui di lapak berjualannya di salah satu kios Pasar Baru, Jalan Tuparev, Kabupaten Karawang, Rabu (11/9/2013).

Dirinya mengaku tidak berjualan makanan tahu dan tempe, pasalnya terhentinya pasokan tahu tempe terjadi dari pihak produsen sejak tiga hari yang lalu. Hal serupa dialami pedagang tahu tempe lainnya.

Dikatakannya, harga kedelai tinggi mengakibatkan mogok produksi di pihak produsen. Oleh karenanya, pihaknya terpaksa mogok berjualan agar pemerintah segera turun tangan mengatasi harga kedelai yang naik akibat kenaikan kurs dollar Amerika terhadap rupiah.

Sementara itu, saat ini menurutnya, harga kedelai impor yang beredar di pasaran Karawang naik dari harga Rp750 ribu per kwintal menjadi Rp950 ribu per kwintal.

"Produsen mengeluh dengan adanya hal tersebut. Mereka menginginkan adanya intervensi dari pemerintah untuk mengendalikan harga kedelai," katanya.

Akibat dari menghilangnya tahu tempe di pasaran, dirinya mengaku kehilangan sekitar Rp300 ribu penghasilannya per hari. "Karena tidak bisa berjualan tahu tempe penghasilan saya pun anjlok," katanya.

Sementara itu seorang konsumen, icih, 45, mengaku kurang lengkap jika masakan yang telah dipersiapkannya di rumah tanpa adanya tahu tempe. "Kalau makan tidak ada tahu tempe, rasanya kurang lengkap. Oleh karena itu saya tetap berusaha mencari tahu tempe ke sejumlah pasar di Karawang. Tetapi tetap tidak menemukan," kata Icih.
(gpr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Harga Kedelai Meroket,...
Harga Kedelai Meroket, Disperindag dan Polda Banten Sidak Gudang
Mencari Solusi Meredam...
Mencari Solusi Meredam Gejolak Harga Kedelai
Abai dengan Impor Kedelai,...
Abai dengan Impor Kedelai, Sampai Kapan?
Masih Ada Peluang Indonesia...
Masih Ada Peluang Indonesia Tak Bergantung pada Kedelai Impor
Ironi Tanaman Kedelai...
Ironi Tanaman Kedelai di Indonesia: Tanahnya Terbaik, tapi Impor Terus
Solutif! Harga Kedelai...
Solutif! Harga Kedelai Melonjak, Partai Perindo: Perbaiki Tata Kelola Impor & Tingkatkan Produksi Lokal
Berita Terkini
Perkuat Daya Saing Industri...
Perkuat Daya Saing Industri Wellness dan Beauty Nasional Mendunia, BRI Dukung BWB Expo 2026 di Bali
48 menit yang lalu
Menkeu Purbaya Tegaskan...
Menkeu Purbaya Tegaskan Fiskal Bukan Tumbal Agar Ekonomi RI Tumbuh Cepat
1 jam yang lalu
Bunga Mulai 1,75%! BRI...
Bunga Mulai 1,75%! BRI KPR Hadirkan Solusi Paling Ringan untuk Miliki Rumah Impian
2 jam yang lalu
Danantara Bantah Isu...
Danantara Bantah Isu Pemilik Tabungan Rp3 Miliar Wajib Beli Patriot Bond
2 jam yang lalu
Pertamina Akselerasi...
Pertamina Akselerasi Transisi Energi Melalui Program Dekarbonisasi dan Bisnis Rendah Karbon
2 jam yang lalu
IFG Life Beri Proteksi...
IFG Life Beri Proteksi 10 Ribu Pelari di Ajang Yellow Run 2026
2 jam yang lalu
Infografis
Tempe Orek Masuk Daftar...
Tempe Orek Masuk Daftar Tumisan Terenak di Dunia versi TasteAtlas
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved