Dibayangi aksi profit taking, IHSG diproyeksi melemah
Kamis, 12 September 2013 - 08:47 WIB
Dibayangi aksi profit taking, IHSG diproyeksi melemah
A
A
A
Sindonews.com - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) tampaknya masih akan melemah kendati ada suntikan sentimen positif dari Amerika Serikat terkait ditundanya invasi ke Suriah. Namun, aksi ambil untung (profit taking) yang membayangi bursa diperkirakan akan menahan laju IHSG.
"Pada perdagangan Kamis diperkirakan IHSG akan berada pada support 4.262-4.315 dan resistance 4.368-4.415. IHSG hampir menyentuh target support kami di level 4.275 meski awalnya sempat melampaui target resisten kami di 4.395. Dengan adanya pola tersebut biasanya mengindikasikan akan adanya pelemahan," kata Kepala Riset Trust Securities Reza Priyambada, Kamis (12/9/2013).
Pelemahan ini, lanjut Reza, terjadi lantaran hasrat pelaku pasar untuk melakukan profit taking lebih mendominasi dibandingkan untuk tetap mempertahankan laju IHSG di zona positifnya, sehingga IHSG seperti yang menimpa IHSG di perdagangan kemarin.
Apalagi dengan adanya utang-utang gap yang terbentuk menimbulkan rasa khawatir secara psikologis bahwa IHSG akan menutup utang-utang gap tersebut di level 4191-4225 dan di level 4.072-4.102.
Bila dibandingkan dengan laju bursa saham global yang berusaha untuk menghijau, rasanya aneh jika IHSG bersikap anomali hanya demi menutup utang gap tersebut. Masih adanya nett buy asing dan pembukaan pasar saham Eropa yang sempat positif pun kurang mampu mempertahankan IHSG di zona hijaunya.
"Sepanjang perdagangan, IHSG menyentuh level 4.404,75 (level tertingginya) di awal sesi 1 dan menyentuh level 4.289,81 (level terendahnya) jelang preclosing dan berakhir di level 4.349,42," ujarnya.
Volume perdagangan dan nilai total transaksi turun. Investor asing mencatatkan nett buy dengan penurunan nilai transaksi beli dan transaksi jual. Investor domestik mencatatkan nett sell.
"Pada perdagangan Kamis diperkirakan IHSG akan berada pada support 4.262-4.315 dan resistance 4.368-4.415. IHSG hampir menyentuh target support kami di level 4.275 meski awalnya sempat melampaui target resisten kami di 4.395. Dengan adanya pola tersebut biasanya mengindikasikan akan adanya pelemahan," kata Kepala Riset Trust Securities Reza Priyambada, Kamis (12/9/2013).
Pelemahan ini, lanjut Reza, terjadi lantaran hasrat pelaku pasar untuk melakukan profit taking lebih mendominasi dibandingkan untuk tetap mempertahankan laju IHSG di zona positifnya, sehingga IHSG seperti yang menimpa IHSG di perdagangan kemarin.
Apalagi dengan adanya utang-utang gap yang terbentuk menimbulkan rasa khawatir secara psikologis bahwa IHSG akan menutup utang-utang gap tersebut di level 4191-4225 dan di level 4.072-4.102.
Bila dibandingkan dengan laju bursa saham global yang berusaha untuk menghijau, rasanya aneh jika IHSG bersikap anomali hanya demi menutup utang gap tersebut. Masih adanya nett buy asing dan pembukaan pasar saham Eropa yang sempat positif pun kurang mampu mempertahankan IHSG di zona hijaunya.
"Sepanjang perdagangan, IHSG menyentuh level 4.404,75 (level tertingginya) di awal sesi 1 dan menyentuh level 4.289,81 (level terendahnya) jelang preclosing dan berakhir di level 4.349,42," ujarnya.
Volume perdagangan dan nilai total transaksi turun. Investor asing mencatatkan nett buy dengan penurunan nilai transaksi beli dan transaksi jual. Investor domestik mencatatkan nett sell.
(rna)
Lihat Juga :