Jepang tegaskan siap danai PLTU Batang

Kamis, 12 September 2013 - 16:44 WIB
Jepang tegaskan siap...
Jepang tegaskan siap danai PLTU Batang
A A A
Sindonews.com - Pemerintah Jepang melalui Japan Bank for International Cooperation (JBIC) tetap berniat untuk mendanai proyek pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Batang, Jawa Tengah (Jateng), walaupun proyek ini belum menemui titik terang.

Proyek sebesar 2x1.000 megawatt (MW) ini menelan dana sekitar Rp30 triliun. Sedangkan total lahan yang dipakai mencapai 220 hektare (ha). Namun, masih 15 persen atau sekitar 33 hektare lahan yang belum dibebaskan.

Dalam proyek tersebut, pemerintah menggandeng pihak swasta yaitu PT Bhimasena Power Indonesia yang merupakan konsorsium, terdiri dari Adaro dengan dua perusahaan asal Jepang, J Power dan Itochu.

Chief Executive Officer JBIC, Hiroshi Watanabe mengutarakan, pihaknya akan membagi pendanaan proyek tersebut dalam dua tahap yaitu untuk pembangkit dan transmisi.

Menurutnya, untuk pembangkit ini bisa dilakukan oleh pihak swasta dengan dana dari dalam maupun luar negeri. "Sementara transmisi akan dibangun dengan dana pemerintah terpisah," ujarnya di Gedung Kementerian Keuangan, Jakarta, Kamis (12/9/2013).

Dia mengaku siap untuk mendanai proyek tersebut dan mekanisme pendanaannya akan diserahkan pada Menteri Keuangan, M Chatib Basri. "Untuk mekanisme kami kembalikan kepada Menteri Keuangan. Dan apabila siap JBIC akan mendanai," kata Watanabe.

Wakil Menteri Keuangan Mahendra Siregar mengaku dukungan dari pemerintah pusat dan pemerintah daerah terhadap proyek ini sangat kuat. Tetapi memang ada permasalahan lahan yang harus diselesaikan.

"Hal tersebut akan terkait dengan pasokan listrik di Provinsi Jawa Tengah. Memang masih ada sekitar 10 persen lahan lagi yang harus dibebaskan," kata Mahendra.

Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo menyebut belum ada kesepakatan soal harga antara masyarakat yang digusur dengan para pengembang proyek PLTU Batang tersebut.

Selain itu, Ganjar juga meminta para pengusaha yang tergabung dalam konsorsium segera menepati janji penggantian rugi lahan mereka yang akan digusur.

"Janji-janji dari pengusaha harus ditepati. Kalau cuma janji gombal itu enggak akan terjadi nanti, kasihan rakyatnya," ujar Ganjar dalam kesempatan yang sama.
(izz)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
PLTU Barru OMU Berkomitmen...
PLTU Barru OMU Berkomitmen Catatkan Performa Optimal
Kantongi SLO, PLTA Poso...
Kantongi SLO, PLTA Poso Dukung Transisi ke Energi Terbarukan
PLN Bakal Lakukan Steam...
PLN Bakal Lakukan Steam Blow Proyek PLTU Sulsel Barru-2
PLTU Barru 2 Sukses...
PLTU Barru 2 Sukses Laksanakan Tahapan Backfeeding
Banjir Terjang Lokasi...
Banjir Terjang Lokasi Proyek PLTU Suralaya Akibat Curah Hujan Tinggi
Pakai Teknologi Ramah...
Pakai Teknologi Ramah Lingkungan, 3 PLTU PLN Grup Raih Penghargaan
Berita Terkini
Tren Mobilitas Ramah...
Tren Mobilitas Ramah Lingkungan Meningkat, Pembiayaan Kendaraan Listrik MUF Melesat
22 menit yang lalu
Rupiah Amburadul Rp18...
Rupiah Amburadul Rp18 Ribu, Produk Rumah Tangga Unilever Bakal Naik Harga di Kuartal II 2026
30 menit yang lalu
Rupiah Terkapar, Dampaknya...
Rupiah Terkapar, Dampaknya Mulai Terasa ke Sektor Industri Nasional
47 menit yang lalu
PLN EPI, PLN Puslitbang...
PLN EPI, PLN Puslitbang dan ITERA Kolaborasi Kembangkan Tanaman Energi
2 jam yang lalu
Pelindo Sinergi Lokaseva...
Pelindo Sinergi Lokaseva Catat Kinerja Operasional Positif di Awal 2026
2 jam yang lalu
BRI Life Ungkap Peran...
BRI Life Ungkap Peran Mitra Stategis Selama 4 Dekade
2 jam yang lalu
Infografis
4 Negara Arab yang Siap...
4 Negara Arab yang Siap Bantu Qatar Balas Serangan Israel
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved