Mendag setuju rencana pembelian lahan di Australia

Jum'at, 13 September 2013 - 13:42 WIB
Mendag setuju rencana...
Mendag setuju rencana pembelian lahan di Australia
A A A
Sindonews.com - Menteri Perdagangan (Mendag), Gita Wirjawan menyambut baik rencana pemerintah yang akan membeli lahan seluas 1 juta hektare (ha) di Australia untuk pengembangan sapi.

"Saya rasa itu prakarsa atau pola pikir yang bagus untuk bisa mengisi kebutuhan (sapi) kita di dalam negeri," ujar Gita di Kampus Universitas Padjadjaran, Kota Bandung, Jawa Barat, Jumat (13/9/2013).

Gita mengakui jika produksi sapi lokal belum cukup untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri. Sehingga solusi selama ini yaitu impor daging sapi. "Kalau produksi sapi kita di dalam negeri sesuai target, ya kita tidak perlu impor," ujarnya.

Melihat kondisi itu, dia memberi sinyal positif untuk mendukung rencana pembelian lahan di Australia. "Saya rasa itu bagus untuk menopang ketahanan pangan di dalam negeri," kata dia.

Seperti diketahui, wacana pembelian lahan 1 juta hektare diungkapkan Menteri BUMN Dahlan Iskan di Kampus Unpad, kemarin. Wacana itu didasari kebutuhan sapi yang cukup tinggi di dalam negeri.

Setelah lahan dibeli, sapi-sapi lokal rencananya akan dikembangbiakkan di Australia dengan dilepas di lahan yang luas. Setelah induk sapi melahirkan bayinya dan berusia beberapa bulan, bibit sapi itu akan dibawa pulang ke Indonesia untuk digemukkan.

Proses kelahiran bayi sapi di Australia lebih murah lima kali lipat dibanding dilahirkan di Indonesia. Sedangkan biaya penggemukan sapi lebih murah tiga kali lipat di Indonesia ketimbang di Australia.

Selain itu, genetik sapi juga lebih bagus jika dikembangbiakkan di Australia ketimbang di Indonesia.
(izz)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Wow BEEF Membangun Pusat...
Wow BEEF Membangun Pusat Peternakan Terintegrasi di Subang Kapasitas 28.000 Ton
Jelang Purna Tugas,...
Jelang Purna Tugas, Puluhan Polisi Kembangkan Minat Berternak
Bulukumba Optimalkan...
Bulukumba Optimalkan Potensi Sektor Peternakan Lewat Kampung Sapi
Telur Tetas Asal Klaten...
Telur Tetas Asal Klaten Terbang ke Vietnam, Sektor Perunggasan Tumbuh Positif
Warga Pagenggang Lebak...
Warga Pagenggang Lebak Apresiasi Peternakan Sistem Close House
Tidak Punya Izin, Peternakan...
Tidak Punya Izin, Peternakan Babi di Klaten Ditutup Sat Pol PP
Berita Terkini
Maskapai Wajib Pakai...
Maskapai Wajib Pakai Avtur Campuran Minyak Nabati 1% Mulai 2027, Apa Efeknya ke Harga Tiket?
49 menit yang lalu
Fokus Tumbuh Berkelanjutan,...
Fokus Tumbuh Berkelanjutan, Pegadaian Perkuat Strategi Lewat Sales Town Hall 2026
1 jam yang lalu
Rebut Harta Karun Dinasti...
Rebut Harta Karun Dinasti Assad, Prancis Pulangkan Aset Rp1 Triliun ke Suriah!
1 jam yang lalu
Harga Emas Jatuh Rp14...
Harga Emas Jatuh Rp14 Ribu per Rabu 8 Juli 2026, Buyback Ambrol Rp21.000
3 jam yang lalu
Daftar di Sini dan Simak...
Daftar di Sini dan Simak Webinar Strategi Kelola Keuangan dari MNC Asset Management dan Invesnow!
3 jam yang lalu
IHSG Pagi Ini Dibuka...
IHSG Pagi Ini Dibuka Terkoreksi 0,04 Persen di Level 5.984
4 jam yang lalu
Infografis
20 Universitas Terbaik...
20 Universitas Terbaik di Indonesia Versi QS WUR 2027
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved