Persaingan ketat, bank belum tentu ikuti BI Rate

Jum'at, 13 September 2013 - 16:00 WIB
Persaingan ketat, bank...
Persaingan ketat, bank belum tentu ikuti BI Rate
A A A
Sindonews.com - Walaupun cenderung mengikuti tingkat suku bunga Bank Indonesia (BI Rate), tetapi Menteri Keuangan M Chatib Basri meyakini bank-bank belum tentu menaikkan tingkat suku bunganya mengikuti kenaikan BI Rate.

Dia menilai setiap bank mempunyai kompetisi, dan apabila bank tersebut memiliki tingkat suku bunga terlalu tinggi, maka akan menjadi tidak kompetitif.

"Ada kompetisi antara bank, kalau tingkat bunganya terlalu tinggi enggak akan ada dong yang mau meminjam di bank tersebut," ujar Chatib di Gedung Kementerian Keuangan, Jakarta, Jumat (13/9/2013).

Secara teknis Chatib juga menyebut elastisitas BI Rate terhadap tingkat suku bunga bank berbeda-beda dan tidak bisa dianggap sama setiap poinnya.

"Jangan dianggap 6,5 ke 7 persen dampaknya sama dengan 7 ke 7,25 persen. Tiap level akan berbeda karena itu impact-nya terhadap lending akan berbeda," terang Chatib.

Setengah bercanda, Chatib bahkan juga memberikan contoh apabila BI Rate naik ke level maksimumnya, tingkat suku bunga bank tidak akan mengikuti kenaikan tersebut.

"Misalnya BI Rate naik sampai 100 persen, lending rate juga enggak akan pernah segitu. Jadi memang lending rate akan naik tapi pasti akan ada batas," tutup Chatib.
(gpr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
BI-Rate Tetap di Level...
BI-Rate Tetap di Level 6,25 Persen
Tok! BI Tahan Suku Bunga...
Tok! BI Tahan Suku Bunga Acuan Juli 2026 di level 5,75 Persen
Tok! BI Turunkan Suku...
Tok! BI Turunkan Suku Bunga Acuan ke Level 5,75 Persen
Perry Warjiyo Ungkap...
Perry Warjiyo Ungkap Ada Ruang Penurunan BI Rate di Penutup Tahun 2024
Breaking News! BI Pangkas...
Breaking News! BI Pangkas Suku Bunga Jadi 6%
4 Kali Pangkas Suku...
4 Kali Pangkas Suku Bunga Acuan, Gubernur Perry: BI Rate Masih Bisa Turun Lagi
Berita Terkini
Relevansi Jadi Kunci...
Relevansi Jadi Kunci Utama Membangun Kekuatan Merek di Era Digital
2 jam yang lalu
Eropa Mulai Terbelah,...
Eropa Mulai Terbelah, Enam Negara Tolak Sanksi Baru terhadap Rusia
3 jam yang lalu
GAPKI Tegaskan Industri...
GAPKI Tegaskan Industri Sawit RI Terapkan Standar Keselamatan Kerja Berkelanjutan
3 jam yang lalu
Arus Kas ETF Bitcoin...
Arus Kas ETF Bitcoin Tembus Rp1,36 Triliun di Pertengahan Juli 2026
4 jam yang lalu
Airlangga Bocorkan Lahan...
Airlangga Bocorkan Lahan BUMN di Bali Jadi Opsi Calon Lokasi PFII
4 jam yang lalu
Soal Pindar, KPPU Didorong...
Soal Pindar, KPPU Didorong Utamakan Tindakan Pencegahan
4 jam yang lalu
Infografis
5 Bank BUMN Diguyur...
5 Bank BUMN Diguyur Rp200 Triliun, Segini Rincian Porsinya
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved