Chatib: Pemerintah tak mau lihat masyarakat nganggur

Jum'at, 13 September 2013 - 16:58 WIB
Chatib: Pemerintah tak...
Chatib: Pemerintah tak mau lihat masyarakat nganggur
A A A
Sindonews.com - Menteri Keuangan (Menkeu), M Chatib Basr mengatakan, tujuan utama pemerintah saat ini adalah jangan sampai melihat orang tidak bekerja, karena pertumbuhan ekonomi kembali direvisi menjadi 5,5 sampai 5,9 persen.

Karena itu, keberadaan paket kebijakan pemerintah dirasakan sangat penting. Karena dengan angka pertumbuhan tersebut dipastikan penciptaan lapangan kerja akan lebih lambat.

"Tujuan pemerintah ke sana, jangan sampai orang enggak kerja dan malah akan memunculkan kemiskinan," ujar Chatib di Gedung Kementerian Keuangan, Jakarta, Jumat (13/9/2013).

Dia juga mengakui paket kebijakan pemerintah tersebut dapat mangantisipasi dampak naiknya BI Rate sebesar 7,25 persen, dan juga berjaga-jaga agar perusahaan tidak memberikan Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) akibat perlambatan ekonomi ini.

"Kita enggak bisa imbau doang tapi kasih insentif PPh Pasal 25, PHK tidak ada. Sehingga problem pada sektor riil bisa dimitigasi dan kita fokus pada inflasi dan current account deficit," terang Chatib.

Menkeu juga berjanji apabila situasi sudah mulai stabil, dia akan berani bicara tentang meningkatkan angka pertumbuhan ekonomi kembali. "Setelah stable market-nya kita akan bicara growth consolidation," pungkas dia.
(izz)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Pertumbuhan Ekonomi...
Pertumbuhan Ekonomi Sulawesi Selatan Kuartal I Tahun 2024
Dorong Industri Event...
Dorong Industri Event untuk Pertumbuhan Ekonomi Nasional
Proyeksi Pertumbuhan...
Proyeksi Pertumbuhan Ekonomi RI Kembali Dipangkas
BI Proyeksikan Ekonomi...
BI Proyeksikan Ekonomi RI Tumbuh 4,7 Persen hingga 5,5 Persen di 2025
Prospek Bisnis Seiring...
Prospek Bisnis Seiring Pertumbuhan Ekonomi RI
Membaca Ketahanan Ekonomi...
Membaca Ketahanan Ekonomi RI dalam Dinamika Global Kuartal III 2025
Berita Terkini
Relevansi Jadi Kunci...
Relevansi Jadi Kunci Utama Membangun Kekuatan Merek di Era Digital
1 jam yang lalu
Eropa Mulai Terbelah,...
Eropa Mulai Terbelah, Enam Negara Tolak Sanksi Baru terhadap Rusia
1 jam yang lalu
GAPKI Tegaskan Industri...
GAPKI Tegaskan Industri Sawit RI Terapkan Standar Keselamatan Kerja Berkelanjutan
1 jam yang lalu
Arus Kas ETF Bitcoin...
Arus Kas ETF Bitcoin Tembus Rp1,36 Triliun di Pertengahan Juli 2026
2 jam yang lalu
Airlangga Bocorkan Lahan...
Airlangga Bocorkan Lahan BUMN di Bali Jadi Opsi Calon Lokasi PFII
2 jam yang lalu
Soal Pindar, KPPU Didorong...
Soal Pindar, KPPU Didorong Utamakan Tindakan Pencegahan
3 jam yang lalu
Infografis
Skuad Timnas Inggris...
Skuad Timnas Inggris di Piala Dunia 2026, Tak Ada Pemain Liverpool
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved