IHSG diprediksi menguat terbatas
Senin, 16 September 2013 - 08:28 WIB
IHSG diprediksi menguat terbatas
A
A
A
Sindonews.com - Pada perdagangan awal pekan ini, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diprediksi akan menguat dalam rentang terbatas pada support 4.300-4.356 dan resistance 4.389-4.397.
"IHSG sedikit gagal mendekati target resisten 4.386, namun IHSG juga sempat masuk ke target support 4.300-4.338. Meski dari pola terlihat adanya penahanan untuk turun, namun diharapkan pola yang terjadi tidak memberikan false signal. Jika volume pembelian masih ada minimal penguatan terbatas masih dimungkinkan terjadi," kata Kepala Riset Trust Securities Reza Priyambada, Senin (16/9/2013).
Jika melihat lajunya hingga akhir pekan, IHSG masih dapat mempertahankan laju positifnya. Meski asing sudah mulai mencatatkan nett sell dan laju bursa saham Asia mulai melemah setelah terimbas penurunan bursa saham Eropa-AS, namun IHSG justru menghijau.
Imbas kenaikan BI rate yang baru terasa pada perdagangan valas di akhir pekan dengan penguatan nilai tukar rupiah membuat pelaku pasar percaya diri bahwa laju rupiah akan stabil dalam beberapa hari ke depan, sehingga membuat mereka kembali masuk pasar.
"Bahkan sentimen negatif dari pernyataan BI yang menurunkan angka pertumbuhan ekonomi Indonesia sepertinya tidak terlalu dihiraukan," tegasnya.
Sepanjang perdagangan akhir pekan lalu, IHSG menyentuh level 4.372,10 (level tertingginya) di akhir sesi 1 dan menyentuh level 4.318,60 (level terendahnya) jelang akhir sesi 1 dan berakhir di level 4.356,61.
Volume perdagangan naik dan nilai total transaksi turun. Investor asing mencatatkan nett sell dengan penurunan nilai transaksi beli dan transaksi jual. Investor domestik mencatatkan nett buy.
"IHSG sedikit gagal mendekati target resisten 4.386, namun IHSG juga sempat masuk ke target support 4.300-4.338. Meski dari pola terlihat adanya penahanan untuk turun, namun diharapkan pola yang terjadi tidak memberikan false signal. Jika volume pembelian masih ada minimal penguatan terbatas masih dimungkinkan terjadi," kata Kepala Riset Trust Securities Reza Priyambada, Senin (16/9/2013).
Jika melihat lajunya hingga akhir pekan, IHSG masih dapat mempertahankan laju positifnya. Meski asing sudah mulai mencatatkan nett sell dan laju bursa saham Asia mulai melemah setelah terimbas penurunan bursa saham Eropa-AS, namun IHSG justru menghijau.
Imbas kenaikan BI rate yang baru terasa pada perdagangan valas di akhir pekan dengan penguatan nilai tukar rupiah membuat pelaku pasar percaya diri bahwa laju rupiah akan stabil dalam beberapa hari ke depan, sehingga membuat mereka kembali masuk pasar.
"Bahkan sentimen negatif dari pernyataan BI yang menurunkan angka pertumbuhan ekonomi Indonesia sepertinya tidak terlalu dihiraukan," tegasnya.
Sepanjang perdagangan akhir pekan lalu, IHSG menyentuh level 4.372,10 (level tertingginya) di akhir sesi 1 dan menyentuh level 4.318,60 (level terendahnya) jelang akhir sesi 1 dan berakhir di level 4.356,61.
Volume perdagangan naik dan nilai total transaksi turun. Investor asing mencatatkan nett sell dengan penurunan nilai transaksi beli dan transaksi jual. Investor domestik mencatatkan nett buy.
(rna)
Lihat Juga :