Ini penjelasan Menkeu soal defisit neraca berjalan

Senin, 16 September 2013 - 14:34 WIB
Ini penjelasan Menkeu...
Ini penjelasan Menkeu soal defisit neraca berjalan
A A A
Sindonews.com - Menteri Keuangan M Chatib Basri menegaskan bahwa keputusan yang diambil Bank Indonesia (BI) dengan menaikkan suku bunga acuan BI (BI rate) sebesar 25 basis poin (bps) menjadi 7,5 persen mampu menekan defisit neraca berjalan, sehingga mampu menstabilkan perekonomian di Tanah Air.

Dia menjelaskan, untuk dapat menekan defisit neraca berjalan, maka poin utama yang harus diperhatikan adalah menekan laju impor yang kian melambung. Sementara, langkah taktis yang dapat diambil untuk menurunkan laju impor adalah dengan menurunkan tingkat pertumbuhan ekonomi suatu negara.

"Jadi teorinya begini, impor akan sangat tergantung pada pertumbuhan ekonomi. Kalau pertumbuhan impor mau diturunkan, pertumbuhan ekonominya juga harus diturunkan. Kalau impor sudah turun, defisit neraca berjalan juga bisa turun," kata Chatib di Gedung Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Senin (16/9/2013).

Pernyataan Chatib tersebut sekaligus menepis pandangan pesimistis dari pelaku pasar yang menyebutkan bahwa kenaikan BI rate telah mengakibatkan perlambatan pertumbuhan ekonomi.

"Kalau tingkat bunga naik, suku bunga pinjaman akan akan naik juga. Kalau suku bunga pinjaman naik, mau tidak mau investasi akan turun. Kalau investasi turun, growth (pertumbuhan) akan lebih lambat. Dengan sendirinya current account defisit-nya bisa di-drive," pungkasnya.
(rna)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
BI Proyeksikan Ekonomi...
BI Proyeksikan Ekonomi RI Tumbuh 4,7 Persen hingga 5,5 Persen di 2025
Tiga Efek Domino Kenaikan...
Tiga Efek Domino Kenaikan BI Rate Berujung Disinsentif Ekonomi
BI Rate Turun, Langkah...
BI Rate Turun, Langkah Strategis Dorong Ekonomi lewat Pendanaan
Duh! BI Koreksi Lagi...
Duh! BI Koreksi Lagi Target Pertumbuhan Ekonomi RI
BI-Rate Tetap di Level...
BI-Rate Tetap di Level 6,25 Persen
BI: Pertumbuhan Ekonomi...
BI: Pertumbuhan Ekonomi 2025 Meningkat Jadi 4,8-5,6 Persen
Berita Terkini
Masyarakat Diminta Tak...
Masyarakat Diminta Tak Panik Respons Kondisi Ekonomi RI, Ekonom: Jaga Optimisme Berdasar Data
3 jam yang lalu
Program CIMB Niaga Sustainability...
Program CIMB Niaga Sustainability Journalism Fellowship Memilih 20 Jurnalis
4 jam yang lalu
Purbaya Belum Percaya...
Purbaya Belum Percaya Daya Beli Mulai Lesu di Warteg: Nanti Saya Cek Lagi
4 jam yang lalu
LPPOM Dorong Konsep...
LPPOM Dorong Konsep Green Halal untuk Perkuat Industri Berkelanjutan
4 jam yang lalu
Bitget Stocks 2.0 Hadir...
Bitget Stocks 2.0 Hadir Menghubungkan Ekuitas Berbentuk Token dengan Likuiditas Nyata
4 jam yang lalu
LPPOM Paparkan Peluang...
LPPOM Paparkan Peluang Industri Halal Indonesia di Tokyo
4 jam yang lalu
Infografis
6 Jenderal Bintang 4...
6 Jenderal Bintang 4 AS Ini Pernah Peringatkan Trump soal Risiko Perang Melawan Iran
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved