IHSG masih berpeluang menguat terbatas

Jum'at, 20 September 2013 - 08:27 WIB
IHSG masih berpeluang...
IHSG masih berpeluang menguat terbatas
A A A
Sindonews.com - Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kemarin yang melonjak di luar perkiraan melewati target resisten 4.512-4.523 secara teknikal dan volume masih mengindikasikan potensi kenaikan meski membentuk utang gap 4.505-4.576.

"Pada perdagangan hari ini diperkirakan IHSG akan berada pada support 4.570-4.612 dan resistance 4.690-4.733. Selama profit taking berlebihan tidak terjadi, maka minimal penguatan terbatas IHSG masih dimungkinkan terjadi," kata Kepala Riset Trust Securities Reza Priyambada, Jumat (20/9/2013).

Proyeksi penguatan ini sekaligus merespon hasil sidang FOMC The Fed yang di luar perkiraan, dimana memutuskan untuk melanjutkan bond buying program senilai USD85 miliar/bulan dan tetapnya suku bunga rendah AS di level 0,25 persen. Pelaku pasar antusias dan kembali masuk pasar.

IHSG yang sehari sebelumnya terselimuti awan negatif, kini kembali ceria. Bahkan euphoria yang berlebihan membuat IHSG kemarin melonjak signifikan dan seperti biasa kembali meninggalkan utang gap di level 4.505-4.576.

Hijaunya mayoritas bursa saham Asia, kembalinya asing masuk, penurunan signifikan USD terhadap rupiah dan positifnya pembukaan pasar saham Eropa mendorong IHSG masuk ke zona hijau.

"Sepanjang perdagangan kemarin, IHSG menyentuh level 4.791,77 (level tertingginya) di awal sesi 1 dan menyentuh level 4.576,57 (level terendahnya) juga di awal sesi 1 dan berakhir di level 4.670,73," ujarnya.

Volume perdagangan naik dan nilai total transaksi turun. Investor asing mencatatkan nett buy dengan penurunan nilai transaksi beli dan transaksi jual. Investor domestik mencatatkan nett sell.

Laju bursa saham Asia juga ikut ceria dengan keputusan The Fed yang masih mempertahankan program stimulusnya. Pelaku pasar menilai dengan pengurangan tersebut maka tekanan USD terhadap mata uang Asia kian berkurang, sehingga dapat membuat ekonomi di Asia dapat bertumbuh dan mengurangi ekspektasi akan adanya pengetatan moneter.

Rilis kenaikan data-data pertumbuhan di Jepang antara lain Ex-Im, all industry activity index MoM, leading economic index dan lainnya serta kenaikan harga-harga komoditas turut memberikan sentimen positif.

Meski di luar perkiraan bahwa hasil pertemuan FOMC The Fed ternyata mempertahankan stimulusnya, sehingga membuat bursa saham Eropa mampu mempertahankan laju positifnya. Apalagi keputusan tersebut dilakukan setelah rilis data-data perumahan AS yang tumbuh di bawah estimasi, sehingga memberikan persepsi bahwa stimulus masih diperlukan.
(rna)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Ditutup di Zona Merah,...
Ditutup di Zona Merah, IHSG Turun 14 Poin ke Level 6.112
Dipompa Penguatan 193...
Dipompa Penguatan 193 Saham, IHSG Dibuka Naik ke Level 6.116
IHSG Pagi Ini Dibuka...
IHSG Pagi Ini Dibuka Menyusut Terseret Pelemahan 142 Saham
Berakhir Perkasa, Ini...
Berakhir Perkasa, Ini 9 Fakta IHSG Dalam Sepekan
IHSG Diperkirakan Bergerak...
IHSG Diperkirakan Bergerak Tertahan di Kisaran Level 5.016-5.202
Jelang Rilis Suku Bunga...
Jelang Rilis Suku Bunga Acuan BI, IHSG Belum Akan Berubah Banyak
Berita Terkini
Menangkap Pangsa Terbesar...
Menangkap Pangsa Terbesar Wisata Medis, Malaysia Fair 2026 Hadir di Jakarta
17 menit yang lalu
Petani Sawit: Margin...
Petani Sawit: Margin dan Kewenangan BUMN Tentukan Harga Jadi Beban Berat Ekosistem Sawit
59 menit yang lalu
Dasco Panggil Menkeu...
Dasco Panggil Menkeu dan Gubernur BI: Evaluasi Perkembangan Ekonomi
3 jam yang lalu
Lompatan Besar Transportasi...
Lompatan Besar Transportasi Publik Jakarta: Terbaik Kedua di ASEAN, Posisi ke-27 Dunia
6 jam yang lalu
IHSG Sepekan Ambruk...
IHSG Sepekan Ambruk 8,69%, Market Cap Menyusut Jadi Rp9.807 Triliun
6 jam yang lalu
Masyarakat Diminta Tak...
Masyarakat Diminta Tak Panik Respons Kondisi Ekonomi RI, Ekonom: Jaga Optimisme Berdasar Data
16 jam yang lalu
Infografis
15 PTN Masih Buka Jalur...
15 PTN Masih Buka Jalur Mandiri 2025, Kesempatan Kedua yang Gagal SNBT
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved