Tertekan sentimen domestik, rupiah kembali melemah

Jum'at, 20 September 2013 - 17:02 WIB
Tertekan sentimen domestik,...
Tertekan sentimen domestik, rupiah kembali melemah
A A A
Sindonews.com - Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (USD) pada akhir pekan ini ditutup melemah dibanding hari kemarin seiring dengan keluarnya Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dari level 4.600.

Posisi nilai tukar rupiah terhadap USD berdasarkan data Bloomberg sore ini berada di level Rp11.041/USD, melemah 194 poin dibanding kemarin yang berada di level Rp10.847/USD. Adapun posisi terkuat hari ini berada di level Rp10.911/USD, sedangkan terlemah di level Rp11.388/USD.

Adapun, posisi rupiah berdasarkan kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) BI hari ini berada di level Rp11.352/USD, terdepresiasi 74 poin dibanding Kamis (19/9/2013) di level Rp11.278/USD.

Sedangkan data yahoofinance mencatat, mata uang domestik hari ini berada di level Rp11.282/USD dengan kisaran Rp11.350-11.365. Posisi ini positif dibanding hari sebelumnya yang berada di level Rp11.465/USD.

Data Sindonews bersumber dari Limas mencatat rupiah hari ini diperdagangkan pada harga Rp11.285/USD, menguat dibanding hari kemarin di level Rp11.468/USD.

Sementara itu, IHSG hari terakhir pekan ini terkoreksi 86,91 poin atau 1,86 persen ke level 4.583,83 seiring aksi ambil untung yang dilakukan investor. Hampir semua sektor memerah, kecuali sektor konsumer yang naik tipis 0,13 persen.

Pengamat Pasar Uang Bank Mandiri Rully Arya Winubroto berpendapat, belum signifikannya pertumbuhan ekonomi dan masih timpangnya neraca perdagangan Indonesia disinyalir sebagai biang keladi kembali terkoreksinya laju rupiah terhadap USD setelah sebelumnya berhasil menguat.

"Masih ada koreksi karena ada pengaruh kondisi ekonomi yang masih mengalami perlambatan. Kalau kemarin naik karena faktor FOMC yang belum akan mengurangi pemberian paket stimulus di bulan September. Jadi, ini faktornya lebih banyak dari dalam," ujarnya saat dihubungi Sindonews, Jumat (20/9/2013).

Selain itu, Rully menjelaskan, kebijakan-kebijakan yang dikeluarkan pemerintah saat ini sifatnya fundamental, sehingga pengaruhnya belum bisa dirasakan dalam waktu dekat.

"Ini pengaruhnya tidak bisa dirasakan instant. Mungkin awal tahun depan baru terasanya," sambungnya.

Untuk jangka pendek, menurut dia, masalah keseimbangan rupiah akan bergantung pada bagaimana Bank Indonesia (BI) menyediakan instrumen yang mampu menjawab kondisi terkini.

"Kalau jangka pendek masih mengandalkan kebijakan-kebijakan BI. BI pun sudah tepat dengan mengeluarkan instrumen-instrumen baru seperti term deposit valas. Jadi, yang perlu diperhatikan memang soal inflasi dan menyeimbangkan neraca perdagangan," pungkasnya.

Dengan kondisi seperti itu, dia memprediksi, sulit bagi rupiah untuk kembali ke level di bawah Rp10.000/USD. Dia memproyeksi, rupiah hingga penghujung tahun ini hanya akan menguat ke kisaran Rp10.800.

"Sulit untuk bergerak di bawah Rp10.000 karena masih banyak yang perlu diseimbangkan," tutup dia.
(rna)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Rupiah Ditutup Melemah...
Rupiah Ditutup Melemah ke Rp17.409 per Dolar AS
Rupiah Terlemah Sepanjang...
Rupiah Terlemah Sepanjang Sejarah
Rupiah Ditutup Melemah...
Rupiah Ditutup Melemah ke Level Rp15.526
Wacana Lama Hidup Lagi,...
Wacana Lama Hidup Lagi, Ini Dua Sisi Pentingnya Redenominasi Rupiah
Bikin Gaduh Karena Keliru...
Bikin Gaduh Karena Keliru Tampilkan Kurs Rupiah, Pengamat: Google Harus Tanggung Jawab!
Google Keliru Tampilkan...
Google Keliru Tampilkan Kurs Rupiah, Pengamat: Timbulkan Kegaduhan!
Berita Terkini
Italia Boncos, Bayar...
Italia Boncos, Bayar Rp500 Juta per Hari Cuma Buat Parkir Superyacht Sitaan Milik Miliarder Rusia
37 menit yang lalu
ADVAN Universe 2026...
ADVAN Universe 2026 Digelar di Bandung, Perkuat Ekosistem Talenta Digital
45 menit yang lalu
Obat Generik Bebas Tarif...
Obat Generik Bebas Tarif 2 Tahun, Lalu Melonjak Jadi 200%
2 jam yang lalu
Jasaraharja Putera Raih...
Jasaraharja Putera Raih Pertumbuhan Berkelanjutan dan RBC Capai 371,90%
3 jam yang lalu
Pelabuhan Patimban Resmi...
Pelabuhan Patimban Resmi Layani Impor Perdana, Komponen Mobil Listrik BYD Lanjut ke Pabrik Subang
4 jam yang lalu
Kinerja Positif 2025,...
Kinerja Positif 2025, Jasa Raharja Catatkan Laba Bersih Rp2,30 Triliun
4 jam yang lalu
Infografis
4 Pulau Sengketa Kembali...
4 Pulau Sengketa Kembali ke Pangkuan Aceh
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved