Wall Street kembali terkoreksi

Selasa, 24 September 2013 - 08:58 WIB
Wall Street kembali...
Wall Street kembali terkoreksi
A A A
Sindonews.com - Saham-saham di Bursa Wall Street pada perdagangan semalam waktu setempat kembali terkoreksi selama tiga hari berturut-turut karena sejumlah pejabat The Fed mengatakan bahwa Bank Sentral Amerika Serikat (AS) masih mungkin untuk mulai melakukan pemangkasan stimulus pada akhir tahun ini.

Koreksi yang terjadi selama tiga hari berturut-turut telah memangkas penguatan sebesar 1,2 persen di indeks S&P 500 pada Rabu pekan lalu ketika The Fed memutuskan untuk mempertahankan stimulus moneternya.

Presiden The Fed New York William Dudley mengatakan dalam pidatonya bahwa Gubernur The Fed Ben Bernanke dapat kembali melakukan langkah-langkah pemangkasan stimulus jika ekonomi AS terus membaik.

Sementara Gubernur The Fed Dalls Richard Fisher memperingkatkan bahwa The Fed telah menurunkan kredibilitas bank sentral AS. Karena itu, dia mendesak rekan-rekanya untuk mendukung pemangkasan stimulus sebesar USD10 miliar.

Seperti diketahui, The Fed pada pekan lalu mengumumkan keputusan yang mengejutkan dengan tetap mempertahnakan stimulus moneter sebesar USD85 miliar/bulan. Padahal banyak investor yang telah mengantisipasi perubahan kebijakan tersebut.

"Mereka (The Fed) telah memeberikan ketidakpastian dan ketidakpastian itu lebih membayangi kenyataan bahwa mereka telah meninggalkan kebijakan yang lebih stimulatif," kata Managing Director Wedbush Equity Management LLC Stephen Massocca seperti dilansir Reuters, Selasa (24/9/2013).

Sementara itu, drama debt ceiling debate yang akan berakhir 1 Oktober 2013 memberi tekanan terhadap pasar.
Semalam, sektor perbankan memimpin penurunan di indeks S&P 500, dimana saham Citigroup (CB) anjlok 3,2 persen menjadi USD49,57, setelah Financial Times melaporkan bahwa perusahaan itu mencatat penurunan pendapatan selama kuartal III tahun ini. Sementara sektor keuangan di indeks S&P 500 terkoreksi 1,5 persen, dengan saham JPMorgan Chase (JPM.N) melemah 2,5 persen ke USD51,46.

Indeks Dow Jones turun 49,71 poin atau 0,32 persen ke 15.401,38; indeks S&P 500 turun 8.07 poin atau 0,47 persen ke 1.701,84; Nasdaq turun 9,44 poin atau 0,25 persen ke 3.765,29 .
(rna)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Waspada Gejolak Ekonomi...
Waspada Gejolak Ekonomi Dunia
PBB Prediksi Ekonomi...
PBB Prediksi Ekonomi Dunia Stagnan di 2,8 Persen pada 2025
Utang Luar Negeri IndonesiaNomor...
Utang Luar Negeri IndonesiaNomor 7 Terbesar di Dunia
Ekonomi China Pulih,...
Ekonomi China Pulih, Tumbuh 4,9 Persen Kuartal III 2020
Seram! Ketua OJK Beberkan...
Seram! Ketua OJK Beberkan Ancaman Ekonomi Dunia Tahun Depan
Prabowo: Ekonomi Indonesia...
Prabowo: Ekonomi Indonesia Diramal Masuk 5 Besar di Dunia
Berita Terkini
Kanda Dukung Afi Trending...
'Kanda Dukung Afi' Trending Global Jelang Pemilihan Ketum Hipmi
18 menit yang lalu
Heboh Sell Indonesia...
Heboh 'Sell Indonesia' saat Rupiah-IHSG Terpuruk, Muncul Sosok Lama Bikin Kepercayaan Runtuh
40 menit yang lalu
Raih Predikat Tertinggi...
Raih Predikat Tertinggi IRCA Dua Kali Berturut-turut, GDPS Tegaskan Budaya Kepatuhan
1 jam yang lalu
Acaraki Jamu Festival...
Acaraki Jamu Festival 2026 Dorong Jamu Jadi Penggerak Ekonomi Nasional
2 jam yang lalu
Purbaya Gelontorkan...
Purbaya Gelontorkan Rp11 Triliun Stabilkan Pasar SBN di Pasar Sekunder
2 jam yang lalu
Dukung Industri Kreatif,...
Dukung Industri Kreatif, Joshua Khubani Siapkan Investasi USD100 Juta
6 jam yang lalu
Infografis
3 Bandara Ini Kembali...
3 Bandara Ini Kembali Mendapatkan Status Internasional
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved