Buruh Solo tolak hasil survei KHL Dewan Pengupahan

Jum'at, 27 September 2013 - 17:25 WIB
Buruh Solo tolak hasil...
Buruh Solo tolak hasil survei KHL Dewan Pengupahan
A A A
Sindonews.com - Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI) Solo, Jawa Tengah, menolak angka kebutuhan hidup layak (KHL) untuk tahun ini sebesar Rp1.090.028,81 yang dirilis Dewan Pengupahan. Mereka menuntut kenaikan KHL menjadi Rp1.282.620 alias lebih tinggi jika dibanding Upah Minimum Kota (UMK) 2013 senilai Rp915.900.

“Kenapa KHL di Solo lebih rendah dari daerah lain? Apa dasarnya?” kata Wakil Ketua KSOSI Solo, Wahyu Rahadi, Jumat (27/09/2013).

Menurutnya, hasil survei itu menghasilkan nilai terendah jika dibanding KHL kabupaten lain di eks-karisidenan Surakarta. Misalnya Karanganyar dengan KHL sebesar Rp1.163.805, Sukoharjo sebesar Rp1.175.638,80 dan Boyolali sebesar Rp1.154.844,7.

Dirinya kian kecewa KHL Solo yang didasari survei Januari-September (kecuali Agustus) ini, justru didukung Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Solo.

Terkait usulannya, angka ideal KHL versi KSPSI dinilai cukup beralasan. KHL versinya, dengan kenaikan sekitar 40 persen dari UMK Solo tahun 2013 tersebut, didasari proyeksi kebutuhan pekerja dan ditambah peluang inflasi hingga 2014. Sedangkan KHL yang ditetapkan Dewan Pengupahan tersebut cenderung kental kepentingan pengusaha.

“Kami menolak dengan angka ini. Biar wali kota yang memutuskan akan menetapkan yang mana,” terangnya.

Wahyu berharap wali kota mampu bersikap fair dan lebih memperhatikan nasib kaum buruh. Jika ternyata wali kota juga tak mampu, dirinya siap membawa dua angka KHL ke Gubernur.
(gpr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Pengusaha Ancam Potong...
Pengusaha Ancam Potong Gaji Buruh, Jika Gubernur Naikkan UMP
Ini 6 Negara dengan...
Ini 6 Negara dengan Gaji Buruh Tertinggi di Dunia
BPS: Upah Nominal Buruh...
BPS: Upah Nominal Buruh Tani Meningkat 0,15%
Buruh Minta UMP 2022...
Buruh Minta UMP 2022 Naik 10%, KSPI Beberkan Alasannya
Sempat Alot, Upah Buruh...
Sempat Alot, Upah Buruh di Karawang Diusulkan Naik Jadi Rp5.797.000
Buruh Jawa Barat Tuntut...
Buruh Jawa Barat Tuntut Kenaikan Upah 8% pada 2021
Berita Terkini
Masyarakat Diminta Tak...
Masyarakat Diminta Tak Panik Respons Kondisi Ekonomi RI, Ekonom: Jaga Optimisme Berdasar Data
2 jam yang lalu
Program CIMB Niaga Sustainability...
Program CIMB Niaga Sustainability Journalism Fellowship Memilih 20 Jurnalis
3 jam yang lalu
Purbaya Belum Percaya...
Purbaya Belum Percaya Daya Beli Mulai Lesu di Warteg: Nanti Saya Cek Lagi
4 jam yang lalu
LPPOM Dorong Konsep...
LPPOM Dorong Konsep Green Halal untuk Perkuat Industri Berkelanjutan
4 jam yang lalu
Bitget Stocks 2.0 Hadir...
Bitget Stocks 2.0 Hadir Menghubungkan Ekuitas Berbentuk Token dengan Likuiditas Nyata
4 jam yang lalu
LPPOM Paparkan Peluang...
LPPOM Paparkan Peluang Industri Halal Indonesia di Tokyo
4 jam yang lalu
Infografis
Hasil Drawing Piala...
Hasil Drawing Piala AFF 2026: Timnas Indonesia Bentrok dengan Vietnam
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved