Pembangunan bandara diyakini merubah wajah Karawang

Jum'at, 27 September 2013 - 21:05 WIB
Pembangunan bandara...
Pembangunan bandara diyakini merubah wajah Karawang
A A A
Sindonews.com - Penetapan tata ruang bandara yang akan dibangun di Kabupaten Karawang diyakini dapat merubah wajah Karawang itu sendiri. Oleh karenanya Bappeda Kabupaten Karawang tengah menggodok RDTR (Rencana Detail Tata Ruang) sebagai langkah antisipasi perubahan wajah karawang.

Kepala Bappeda, Samsuri mengatakan, jika tata ruang nasional diubah guna mengakomodir zona peruntukan bandara, maka pihaknya pun (Karawang) harus menyesuaikan efek domino yang kemungkinan besar dapat merubah wajah Karawang sendiri terutama pengembangan dan perluasan kota. Antisipasinya Bappeda kini tengah menyiapkan zonasi dalam RDTR.

"Jelas, kalau tata ruang nasional diubah dengan mengakomodir zona peruntukan bandara, kita pun di sini mesti membuat penyesuaian dari efek dominonya. Ini akan kita uraikan sebagiannya melalui RDTR dari penjabaran perda tata ruang Karawang (Perda nomor 2 tahun 2013)," ungkapnya saat ditemui di Pemkab Karawang, Jalan Ahmad Yani Kabupaten Karawang, Jumat (27/9/2013).

Dikatakannya, pihaknya kini tengah menggodok RDTR yang mengarah pada rencana pengembangan kota terlebih dahulu. Dan untuk mengawalinya, pengembangan akan dilakukan di Karawang kota terlebih dahulu. "Kaitan dengan peraturan zonasi ini, lebih awal pengembangan di Karawang Kota dulu, lalu nanti ke Cikampek dan Rengasdengklok," ujarnya.

Selain itu, pihaknya pun memastikan jalur hijau seperti di wilayah Kecamatan Telukjambe Barat, Telukjambe Timur, Pangkalan, dan Tegalwaru, akan tetap dipertahankan dalam perda Tata ruang hingga blok per bloknya.

Dia melanjutkan, untuk melakukan kajian tersebut, pihaknya membutuhkan dana sekitar Rp600 juta. "Sebenarnya soal biaya tergantung kompleksitas tata ruang dan luasannya. Makin kompleks atau makin luas, maka makin mahal pula biaya kajiannya. Oleh karena itu, untuk tahun ini kita memproses satu dulu yaitu untuk perkotaan Karawang," ungkapnya.

Selain itu, dirinya pun menargetkan draft RDTR dapat masuk program legislasi daerah (Prolegda) pada 2014 dengan harapan Raperda RDTR dapat segera diparipurnakan sekaligus masuk lembar daerah.

Sementara terkait pelabuhan di pantai utara Kecamatan Tempuran, dikatakannya tidak membutuhkan RDTR. Pasalnya legal formal peruntukan pelabuhan cukup memiliki Perda RTRW Kabupaten Karawang dan Jawa Barat yang diatur Undang-undang Penataan Ruang Nasional.

"Kalaupun kita nanti membuat RDTR, paling buat pengembangan Cilamaya. Di sana apakah dimungkinkan atau tidak. Pasalnya, di utara Karawang sudah menjadi komitmen bersama sebagai daerah pertanian teknis yang perlu dipertahankan," tandasnya.
(gpr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Stafsus Menkeu: Inovasi...
Stafsus Menkeu: Inovasi Kebijakan Daerah Jadi Kunci Pembangunan Nasional
Kunjungi Pelosok, Gubernur...
Kunjungi Pelosok, Gubernur Bantu Pembangunan Masjid Rp1 Miliar
Pohuwatu Gunakan Dana...
Pohuwatu Gunakan Dana Desa Bangun Rumah Sehat Komunal Gratis Bagi Warga Miskin
Pertamina Patra Niaga...
Pertamina Patra Niaga Regional JBB Tunjukkan Komitmen Dukung Pembangunan Daerah
Daya Saing Award, Upaya...
Daya Saing Award, Upaya Majukan Potensi di Daerah
Akselerasi Pembangunan...
Akselerasi Pembangunan Daerah
Berita Terkini
Sistem Payment Gateway...
Sistem Payment Gateway Revolusioner untuk UMKM & Startup Dirilis, Jaminan Uptime 99,95%
50 menit yang lalu
Liburan Sekolah Penuh...
Liburan Sekolah Penuh Aktivitas Seru, Edukatif, dan Bermakna Bersama Paramount Gading Serpong
1 jam yang lalu
Perang Iran Picu Guncangan...
Perang Iran Picu Guncangan Pasokan Minyak Terbesar Sepanjang Sejarah, Lampaui Krisis 1979
1 jam yang lalu
Pertamina Jamin Stok...
Pertamina Jamin Stok LPG di Surabaya Aman
2 jam yang lalu
Tol Prambanan-Purwomartani...
Tol Prambanan-Purwomartani Siap Beroperasi Mudik Lebaran 2027
2 jam yang lalu
Amran Klaim Teknologi...
Amran Klaim Teknologi Pertanian Papua Setara dengan Jepang dan AS
3 jam yang lalu
Infografis
11 Bandara Papua Ditutup...
11 Bandara Papua Ditutup Sementara Imbas Penembakan Pesawat Smart Air
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved