Serapan kedelai lokal di Surakarta capai 8.350 ton

Senin, 30 September 2013 - 10:21 WIB
Serapan kedelai lokal...
Serapan kedelai lokal di Surakarta capai 8.350 ton
A A A
Sindonews.com - Produksi kedelai lokal di wilayah eks-Karisidenan Surakarta mulai bergeliat. Perum Bulog Subdivre III Surakarta berhasil menyerap 8.350 ton di sejumlah sentra penghasil dalam dua pekan masa panen.

Kepala Perum Bulog Subdivre III Surakarta, Edhy Rizwan mengatakan, pasokan kedelai lokal ini dibeli dari petani asal Kabupaten Wonogiri sejak dipanen pada sepekan lalu, yaitu di sentra Baturetno, Baturono, dan Karang Tengah. Hasil panenan ini kemudian dilempar ke pasar Rp8.490 per kilo.

“Penentuan harga ini sudah sesuai keputusan Menteri Perdagangan. Bisa dipastikan tidak ada kelangkaan kedelai karena panenan di sentra penghasil terhitung cukup,” terangnya usai serah terima jabatan di gedung Bakorwil, Minggu (29/09/2013).

Penyaluran kedelai lokal ini menyasar 29 perajin tahu tempe yang tergabung di koperasi Boyolali dan Sukoharjo. Edhy mengklaim pengendalian harga kedelai oleh Bulog mampu menekan fluktuasi harga di wilayah eks-karisidenan Surakarta.

Kenaikan permintaan belum terlihat signifikan, meski tren ini jamak dijumpai di sejumlah daerah. Dipastikan pula pasokan kedelai mencukupi untuk beberapa bulan mendatang, mengingat Jawa Tengah dijatah kedelai impor sebanyak 28.000 ton mulai bulan depan.

Lebih lanjut, pria yang akan bergeser posisi di manajemen pusat Perum Bulog Jakarta ini mengatakan, disiapkan pula pasokan tambahan asal gudang Karangwuni dan Grogol.

Asisten Bidang Pemasaran, Perum Bulog Subdivre III, Bogi Wahyoko menambahkan, panen raya kedelai di wilayah selatan kurang signifikan. “Wilayah Bulukerto juga melakukan panen raya, tapi tidak banyak. Selain itu, ada pula di Nogosari dan Simo Boyolali, yang kuantumnya tidak sebanyak di Wonogiri. Meski begitu tetap kita serap,” ungkap Bogi.

Dikatakannya, satu sentra unit penghasil kedelai rata-rata menghasilkan maksimal 16-37 ton. Untuk lama panen kedelai lokal kini selama dua pekan. Pasokan kedelai impor yang masuk ke wilayah Solo, dijadwalkan mulai tiba pada 6 Oktober sebanyak 2.000 ton dari total pengadaan wilayah Jawa Tengah sebanyak 28.000 ton.
(gpr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Harga Kedelai Meroket,...
Harga Kedelai Meroket, Disperindag dan Polda Banten Sidak Gudang
Mencari Solusi Meredam...
Mencari Solusi Meredam Gejolak Harga Kedelai
Abai dengan Impor Kedelai,...
Abai dengan Impor Kedelai, Sampai Kapan?
Masih Ada Peluang Indonesia...
Masih Ada Peluang Indonesia Tak Bergantung pada Kedelai Impor
Kedelai Impor Tembus...
Kedelai Impor Tembus Rp1,2 Juta, Pedagang Tempe dan Tahu Dilema Naikkan Harga
Ironi Tanaman Kedelai...
Ironi Tanaman Kedelai di Indonesia: Tanahnya Terbaik, tapi Impor Terus
Berita Terkini
Implementasi PP TUNAS...
Implementasi PP TUNAS Harus Bisa Jaga Daya Saing Generasi Muda di Ekonomi Digital
15 menit yang lalu
Bank Sentral China Borong...
Bank Sentral China Borong Emas 19 Bulan Berturut-turut, Ada Apa?
19 menit yang lalu
BKI dan ASDP Perkuat...
BKI dan ASDP Perkuat Sinergi Keselamatan Kerja Melalui Audit SMK3
30 menit yang lalu
Silmy Karim Dicopot...
Silmy Karim Dicopot dari Komisaris Telkom usai Tersangka KPK
51 menit yang lalu
DPR Ingatkan Potensi...
DPR Ingatkan Potensi Moral Hazard Penambahan Layer Rokok Ilegal
1 jam yang lalu
Merger BUMN Karya Mundur...
Merger BUMN Karya Mundur ke Kuartal IV-2026, BP BUMN Ungkap Alasannya
1 jam yang lalu
Infografis
10 Universitas Paling...
10 Universitas Paling Diminati di SNBT 2026, UI Paling Favorit
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved