Siap bangun kilang, Pertamina tagih insentif

Senin, 30 September 2013 - 15:21 WIB
Siap bangun kilang,...
Siap bangun kilang, Pertamina tagih insentif
A A A
Sindonews.com - Vice President Of Strategic Planning Business Development Investment Planning and Risk Management Directorate PT Pertamina (persero) Ardhy Mokobombang mengatakan bahwa Pertamina meminta pemerintah segera membuat kebijakan yang pasti terkait janji pemberian insentif untuk pembangunan dan pengembangan kilang bahan bakar minyak (BBM) di dalam negeri.

"Pertamina siap membangun kilang. Kilang itu kan marginal. Di sini dibutuhkan insentif karena kalau sekedar business to business tidak menguntungkan, artinya Pertamina kesulitan," kata dia dalam acara Mini Seminar Koran Sindo dengan tema "Menciptakan Kebijakan Energi Berorientasi Pada Ketahanan Energi Nasional" di Hotel Shangrila, Jakarta, Senin (30/9/2013).

Dia menjelaskan, pembangunan konstruksi kilang membutuhkan waktu sekitar lima tahun. Dengan begitu, pembangunan kilang sangat mendesak dilakukan untuk memenuhi kebutuhan BBM dalam negeri dan mengurangi impor BBM.

"Pertamina mintanya insentif fiskal dan nonfiskal. Jangka panjang dampaknya akan lebih besar, UU Migas harus mengoreksi strategi pembangunan kilang dalam negeri adalah pilihan kebijakan," ungkap dia.

Direktur Eksekutif Reforminer Institute Pri Agung Rakhmanto menuturkan, pembangunan kilang tidak boleh ditunda-tunda. Pasalnya, dengan pertumbuhan kebutuhan BBM sebesar 5 persen per tahun, pada tahun 2018 diperkirakan kebutuhan BBM mencapai 77 juta kiloliter (kl). Sementara saat ini, tanpa pembangunan kilang baru, PT Pertamina hanya dapat menyediakan BBM sebanyak 40 juta kl.

"Saat ini adalah momentum tepat untuk memasukan insentif kilang dalam revisi Undang-Undang Migas sedang di godok di DPR," kata dia.

Anggota Komisi VII DPR Usman Dja'far mengatakan, produksi minyak yang tak pernah tercapai membuat negara menjadi net importir. Dengan demikian, harus mencari solusi yang tepat dan jangka panjang yang dituangkan dalam revisi UU Migas yang saat in sedang dalam pembahasan di DPR.

"Revisi UU sampai hari ini belum ada progress mungkin ada masalah x, sehingga tidak selesai-selesai. Menurut saya, ini menjadi prioritas untuk meningkatkan produksi nasional," kata dia.
(rna)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Cegah Kuota BBM Subsidi...
Cegah Kuota BBM Subsidi Jebol, BPH Migas Perketat Pengawasan
Soal Kuota BBM Subsidi,...
Soal Kuota BBM Subsidi, BPH Migas: Lakukan Pengendalian Konsumsi
BPH Migas Harap Kuota...
BPH Migas Harap Kuota BBM Subsidi Cukup Hingga Akhir Tahun
Pemerintah Tetapkan...
Pemerintah Tetapkan Kuota BBM Subsidi Pertalite 32,56 Juta KL Tahun Ini
80% Subsidi Pertalite...
80% Subsidi Pertalite Disedot Kalangan Mampu, BPH Migas Sarankan Distribusi Tertutup
Kuota BBM Pertalite...
Kuota BBM Pertalite Ditetapkan 31,2 Juta KL di 2025, Lebih Kecil dari 2024
Berita Terkini
Pertamina Pangkas 31...
Pertamina Pangkas 31 Anak Usaha Sepanjang Semester I 2026
2 jam yang lalu
Bukan Sekadar Rumah...
Bukan Sekadar Rumah Sudut, Ini Alasan Rumah Hoek Selalu Diburu
3 jam yang lalu
Sambangi RS IHC Perkebunan...
Sambangi RS IHC Perkebunan Jember Klinik, Komut Pertamina Tekankan Inovasi dan Empati
3 jam yang lalu
Stablecoin Rupiah Dinilai...
Stablecoin Rupiah Dinilai Berpotensi Perkuat Ekonomi Digital Indonesia
5 jam yang lalu
Transformasi BUMN Jalan...
Transformasi BUMN Jalan Terus lewat Peleburan 240 Perusahaan, Apa Manfaatnya?
5 jam yang lalu
Pertamina NRE Akselerasi...
Pertamina NRE Akselerasi Pembangunan PLTS di Lahan Pascatambang PTBA
5 jam yang lalu
Infografis
4 Negara Arab yang Siap...
4 Negara Arab yang Siap Bantu Qatar Balas Serangan Israel
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved