Harga minyak dunia anjlok akibat polemik anggaran AS
Senin, 30 September 2013 - 19:11 WIB
Harga minyak dunia anjlok akibat polemik anggaran AS
A
A
A
Sindonews.com - Harga minyak di perdagangan global merosot karena kebuntuan anggaran di Amerika Serikat (AS) mengancam menutup bagian ekonomi, yang merupakan konsumen utama minyak dunia.
Minyak mentah Brent North Sea untuk pengiriman November, turun 70 sen menjadi USD107,93 per barel dalam transaksi tengah hari di London. Sementara di New York, minyak West Texas Intermediate (WTI) untuk November turun USD1,04 menjadi USD101,83 per barel.
Minyak mentah berjangka mengalami kerugian di pasar ekuitas global, karena investor di seluruh dunia cemas atas kemungkinan shutdown pemerintah AS. Sebagai konsumen minyak terbesar di dunia kesehatan ekonomi Amerika memberikan pengaruh besar tehadap harga minyak mentah.
"Sektor energi masih khawatir kebuntuan anggaran AS memukul pertumbuhan ekonomi negara itu, yang pada gilirannya akan mengurangi permintaan minyak," kata Jonathan Sudaria, agen perdagangan Capital Spreads, seperti dilansir dari AFP, Senin (30/9/2013).
Parlemen AS memiliki satu hari terakhir untuk mencoba mencegah shutdown pertama pemerintah dalam 17 tahun, tetapi kesepakatan sedikit muncul karena para pemimpin Kongres menunjukkan sedikit niat untuk berkompromi.
Plafon utang AS juga harus diangkat sebelum pertengahan Oktober, jika tidak pemerintah bisa kehabisan uang untuk membayar tagihan. Jika batas pengeluaran tidak tercapai, Washington tidak akan mampu melayani kewajiban utang yang pada gilirannya akan default.
Di wilayah lain, situasi Italia menyebabkan harga saham anjlok dan biaya pinjaman naik pada Senin, akibat negara dilanda resesi konfrontasi antara Perdana Menteri Enrico Letta dan miliarder Silvio Berlusconi.
Setelah berminggu-minggu terjadi pertengkaran, Berlusconi menyatakan pihaknya akan menarik lima menteri dari pemerintahan koalisi yang rapuh dan menyerukan pemilihan umum sesegera mungkin.
Minyak mentah Brent North Sea untuk pengiriman November, turun 70 sen menjadi USD107,93 per barel dalam transaksi tengah hari di London. Sementara di New York, minyak West Texas Intermediate (WTI) untuk November turun USD1,04 menjadi USD101,83 per barel.
Minyak mentah berjangka mengalami kerugian di pasar ekuitas global, karena investor di seluruh dunia cemas atas kemungkinan shutdown pemerintah AS. Sebagai konsumen minyak terbesar di dunia kesehatan ekonomi Amerika memberikan pengaruh besar tehadap harga minyak mentah.
"Sektor energi masih khawatir kebuntuan anggaran AS memukul pertumbuhan ekonomi negara itu, yang pada gilirannya akan mengurangi permintaan minyak," kata Jonathan Sudaria, agen perdagangan Capital Spreads, seperti dilansir dari AFP, Senin (30/9/2013).
Parlemen AS memiliki satu hari terakhir untuk mencoba mencegah shutdown pertama pemerintah dalam 17 tahun, tetapi kesepakatan sedikit muncul karena para pemimpin Kongres menunjukkan sedikit niat untuk berkompromi.
Plafon utang AS juga harus diangkat sebelum pertengahan Oktober, jika tidak pemerintah bisa kehabisan uang untuk membayar tagihan. Jika batas pengeluaran tidak tercapai, Washington tidak akan mampu melayani kewajiban utang yang pada gilirannya akan default.
Di wilayah lain, situasi Italia menyebabkan harga saham anjlok dan biaya pinjaman naik pada Senin, akibat negara dilanda resesi konfrontasi antara Perdana Menteri Enrico Letta dan miliarder Silvio Berlusconi.
Setelah berminggu-minggu terjadi pertengkaran, Berlusconi menyatakan pihaknya akan menarik lima menteri dari pemerintahan koalisi yang rapuh dan menyerukan pemilihan umum sesegera mungkin.
(dmd)
Lihat Juga :