IHSG berpotensi diberondong aksi jual

Selasa, 01 Oktober 2013 - 08:09 WIB
IHSG berpotensi diberondong...
IHSG berpotensi diberondong aksi jual
A A A
Sindonews.com - Situasi mendebarkan datang dari dalam negeri pada perdagangan Selasa ini, dimana Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diwarnai pengumuman inflasi september serta data kejatuhan tajam atas indeks Dow Jones semalam.

"Selasa ini, bukan hanya akan dirilis data inflasi September yang saya perkirakan sebesar 0,44 persen, tetapi juga ekspor Agustus diperkirakan minimal USD15,15 miliar dan impor USD17 miliar," kata Kepala Riset MNC Securities Edwin Sebayang, Selasa (1/10/2013).

Data yang juga ditunggu pelaku pasar, Lanjut Edwin, adalah apakah defisit total perdagangan bisa berkurang dari USD5,65 miliar, serta apakah defisit transaksi berjalan bisa lebih rendah USD9,8 milar.

"Jika data defisit perdagangan, defisit transaksi berjalan dan inflasi tidak sesuai dengan harapan market, bukan mustahil Selasa ini IHSG dan rupiah akan kembali diberondong aksi jual," tandasnya.

Secara teknikal, lanjut Edwin, IHSG hari selasa ini akan bergerak pada rentang 4.254-4.375. Dengan pola black closing marubozu terbentuk atas IHSG mengindikasikan lanjutan aksi jual.

Dari luar negeri, kombinasi sentimen negatif menjadi faktor Dow ditutup turun tajam sebesar 128,57 poin (0,84 persen) ditutup di level 15.129,67 disertai kenaikan tajam The Vix sebesar 7,37 persen ditutup dilevel 16,6.

Pelemahan ini terjadi di tengah meningkatnya data aktivitas bisnis di Midwest bulan September di level 55,7, lebih tinggi dibandingkan data Agustus dilevel 53.

Adapun kombinasi sentimen negatif tersebut datang dari adanya berita penolakan US Senate atas rancangan anggaran yang diajukan The US House of Republic menjadikan penutupan banyak agen pemerintahan di malam hari ini mungkin akan terjadi dan pertama kali terjadi selama 17 tahun terakhir.

Di sisi lain, kekacauan politik dan pemerintahan yang terjadi di Itali setelah Pemimpin the Center-Right Party Silvio Berlusconi, memerintahkan beberapa menterinya untuk berhenti dari pemerintahan saat ini di hari Sabtu.

Selain itu, ada juga berita tentang mengecewakannya data ekonomi China's final reading of manufacturing activity from HSBC bulan September di level 50,2 atau lebih rendah dari data preliminary diawal bulan September di level 51,2.
(rna)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Ditutup di Zona Merah,...
Ditutup di Zona Merah, IHSG Turun 14 Poin ke Level 6.112
Dipompa Penguatan 193...
Dipompa Penguatan 193 Saham, IHSG Dibuka Naik ke Level 6.116
IHSG Pagi Ini Dibuka...
IHSG Pagi Ini Dibuka Menyusut Terseret Pelemahan 142 Saham
Berakhir Perkasa, Ini...
Berakhir Perkasa, Ini 9 Fakta IHSG Dalam Sepekan
IHSG Diperkirakan Bergerak...
IHSG Diperkirakan Bergerak Tertahan di Kisaran Level 5.016-5.202
Jelang Rilis Suku Bunga...
Jelang Rilis Suku Bunga Acuan BI, IHSG Belum Akan Berubah Banyak
Berita Terkini
AFI Tawarkan Perlindungan...
AFI Tawarkan Perlindungan Jiwa Lintas Generasi Perkuat Ketahanan Finansial
14 menit yang lalu
Rusia Larang Ekspor...
Rusia Larang Ekspor Solar, Picu Kekhawatiran Baru di Pasar Energi Dunia
29 menit yang lalu
PNM Bawa Suara Jutaan...
PNM Bawa Suara Jutaan Pengusaha Ultra Mikro di Halal Expo Indonesia 2026
54 menit yang lalu
Sabet Dua Penghargaan,...
Sabet Dua Penghargaan, Great Eastern Life Bersinar di Ajang Insurance Asia Awards 2026
1 jam yang lalu
Aturan Baru Outsourcing...
Aturan Baru Outsourcing Masuk Tahap Finalisasi, Said Iqbal: Target Rampung Juli 2026
1 jam yang lalu
Industri Plastik Tertekan...
Industri Plastik Tertekan Impor Murah China, Pabrik Mulai Pangkas Jam Kerja
1 jam yang lalu
Infografis
6 Kendaraan Polisi yang...
6 Kendaraan Polisi yang Biasa Diterjunkan dalam Aksi Demo
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved