Bangun waduk di hulu Ciliwung butuh anggaran Rp1,2 T
Rabu, 02 Oktober 2013 - 19:25 WIB
Bangun waduk di hulu Ciliwung butuh anggaran Rp1,2 T
A
A
A
Sindonews.com - Pembangunan empat titik waduk di hulu sungai Ciliwung yang merupakan kerja sama pemprov DKI Jakarta dan Kementrian BUMN akan menghabiskan anggaran Rp1,2 triliun.
"Dianggarkan senilai Rp1,2 triliun," ungkap Menteri BUMN Dahlan Iskan, usai bertandang ke Balaikota untuk menandatangani kesepakatan kerja sama penanggulangan banjir dan penyediaan air baku bagi Jakarta, Rabu (2/10/2013).
Pria yang suka mengenakan sepatu kets ini mengungkapkan, untuk realisasi mega projek waduk long storage ini akan dikelolah oleh pemprov dan Kementrian BUMN, dengan komposisi BUMN mengelola 51 persen nilai proyek, dan 49 persen oleh BUMD.
"Kami berdua juga pernah di swasta. Kalau saya minta 50-50, apabila di perusahaan ada masalah, susah dipecahkan akhirnya proyek macet. Meski selisih satu persen, tapi tetap ada solusi," terangnya.
Dahlan menungkapkan, proyek pembangunan waduk dengan menggunakan teknologi terasering ini akan dibangun kurang lebih seluas 40 hektar di daerah Bogor, Jawa Barat. "Untuk lokasinya nanti rahasia. Belum bisa dijelaskan," kata Dahlan.
"Dianggarkan senilai Rp1,2 triliun," ungkap Menteri BUMN Dahlan Iskan, usai bertandang ke Balaikota untuk menandatangani kesepakatan kerja sama penanggulangan banjir dan penyediaan air baku bagi Jakarta, Rabu (2/10/2013).
Pria yang suka mengenakan sepatu kets ini mengungkapkan, untuk realisasi mega projek waduk long storage ini akan dikelolah oleh pemprov dan Kementrian BUMN, dengan komposisi BUMN mengelola 51 persen nilai proyek, dan 49 persen oleh BUMD.
"Kami berdua juga pernah di swasta. Kalau saya minta 50-50, apabila di perusahaan ada masalah, susah dipecahkan akhirnya proyek macet. Meski selisih satu persen, tapi tetap ada solusi," terangnya.
Dahlan menungkapkan, proyek pembangunan waduk dengan menggunakan teknologi terasering ini akan dibangun kurang lebih seluas 40 hektar di daerah Bogor, Jawa Barat. "Untuk lokasinya nanti rahasia. Belum bisa dijelaskan," kata Dahlan.
(gpr)
Lihat Juga :