Ratifikasi FCTC, sejuta petani cengkeh dirugikan

Jum'at, 04 Oktober 2013 - 13:01 WIB
Ratifikasi FCTC, sejuta...
Ratifikasi FCTC, sejuta petani cengkeh dirugikan
A A A
Sindonews.com - Kementerian Kesehatan tengah meratifikasi Kerangka Kerja Pengendalian Tembakau atau Framework Convention on Tobacco Control (FCTC) yang akan diberlakukan pada tahun depan. Hal tersebut diyakini akan merugikan para petani cengkeh nasional. Alasannya, satu juta petani tembakau akan gulung tikar apabila aturan tersebut diberlakukan.

Ketua Asosiasi Petani Cengkeh Indonesia (APCI) Soetarjo mengatakan, sebanyak 93 persen cengkeh nasional yang dipakai untuk industri rokok nasional. Dia menyayangkan pernyataan Menteri Kesehatan Nafsiah Mboi yang menyebutkan cengkeh nasional hanya digunakan sedikit dalam industri rokok nasional.

"Hampir satu juta petani dari total lima juta hektar lahan cengkeh yang akan gulung tikar. Pasalnya, ada 93 persen cengkeh diserap oleh industri rokok, terutama kretek. Jadi kami punya data jelas," ujar Soetarjo dalam siaran persnya kepada wartawan di Jakarta, Jumat (4/10/2013).

Soetarjo mengungkapkan, Kementerian Perindustrian dengan tegas menolak rencana ratifikasi FCTC tersebut. Menurut dia, hasil produksi cengkeh Indonesia per tahun berkisar 100.000 ton dengan luas lahan sekitar lima juta hektare.

Kini produksinya berkisar 75.000 ton lantaran masalah cuaca sehingga harganya melonjak. "Kami minta jangan ada regulasi yang mengganggu petani cengkeh," katanya.

Seotarjo menegaskan, Kemenkes harus mengetahui bahwa cengkeh asal Indonesia sangat disukai pasar dan dinyatakan terbaik di dunia. "Jika FCTC diterapkan ditandatangani otomatis pemakaian cengkeh berkurang, petani di daerah akan kacau," tuturnya.
(gpr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Pakar Paparkan Sains...
Pakar Paparkan Sains dan Teknologi di Balik Tembakau Inovatif Bebas Asap
Siasat Produsen Rokok...
Siasat Produsen Rokok Hadapi Pelemahan Daya Beli
Foom Berupaya Bantu...
Foom Berupaya Bantu Perokok Beralih ke Cara yang Lebih Aman
Pelaku IHT Duga Ada...
Pelaku IHT Duga Ada Tekanan Pihak Tertentu Soal Kenaikan Cukai Rokok
Pemerintah Diminta Lindungi...
Pemerintah Diminta Lindungi Industri Rokok Klembak Menyan
Menelisik Fenomena Rokok...
Menelisik Fenomena Rokok Ilegal
Berita Terkini
Harga Emas Hari Ini...
Harga Emas Hari Ini Turun Lagi Rp10 Ribu per Gram, Saatnya Beli Bunda?
6 menit yang lalu
Impor Energidari 41...
Impor Energidari 41 Negara, India Tak Mampu Tolak Minyak Rusia:Kami Cari yang Paling Murah!
56 menit yang lalu
Bos IMF Peringatkan...
Bos IMF Peringatkan Dunia Tak Akan Pernah Normal Lagi: Bersiap Hadapi Gelombang Krisis Baru
1 jam yang lalu
Borong Penghargaan HR...
Borong Penghargaan HR Asia 2026, Pegadaian Buktikan Diri Jadi Tempat Kerja Terbaik di Asia!
10 jam yang lalu
Implementasi PP TUNAS...
Implementasi PP TUNAS Harus Bisa Jaga Daya Saing Generasi Muda di Ekonomi Digital
10 jam yang lalu
Bank Sentral China Borong...
Bank Sentral China Borong Emas 19 Bulan Berturut-turut, Ada Apa?
10 jam yang lalu
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved