Populasi sapi di Sleman terus alami penurunan

Jum'at, 04 Oktober 2013 - 17:52 WIB
Populasi sapi di Sleman...
Populasi sapi di Sleman terus alami penurunan
A A A
Sindonews.com - Pengembangan sapi di Sleman pada 2012 mengalami penurunan jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya. Data Dinas Pertanian, Perikanan dan Kehutanan (DP2K) Sleman pada 2011 populasi sapi Sleman mencapai 53 ribu, namun pada 2012 hanya tercapai 46 ribu atau turun 7 ribu.

Kegagalan indukan untuk bunting diduga menjadi penyebab utamanya. Sleman sendiri pada 2013 menargetkan untuk populasi mencapai 54.500 ekor. Hingga September telah tercapai 65 persen.

Kepala bidang Peternakan DP2K Sleman, Suwandi Aziz mengatakan, untuk mewujudkan dan mengatasi berkurangnya populasi sapi di Sleman, berbagai kebijakan telah dilakukan, terutama meningkatkan kualitas indukan.

Di antaranya dengan memberikan intensifikasi pengembangan sapi. Yaitu berupa pemberian bantuan pakan dan subsidi bagi pemilik sapi bunting agar tidak menjual sapinya, yaitu sebesar Rp600 ribu.

”Bantuan sapi bunting diberikan dengan syarat minimal bunting 5 bulan. Tahun ini kami menyedikan anggaran bantuan untuk sapi bunting Rp360 juta,” kata Azis, Jumat (4/10/2013).

Selain itu juga dengan memberi fasilitas kendaraan bagi petugas penyuluh dan untuk meningkatkan produktivitas dengan meningkatan kualitas pakan tambahan. Sebab sampai saat ini masih banyak petani yang tidak memperhatikan pakan ternaknya.

”Penghasil sapi terbanyak di kabupaten Sleman sekarang adalah kecamatan Prambanan,” paparnya.

Kepala DP2K Sleman, Widi Sutikno menambahkan, dengan berbagai upaya ini diharapkan populasi sapi di Sleman dapat tercapai bahkan melebihi target.

Dengan begitu, bukan hanya akan memenuhi kebutuhan di tingkat lokal, namun juga bisa memasok ke daerah lain. Karena itu, terus akan mencari dan mengembangkan untuk peningkatan populasi sapi ini.
(gpr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Tak Perlu Khawatir Bakal...
Tak Perlu Khawatir Bakal Langka, Berikut 5 Olahan Daging Sapi yang Bisa Disimpan Lama
Siap-siap! RI Akan Impor...
Siap-siap! RI Akan Impor Daging Sapi dari Meksiko
Pedagang Daging Masih...
Pedagang Daging Masih Ada yang Mogok, Jappdi Ungkap Alasannya
Stok Daging Surplus,...
Stok Daging Surplus, Kementan: Mestinya Harga Tidak Naik
Pedagang Daging Pilih...
Pedagang Daging Pilih Mogok Jualan
5 Ide Olahan Daging...
5 Ide Olahan Daging Sapi Kurban yang Mudah Dibuat di Rumah, Praktis dan Lezat
Berita Terkini
Obat Generik Bebas Tarif...
Obat Generik Bebas Tarif 2 Tahun, Lalu Melonjak Jadi 200%
58 menit yang lalu
Jasaraharja Putera Raih...
Jasaraharja Putera Raih Pertumbuhan Berkelanjutan dan RBC Capai 371,90%
1 jam yang lalu
Pelabuhan Patimban Resmi...
Pelabuhan Patimban Resmi Layani Impor Perdana, Komponen Mobil Listrik BYD Lanjut ke Pabrik Subang
2 jam yang lalu
Kinerja Positif 2025,...
Kinerja Positif 2025, Jasa Raharja Catatkan Laba Bersih Rp2,30 Triliun
2 jam yang lalu
Harga Emas Hari Ini...
Harga Emas Hari Ini Berbalik Merayap Naik Rp3 Ribu per Gram, Intip Rincian Lengkapnya
3 jam yang lalu
DJP Gandeng Babinsa...
DJP Gandeng Babinsa dan Bhabinkamtibmas Awasi Pajak: Hanya Pendamping, Tak Perlu Khawatir
4 jam yang lalu
Infografis
20 Universitas Terbaik...
20 Universitas Terbaik di Indonesia Versi QS WUR 2027
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved