Jepang pelajari bangun Shinkansen Jakarta-Surabaya
Jum'at, 04 Oktober 2013 - 18:38 WIB
Jepang pelajari bangun Shinkansen Jakarta-Surabaya
A
A
A
Sindonews.com - Pemerintah Jepang masih tertarik untuk mengembangkan dan membangun jalur kereta api super cepat, Shinkansen di Indonesia.
Duta Besar Indonesia untuk Jepang, Muhammad Lutfi mengatakan, pemerintah Jepang melaui Japan International Cooperation Agency (JICA) masih terus melakukan studi jalur kereta Shinkansen dari Jakarta ke Surabaya.
Lutfi mengaku, dalam pertemuan para Menteri Transportasi APEC di Tokyo baru-baru ini, rencana tersebut sudah dibicarakan kepada Menteri Perhubungan Indonesia, EE Mangindaan.
"Jadi, pemerintah Jepang ingin mengekspor teknologi kereta ini dan baru pemerintah Jepang. Jadi sudah dibicarakan kepada Pak Mangindaan bahwa Shinkansen akan menjadi agenda mereka (Jepang)," jelas Lutfi di Hotel Marriott Nusa Dua, Bali, Jumat (4/10/2013).
Studi yang sedang dikerjakan JICA antara lain terkait pembuatan rel baru untuk Shinknsen. Karena apabila kereta ini memakai rel lama akan sangat berisiko karena kecepatannya yang sangat tinggi.
"Mereka sedang buat studinya, supaya kalau nanti dibuat rel baru berapanya kita jadi tahu," lanjutnya.
Meski belum bisa menyebutkan estimasi lamanya jarak tempuh menggunakan Shinkansen, namun Lutfi meyakini bahwa kereta tersebut akan tetap kompetitif, bahkan mampu beradu cepat dengan pesawat.
"Tokyo-Osaka itu 450 km bisa ditempuh 2,5 jam. Sedangkan kalau naik pesawat saja delay-nya bisa satu jam. Jadi pembangunan ini akan berkualitas," pungkas mantan Kepala BKPM tersebut.
Duta Besar Indonesia untuk Jepang, Muhammad Lutfi mengatakan, pemerintah Jepang melaui Japan International Cooperation Agency (JICA) masih terus melakukan studi jalur kereta Shinkansen dari Jakarta ke Surabaya.
Lutfi mengaku, dalam pertemuan para Menteri Transportasi APEC di Tokyo baru-baru ini, rencana tersebut sudah dibicarakan kepada Menteri Perhubungan Indonesia, EE Mangindaan.
"Jadi, pemerintah Jepang ingin mengekspor teknologi kereta ini dan baru pemerintah Jepang. Jadi sudah dibicarakan kepada Pak Mangindaan bahwa Shinkansen akan menjadi agenda mereka (Jepang)," jelas Lutfi di Hotel Marriott Nusa Dua, Bali, Jumat (4/10/2013).
Studi yang sedang dikerjakan JICA antara lain terkait pembuatan rel baru untuk Shinknsen. Karena apabila kereta ini memakai rel lama akan sangat berisiko karena kecepatannya yang sangat tinggi.
"Mereka sedang buat studinya, supaya kalau nanti dibuat rel baru berapanya kita jadi tahu," lanjutnya.
Meski belum bisa menyebutkan estimasi lamanya jarak tempuh menggunakan Shinkansen, namun Lutfi meyakini bahwa kereta tersebut akan tetap kompetitif, bahkan mampu beradu cepat dengan pesawat.
"Tokyo-Osaka itu 450 km bisa ditempuh 2,5 jam. Sedangkan kalau naik pesawat saja delay-nya bisa satu jam. Jadi pembangunan ini akan berkualitas," pungkas mantan Kepala BKPM tersebut.
(izz)
Lihat Juga :