PLN pilih alokasi LNG daripada gas dari hulu

Selasa, 08 Oktober 2013 - 10:40 WIB
PLN pilih alokasi LNG...
PLN pilih alokasi LNG daripada gas dari hulu
A A A
Sindonews.com - Kepala Divisi BBM dan Gas PT PLN, Suryadi Mardjoeki mengatakan, PLN cenderung meminta alokasi LNG ketimbang gas dari hulu.

Karena, kebutuhan gas untuk pembangkit listrik di sekitar daerah Moelong, Kabupaten Banggai, Sulawesi Tengah, hanya sedikit, yaitu 5 bbtud.

Sementara, alokasi gas dari Blok Matindok yang dikembangkan PT Pertamina EP dan Blok Senoro Toili yang dikelola JOB Pertamina-Medco E&P Tomori mencapai 25 bbtud.

Jika tetap dipaksakan dari hulu, akan ada alokasi gas yang tidak bisa diserap untuk pembangkit listrik PLN. Untuk itu, PLN berharap agar alokasi gas berupa LNG, sehingga sisa alokasi gas lainnya yang belum terserap bisa dibawa ke pembangkit listrik di daerah lain. "Sisanya bisa dibawa ke Sulawesi Utara dan Maluku," kata dia, Senin (7/10/2013).

Menurut Suryadi, jika dapat kepastian alokasi gas dari Matindok, gas akan dimanfaatkan untuk mengganti BBM yang selama ini dikonsumsi untuk pembangkit listrik tenaga diesel (PLTD) di sekitar daerah tersebut.

"Pembangkit khusus memang belum ada, tapi nanti kalau sudah pasti dapat gasnya, PLTD di sana diganti menjadi gas engine. Yang tadinya pakai BBM jenis HSD (High Speed Diesel) akan diganti menjadi gas," ungkap dia.

Namun, General Manager Proyek Pengembangan Gas Matindok, Mediantom mengatakan, pada prinsipnya ada skema menggunakan setelah commisioning bahwa pada 2015 DSLNG, apakah mampu menyerap gas tersebut kalau tidak maka akan diserap oleh PLN.

"Apakah nanti akan diproses LNG atau bagaimana terserah nanti kepada PLN. Yang jelas kami jualnya gas lepas saja," jelas dia.

Ditemui ditempat yang sama, Media Relations DSLNG, Doty Damayanti mengatakan, skema pembelian berada di tangan pemerintah sehingga kami selaku pembeli tidak bisa memutuskan.

"Dua-duanya kan pembeli jadi semua diserahkan ke pemerintah (Pertamina)," kata dia.

Seperti diketahui kepastian alokasi LNG dari kilang LNG Donggi Senoro sesuai surat dari Kepala Badan Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (kini, Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Migas/SKK Migas) saat dijabat oleh R Priyono.

Surat Kepala BP Migas saat itu menyebutkan alokasi gas ke PLN dari kilang LNG Donggi Senoro berupa LNG. Tetapi baru akan diberikan setelah evaluasi kilang LNG beroperasi selama dua tahun.

Surat Persetujuan pasokan gas diterbitkan oleh SKK Migas bahwa alokasi gas untuk PLN diperoleh dari lapangan hulu yang dikelola JOB Pertamina-Medco Tomori dan PT Pertamina EP.
(izz)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Petani Mendapat Sosialisasi...
Petani Mendapat Sosialisasi Keamanan Seiring Gas JTB Mulai Dialirkan
Kompor Induksi Buat...
Kompor Induksi Buat Hidup Jadi Lebih Praktis, Nyaman dan Hemat
Pertamina Mulai Berlakukan...
Pertamina Mulai Berlakukan Transaksi Non Tunai
Pengamat Minta Rencana...
Pengamat Minta Rencana IPO PT ASDP Persero Dibatalkan
Restrukturisasi Pertamina...
Restrukturisasi Pertamina Ditegaskan Sesuai Buku Putih dan Roadmap BUMN
Setoran Pertamina Cetak...
Setoran Pertamina Cetak Rekor, Legislator: Ke Depan Maksimalkan Potensi Hulu
Berita Terkini
AS Gempur Iran 12 Malam...
AS Gempur Iran 12 Malam Beruntun & Houthi Tembak Tanker Saudi, Harga Minyak Dunia Tembus USD96/Barel
1 jam yang lalu
Purbaya Bebaskan Bea...
Purbaya Bebaskan Bea Masuk Impor LPG dan Komponen Pesawat Udara
1 jam yang lalu
Indonesia Punya 40%...
Indonesia Punya 40% Cadangan Nikel Dunia, Anehnya Tak Bisa Pimpin Rantai Pasok Baterai Global
2 jam yang lalu
1.500 Pekerja Tekstil...
1.500 Pekerja Tekstil Terancam Kena PHK, Said Iqbal Ungkap Lokasinya
2 jam yang lalu
Relevansi Jadi Kunci...
Relevansi Jadi Kunci Utama Membangun Kekuatan Merek di Era Digital
11 jam yang lalu
Eropa Mulai Terbelah,...
Eropa Mulai Terbelah, Enam Negara Tolak Sanksi Baru terhadap Rusia
11 jam yang lalu
Infografis
Ranking FIFA usai Piala...
Ranking FIFA usai Piala Dunia 2026: Spanyol Gusur Argentina dari Takhta
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved