Pengusaha transportasi Bali kurang dilibatkan di APEC

Rabu, 09 Oktober 2013 - 12:00 WIB
Pengusaha transportasi...
Pengusaha transportasi Bali kurang dilibatkan di APEC
A A A
Sindonews.com - Ajang Konferensi Tingkat tinggi Asia Pasific Economic Coorporation (KTT APEC) Bali berlangsung sukses, baik dari sisi keamanan, kenyamanan hingga penyediaan sarana transportasi yang merupakan penunjang utama ajang MICE tingkat dunia.

"Kami penguasaha rental di Bali bangga mampu membantu suksesnya KTT, tapi sayang sekali dari sisi manajemen penyediaan transportasi, pemerintah pusat (panitia KTT) tidak melibatkan penuh pengusaha lokal. Kami tidak pernah diajak bicara," kata Ketua Asosiasi Perusahaan Rental Kendaraan Indonesia (Asperkindo) I Nyoman Seniweca di Restoran Pondok Tempo Doeloe, Kuta, Bali, Rabu (9/10/2013).

Menurut Nyoman yang juga pemilik wirasana rental, total kendaraan yang dibutuhkan sepanjang KTT APEC (1-8 oktober 2013) mencapai 10 ribu unit untuk jenis bus besar/sedang, mobil kelas premium Alphard, Camry, Mercy dan Fortuner yang digunakan oleh Kedubes, CEO dan delegasi 21 negara anggota APEC.

"Diperkirakan biaya per hari transportasi KTT APEC mencapai Rp40 miliar lebih, dengan asumsi rata-rata Rp400 ribu dikalikan 10 ribu kendaraan," ujar Nyoman.

Nyoman menuturkan, meski Bali selalu dipercaya menjadi tuan rumah penyelenggara MICE tingkat regional maupun global, namun dari sisi management skill pengusaha jasa transportasi Bali masih minim, mengingat pemerintah pusat mengendalikan penuh kebutuhan kendaraan selama agenda MICE berlangsung.

Menurut Nyoman, ketersediaan kendaraan di Bali dikondisikan selalu kurang, sehingga kerap kali mendatangkan kendaraan dari luar Bali terutama dari Jawa.

"Kalau ketersediaan kendaraan diberikan full kepada kami (pengusaha transportasi) tentu kami sanggup. Tapi akses untuk menambah kendaraaan melalui fasilitas kredit kendaraan selalu dibatasi, ini kan capital flight jauh lebih besar ke luar Bali," keluh nyoman.

Sementara itu Nyoman menyatakan, anggota Asperkindo Bali mencapai 15 perusahaan dan itu belum termasuk perusahaan rental keluarga yang jumlahnya jauh lebih besar di seluruh Bali.

"Mereka jauh lebih banyak dibanding yang terdaftar. Potensinya jauh lebih besar jika mereka diberdayakan," pungkasnya.
(rna)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Mendag Dorong Anggota...
Mendag Dorong Anggota APEC Kolaborasi Pulihkan Ekonomi Akibat Pandemi
Padat, Ini Rangkaian...
Padat, Ini Rangkaian Agenda Jokowi Hari Ini di KTT APEC Thailand
Setelah G20 di Bali,...
Setelah G20 di Bali, KTT APEC Digelar di Thailand
Presiden Prabowo Tiba...
Presiden Prabowo Tiba di Korea Selatan, Bakal Hadiri KTT APEC
Tergabung di 3 Forum...
Tergabung di 3 Forum Kerja Sama Internasional, Menko Airlangga: Indonesia Punya Posisi Strategis
Menko Airlangga dan...
Menko Airlangga dan Pemimpin Ekonomi APEC Dorong Kolaborasi Teknologi antara Pemerintah dan Dunia Usaha
Berita Terkini
Masyarakat Diminta Tak...
Masyarakat Diminta Tak Panik Respons Kondisi Ekonomi RI, Ekonom: Jaga Optimisme Berdasar Data
27 menit yang lalu
Program CIMB Niaga Sustainability...
Program CIMB Niaga Sustainability Journalism Fellowship Memilih 20 Jurnalis
1 jam yang lalu
Purbaya Belum Percaya...
Purbaya Belum Percaya Daya Beli Mulai Lesu di Warteg: Nanti Saya Cek Lagi
1 jam yang lalu
LPPOM Dorong Konsep...
LPPOM Dorong Konsep Green Halal untuk Perkuat Industri Berkelanjutan
1 jam yang lalu
Bitget Stocks 2.0 Hadir...
Bitget Stocks 2.0 Hadir Menghubungkan Ekuitas Berbentuk Token dengan Likuiditas Nyata
2 jam yang lalu
LPPOM Paparkan Peluang...
LPPOM Paparkan Peluang Industri Halal Indonesia di Tokyo
2 jam yang lalu
Infografis
Daftar Skuad Timnas...
Daftar Skuad Timnas Mesir di Piala Dunia 2026, Mohamed Salah Ujung Tombak
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved