Rupiah diprediksi terkoreksi di akhir pekan
Jum'at, 11 Oktober 2013 - 08:52 WIB
Rupiah diprediksi terkoreksi di akhir pekan
A
A
A
Sindonews.com - Pergerakan Rupiah semakin galau tertinggal laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang justru terus positif. Terus tertekannya nilai tukar rupiah disinyalir karena masih santernya sentimen negatif yang berhembus dari Amerika Serikat (AS).
"Rupiah masih berada di bawah resisten Rp11.530. Hari ini rupiah berada pada rentang Rp11.556-11.530/USD merujuk kurs tengah BI (Bank Indonesia)," kata Kepala Riset Trust Securities Reza Priyambada, Jumat (11/10/2013).
Proyeksi ini tak jauh berbeda dengan pergerakan rupiah pada perdagangan Kamis kemarin. Sama seperti sebelumnya, dimana laju IHSG masih mampu bertahan di zona positifnya, sementara laju rupiah masih terkoreksi.
Hal ini, lajut Reza, merupakan imbas adanya berita pengganti Gubernur The Fed saat ini, Ben Bernanke menguatkan nilai tukar USD.
"Tak ketinggalan masih alotnya pembahasan anggaran AS masih membuat penghindaran terhadap aset berisiko dan imbasnya negatif bagi rupiah," pungkas dia.
Posisi rupiah berdasarkan kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) BI pada hari kemarin di level Rp11.542/USD, melemah 2 poin dibanding hari sebelumnya di level Rp11.540/USD.
Namun, berdasarkan berdasarkan data Bloomberg pada Kamis (10/10/2013), rupiah di level Rp11.148/USD, menguat 65 poin dibanding penutupan kemarin di level Rp11.213/USD.
"Rupiah masih berada di bawah resisten Rp11.530. Hari ini rupiah berada pada rentang Rp11.556-11.530/USD merujuk kurs tengah BI (Bank Indonesia)," kata Kepala Riset Trust Securities Reza Priyambada, Jumat (11/10/2013).
Proyeksi ini tak jauh berbeda dengan pergerakan rupiah pada perdagangan Kamis kemarin. Sama seperti sebelumnya, dimana laju IHSG masih mampu bertahan di zona positifnya, sementara laju rupiah masih terkoreksi.
Hal ini, lajut Reza, merupakan imbas adanya berita pengganti Gubernur The Fed saat ini, Ben Bernanke menguatkan nilai tukar USD.
"Tak ketinggalan masih alotnya pembahasan anggaran AS masih membuat penghindaran terhadap aset berisiko dan imbasnya negatif bagi rupiah," pungkas dia.
Posisi rupiah berdasarkan kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) BI pada hari kemarin di level Rp11.542/USD, melemah 2 poin dibanding hari sebelumnya di level Rp11.540/USD.
Namun, berdasarkan berdasarkan data Bloomberg pada Kamis (10/10/2013), rupiah di level Rp11.148/USD, menguat 65 poin dibanding penutupan kemarin di level Rp11.213/USD.
(rna)