Kepala keuangan dunia peringatkan Fed

Senin, 14 Oktober 2013 - 14:47 WIB
Kepala keuangan dunia...
Kepala keuangan dunia peringatkan Fed
A A A
Sindonews.com - Kepala keuangan global memperingatkan Federal Reserve AS (Fed) agar berhati-hati saat bergerak memotong stimulus, di tengah upaya negara-negara berkembang bergulat dalam gejolak keuangan.

Dilansir dari Arab Times, Senin (14/10/2013), sebagian besar negara pada pertemuan tahunan Dana Moneter Internasional (IMF) dan Bank Dunia mengatakan, pengetatan bank sentral AS diperkirakan telah menambah tantangan ekonomi mereka, arus modal keluar dan menekan mata uang yang rendah.

Komite ekonomi IMF, International Monetary and Financial Committee (IMFC) mengingatkan Fed dan bank sentral lainnya di negara maju saat menormalkan tingkat suku bunga ultra-rendah dan kebijakan keuangan.
"Pada akhirnya transisi menuju normalisasi kebijakan moneter, harus tepat waktu, berhati-hati dan dikomunikasikan dengan jelas," ujar IMFC .

IMF Afrika dan perwakilan Bank Dunia mengatakan, mereka khawatir atas ketidakpastian yang timbul dari mundurnya apa yang disebut sebagai kebijakan moneter tidak konvensional, yang telah membanjiri dolar murah, euro dan yen ke ekonomi global dalam sekitar 5 tahun.

Menteri Keuangan Rusia Anton Siluanov menyatakan, pihaknya memperkiraan gejolak pasar hanya ketika Fed bergerak. "Asumsi bahwa koreksi harga aset yang dimulai musim panas ini sebagian besar telah diselesaikan tampaknya tidak masuk akal bagi kami," katanya kepada IMFC .

"Bahkan, petunjuk pertama keluar dari kebijakan moneter konvensional di negara maju telah menyebabkan banyak kesulitan bagi ekonomi-ekonomi pasar,"

Gubernur Bank Sentral Brasil, Alexandre Tombini mengatakan, bahwa pesimisme ekonomi telah menyebar karena perkiraan pengetatan Fed.
Selanjutnya, Deputi Gubernur Bank Rakyat China, Yi Gang memperingatkan kekacauan wind-down program stimulus.
(dmd)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Waspada Gejolak Ekonomi...
Waspada Gejolak Ekonomi Dunia
PBB Prediksi Ekonomi...
PBB Prediksi Ekonomi Dunia Stagnan di 2,8 Persen pada 2025
Utang Luar Negeri IndonesiaNomor...
Utang Luar Negeri IndonesiaNomor 7 Terbesar di Dunia
Ekonomi China Pulih,...
Ekonomi China Pulih, Tumbuh 4,9 Persen Kuartal III 2020
Seram! Ketua OJK Beberkan...
Seram! Ketua OJK Beberkan Ancaman Ekonomi Dunia Tahun Depan
Prabowo: Ekonomi Indonesia...
Prabowo: Ekonomi Indonesia Diramal Masuk 5 Besar di Dunia
Berita Terkini
MDLA Luncurkan Armada...
MDLA Luncurkan Armada Mobil Listrik, Dorong Transformasi Distribusi Rendah Emisi
1 jam yang lalu
Tren Mobilitas Ramah...
Tren Mobilitas Ramah Lingkungan Meningkat, Pembiayaan Kendaraan Listrik MUF Melesat
7 jam yang lalu
Rupiah Amburadul Rp18...
Rupiah Amburadul Rp18 Ribu, Produk Rumah Tangga Unilever Bakal Naik Harga di Kuartal II 2026
7 jam yang lalu
Rupiah Terkapar, Dampaknya...
Rupiah Terkapar, Dampaknya Mulai Terasa ke Sektor Industri Nasional
7 jam yang lalu
PLN EPI, PLN Puslitbang...
PLN EPI, PLN Puslitbang dan ITERA Kolaborasi Kembangkan Tanaman Energi
9 jam yang lalu
Pelindo Sinergi Lokaseva...
Pelindo Sinergi Lokaseva Catat Kinerja Operasional Positif di Awal 2026
9 jam yang lalu
Infografis
Skuad Timnas Spanyol...
Skuad Timnas Spanyol di Piala Dunia 2026, Tak Ada Pemain Real Madrid
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved