Rupiah ditutup terapresiasi ke Rp10.948/USD
Senin, 14 Oktober 2013 - 16:32 WIB
Rupiah ditutup terapresiasi ke Rp10.948/USD
A
A
A
Sindonews.com - Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (USD) sore ini berakhir terapresiasi signifikan setelah pada akhir pekan lalu berakhir terdepresiasi.
Posisi nilai tukar rupiah terhadap USD berdasarkan data Bloomberg pada Senin (14/10/2013) sore ini di level Rp10.948/USD, menguat signifikan sebesar 417 poin dibanding penutupan Jumat (11/10/2013) sore di level Rp11.365/USD.
Masih berdasarkan data Bloomberg, rupiah pagi tadi dibuka di level Rp10.932/USD. Adapun, posisi rupiah terkuat hari ini berada di level Rp10.908/USD dan terlemah di level Rp10.984/USD.
Sedangkan data yahoofinance mencatat, mata uang domestik hari ini di level Rp10.953/USD, dengan kisaran Rp10.935-11.365/USD. Posisi ini terapresiasi 491 poin dibanding akhir pekan lalu di level Rp11.444/USD.
Menguatnya rupiah terhadap USD lantaran negosiasi antara Presiden Barack Obama dengan Ketua DPR dari Partai republik untuk mengakhiri parsial shutdown pemerintah AS dan mencegah gagal bayar atas utang AS menemui jalan buntu. Hal ini bisa mengancam perbaikan ekonomi AS dan menekan laju USD.
Di samping itu, Kepala Riset Trusat Securities Reza Priyambada mengatakan, menguatnya rupiah juga terbantukan oleh bertahannya BI rate di level 7,25 persen.
Sementara posisi rupiah berdasarkan kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) BI pada akhir pekan lalu di level Rp11.475/USD, menguat 67 poin dibanding hari sebelumnya di level Rp11.542/USD.
Posisi nilai tukar rupiah terhadap USD berdasarkan data Bloomberg pada Senin (14/10/2013) sore ini di level Rp10.948/USD, menguat signifikan sebesar 417 poin dibanding penutupan Jumat (11/10/2013) sore di level Rp11.365/USD.
Masih berdasarkan data Bloomberg, rupiah pagi tadi dibuka di level Rp10.932/USD. Adapun, posisi rupiah terkuat hari ini berada di level Rp10.908/USD dan terlemah di level Rp10.984/USD.
Sedangkan data yahoofinance mencatat, mata uang domestik hari ini di level Rp10.953/USD, dengan kisaran Rp10.935-11.365/USD. Posisi ini terapresiasi 491 poin dibanding akhir pekan lalu di level Rp11.444/USD.
Menguatnya rupiah terhadap USD lantaran negosiasi antara Presiden Barack Obama dengan Ketua DPR dari Partai republik untuk mengakhiri parsial shutdown pemerintah AS dan mencegah gagal bayar atas utang AS menemui jalan buntu. Hal ini bisa mengancam perbaikan ekonomi AS dan menekan laju USD.
Di samping itu, Kepala Riset Trusat Securities Reza Priyambada mengatakan, menguatnya rupiah juga terbantukan oleh bertahannya BI rate di level 7,25 persen.
Sementara posisi rupiah berdasarkan kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) BI pada akhir pekan lalu di level Rp11.475/USD, menguat 67 poin dibanding hari sebelumnya di level Rp11.542/USD.
(rna)