Hadapi AEC, Kadin nilai pemerintah lepas tangan
Selasa, 15 Oktober 2013 - 17:26 WIB
Hadapi AEC, Kadin nilai pemerintah lepas tangan
A
A
A
Sindonews.com - Kamar Dagang dan Industri (Kadin) menilai pemerintah lepas tangan atas rencana penerapan ASEAN Economic Community (AEC) pada 2015.
Wakil Ketua Kadin Jabar Bidang UKM dan Kemitraan, Iwan Gunawan mengatakan, saat ini, belum ada kebijakan pemerintah yang mendorong pelaku usaha lokal agar lebih berdaya saing. Padahal, AEC sudah di depan mata.
Bukti keterlibatan pemerintah, menurut Iwan bisa dilakukan melalui pemberian berbagai kemudahan, terutama birokrasi perizinan bagi pelaku usaha lokal.
"Birokrasi perizinan usaha bagi pelaku UKM, masih sangat rumit, terlalu banyak meja. Akibatnya, mereka enggan mendaftarkan produknya," kata dia, Selasa (15/10/2013).
Padahal, aspek legal produk UKM sangat bermanfaat untuk meningkatkan daya saing. Apalagi kelak, produk tersebut mesti bersaing dengan produk dari negara ASEAN lainnya. Apabila pelaku usaha terus kesulitan malakukan izin usaha, Indonesia akan tertinggal dengan negara lain.
"AEC 2015 akan menuntut persaingan usaha lebih ketat. Selain persaingan produk, persaingan SDM pun akan semakin berat karena akan banyak tenaga kerja dari luar negeri yang akan masuk dan bekerja di Tanah Air," jelasnya.
Wakil Ketua Kadin Jabar Bidang UKM dan Kemitraan, Iwan Gunawan mengatakan, saat ini, belum ada kebijakan pemerintah yang mendorong pelaku usaha lokal agar lebih berdaya saing. Padahal, AEC sudah di depan mata.
Bukti keterlibatan pemerintah, menurut Iwan bisa dilakukan melalui pemberian berbagai kemudahan, terutama birokrasi perizinan bagi pelaku usaha lokal.
"Birokrasi perizinan usaha bagi pelaku UKM, masih sangat rumit, terlalu banyak meja. Akibatnya, mereka enggan mendaftarkan produknya," kata dia, Selasa (15/10/2013).
Padahal, aspek legal produk UKM sangat bermanfaat untuk meningkatkan daya saing. Apalagi kelak, produk tersebut mesti bersaing dengan produk dari negara ASEAN lainnya. Apabila pelaku usaha terus kesulitan malakukan izin usaha, Indonesia akan tertinggal dengan negara lain.
"AEC 2015 akan menuntut persaingan usaha lebih ketat. Selain persaingan produk, persaingan SDM pun akan semakin berat karena akan banyak tenaga kerja dari luar negeri yang akan masuk dan bekerja di Tanah Air," jelasnya.
(izz)
Lihat Juga :