Anggaran AS disepakati, ini komentar Dirut BEI
Kamis, 17 Oktober 2013 - 14:30 WIB
Anggaran AS disepakati, ini komentar Dirut BEI
A
A
A
Sindonews.com - Direktur Utama PT Bursa Efek Indonesia (BEI) Ito Warsito menyambut baik adanya berita perihal Kongres Amerika Serikat (AS) yang telah mengakhiri kebuntuan politik untuk menyepakati anggaran dan pagu utang (debt ceiling) pemerintah menjelang batas waktu.
"Kenaikan plafon (pagu) utang sudah memberikan sentimen positif kepada bursa global," ujar Ito usai Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) BEI di Ritz Carlton Pacific Place Jakarta, Kamis (17/10/2013).
Seperti diketahui, 16 hari hari sudah berlalu sejak terhentinya sebagian aktivitas pemerintah (partial shutdown) AS akibat buntunya pembahasan pagu utang AS.
Menurut lembaga rating Standard dan Poor`s (S&P), terhentinya aktivitas pemerintah AS selama lebih dua pekan tersebut telah menyebabkan kerugian ekonomi senilai USD24 miliar.
Namun demikian, dengan telah diperolehnya kesepakatan anggaran dan pagu utang, lanjut Ito, dinilai menjadi sentimen positif bagi bursa global termasuk Indonesia.
"Ini jadi sentimen yang positif. Tercarmin IHSG mampu bergerak naik 0,49 persen menjadi bukti bahwa kebuntuan AS yang telah menemui titik terang mampu memberikan sentimen positif ke IHSG," pungkas dia.
Disetujuinya penaikan pagu utang AS, maka gagal bayar utang AS tidak akan terjadi. Kendati demikian, menurut Ito, tetap perlu diperhatikan seberapa lama pagu utang tersebut mampu bertahan.
"Semalam senat Amerika menyetujui penaikan plafon utang AS, sehingga potensi default AS tidak ada lagi. Yang harus dihadapi mendatang ialah berapa lama plafon itu bertahan dan kapan APBN AS disetujui," pungkas Ito.
"Kenaikan plafon (pagu) utang sudah memberikan sentimen positif kepada bursa global," ujar Ito usai Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) BEI di Ritz Carlton Pacific Place Jakarta, Kamis (17/10/2013).
Seperti diketahui, 16 hari hari sudah berlalu sejak terhentinya sebagian aktivitas pemerintah (partial shutdown) AS akibat buntunya pembahasan pagu utang AS.
Menurut lembaga rating Standard dan Poor`s (S&P), terhentinya aktivitas pemerintah AS selama lebih dua pekan tersebut telah menyebabkan kerugian ekonomi senilai USD24 miliar.
Namun demikian, dengan telah diperolehnya kesepakatan anggaran dan pagu utang, lanjut Ito, dinilai menjadi sentimen positif bagi bursa global termasuk Indonesia.
"Ini jadi sentimen yang positif. Tercarmin IHSG mampu bergerak naik 0,49 persen menjadi bukti bahwa kebuntuan AS yang telah menemui titik terang mampu memberikan sentimen positif ke IHSG," pungkas dia.
Disetujuinya penaikan pagu utang AS, maka gagal bayar utang AS tidak akan terjadi. Kendati demikian, menurut Ito, tetap perlu diperhatikan seberapa lama pagu utang tersebut mampu bertahan.
"Semalam senat Amerika menyetujui penaikan plafon utang AS, sehingga potensi default AS tidak ada lagi. Yang harus dihadapi mendatang ialah berapa lama plafon itu bertahan dan kapan APBN AS disetujui," pungkas Ito.
(rna)
Lihat Juga :