Produksi tembakau tahun ini terancam anjlok

Kamis, 17 Oktober 2013 - 16:47 WIB
Produksi tembakau tahun...
Produksi tembakau tahun ini terancam anjlok
A A A
Sindonews.com - Produktivitas tembakau tahun ini diperkirakan akan mengalami penurunan. Hal itu dipicu musim kemarau basah yang melanda di sebagian besar wilayah di Indonesia.

Ketua Umum Asosiasi Petani Tembakau Indonesia (APTI), Abdus Setiawan mengatakan, prediksi penurunan menjadi 120 ribu ton. Padahal, produksi tembakau tahun lalu mencapai 200 ribu ton.

"Tahun ini memang menjadi tahun yang suram bagi petani tembakau karena terjadi penurunan produksi. Tahun depan kami berharap bisa naik kembali," kata Abdus usai Rapat Tahunan International Tobacco Growers Association (TIGA) di Surabaya, Kamis (17/10/2013).

Dia menjelaskan, secara nasional dengan produksi sebesar itu masih kurang dibanding kebutuhan industri. Kebutuhan tembakau untuk nasional mencapai 300 ribu ton per tahun. Sementara, untuk memenuhi kebutuhan tersebut terpaksa harus impor sekitar 100 ribu ton.

Menurutnya, saat ini produksi petani untuk tembakau Virginia 24 ribu ton. Meski demikian, angka tersebut meningkat dibanding tahun lalu.

"Kebutuhan tembakau jenis Virginia meningkat. Hal itu berdasarkan produksi rokok Mild diperkirakan mencapai 1 miliar batang. Setidaknya, untuk 1 batang rokok Mild membutuhkan 1 gram tembakau Virginia," ujarnya.

Pihaknya berharap, dengan meningkatkannya permintaan tembakau Virginia, maka petani harus menamam tembakau jenis ini. Sehingga, untuk memenuhi kebutuhan industri tidak perlu mengandalkan impor.

Di Indonesia, kata dia, ada sejumlah daerah yang memproduksi tembakau Virginia yakni, Blitar, Bojonegoro, Madura, dan Nusa Tenggara Timur (NTT). Sementara untuk lahan tembakau, secara nasional mencapai 160 ribu hektare.

Untuk Jawa Timur, terdapat 22 kabupaten yang menjadi lahan tembakau. Diantaranya, Ngawi, Banyuwangi, Pacitan, Jember, Bojonegoro, Madura, Lumajang dan Blitar.

Di luar Jawa Timur, terdapat Nusa Tenggara Timur, Bali, Jambi, Lampung, Sumatera Selatan (Sumsel) dan Sumatera Utara. "Sementara dari total produksi nasional, sebanyak 60 persen disumbang dari Jatim," kata dia.
(izz)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Didominasi Perempuan,...
Didominasi Perempuan, Pekerja di Industri Hasil Tembakau Mayoritas Jadi Tulang Punggung Keluarga
Cerita Paino, Kesejahteraan...
Cerita Paino, Kesejahteraan Meningkat hingga Kuliahkan Anak Berkat Bertani Tembakau
Festival Industri Tembakau...
Festival Industri Tembakau Garut 2020 Pacu Pemasaran Produk Hasil Tembakau
Warga Jember Tolak Hari...
Warga Jember Tolak Hari Tanpa Tembakau Sedunia
Produk HPTL Meningkat,...
Produk HPTL Meningkat, Pemerintah Harus Tingkatkan Kajian Ilmiah
Berperan pada Program...
Berperan pada Program Asta Cita, Pemerintah Diminta Lindungi IHT
Berita Terkini
Bos DJP soal Libatkan...
Bos DJP soal Libatkan Babinsa Awasi Pajak: Tak Perlu Digoreng-goreng
3 menit yang lalu
Bittime: Pasar Tokenisasi...
Bittime: Pasar Tokenisasi Aset RI Diramal Sentuh USD88 Miliar di 2030
58 menit yang lalu
Soal Peluang Harga Pertamax...
Soal Peluang Harga Pertamax Turun, Ditjen Migas: Belum Ada Pembahasan
1 jam yang lalu
Prediksi Ngeri Goldman...
Prediksi Ngeri Goldman Sachs: Harga Minyak Brent Bakal Meroket ke USD120 per Barel
1 jam yang lalu
IHSG Hari Ini Ditutup...
IHSG Hari Ini Ditutup Naik 1,74% ke Level 6.340
2 jam yang lalu
Bawa Semangat Slow Fashion,...
Bawa Semangat Slow Fashion, 7 UMKM Jogja Siap Menembus Pasar Lebih Luas di INACRAFT 2026
2 jam yang lalu
Infografis
Virus Hanta Merebak!...
Virus Hanta Merebak! Ini 5 Gejalanya yang Perlu Diwaspadai
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved