Shutdown berakhir, indeks S&P 500 cetak rekor

Jum'at, 18 Oktober 2013 - 08:53 WIB
Shutdown berakhir, indeks...
Shutdown berakhir, indeks S&P 500 cetak rekor
A A A
Sindonews.com - Indeks S&P 500 pada perdagangan hari Kamis waktu Amerika Serikat (AS) ditutup menembus rekor tertinggi menyusul kepercayaan investor di menit terakhir untuk mencegah gagal bayar AS. Kendati demikian, indeks Dow Jones terkoresi tertekan kinerja saham unggulan IBM dan Goldman Sachs yang di bawah perkiraan.

Kongres telah menyetujui mengakhiri shutdown pemerintah parsial dan meningkatkan pagu utang AS pada Rabu waktu setempat. Kesepakatan ini mencegah pemerintah Amerika Serikat pada kemungkinan gagal bayar utang.

Perdebatan politik tersebut menyebabkan investor percaya bahwa Federal Reserve AS memiliki pilihan selain memangkas stimulus fiskal dalam beberapa bulan mendatang.

"Ketakutan yang diciptakan oleh penundaan yang panjang dalam menyelesaikan masalah (fiskal) menciptakan situasi yang telah diambil Fed untuk memangkas stimulus dalam jangka waktu pendek," kata Managing Director Wedbush Equity Management Stephen Massocca seperti dilansir Reuters, Jumat (18/10/2013).

Indeks S&P 500 mencetak rekor intraday ke level 1,732,92, mengalahkan rekor sebelumnya pada 19 September 2013. Lebih dari 80 persen saham yang diperdagangkan di New York Stock Exchange naik. Saham sektor teknologi menjadi satu-satunya sektor di indeks S&P yang terkoreksi, seperti IBM yang memimpin penurunan.

Saham IBM (IBM.N) terkoreksi setelah melaporkan pendapatan yang lebih lemah dari perkiraan. Saham IBM terkoreksi 76 poin di indeks Dow dan di indeks S&P 500 berakhir melemah 6,4 persen menjadi USD174,78.

Sementara saham Goldman Sachs (GS.N) turun 2,4 persen menjadi USD158,32 setelah melaporkan bahwa pendapatannya di kuartal IIII tahun ini anjlok 20 persen.

Semalam, indeks Dow Jones turun 3,98 poin atau 0,03 persen ke 15.369,85; S&P 500 naik 11,36 poin atau 0,66 persen ke 1.732,90 dan Nasdaq naik 23,72 poin atau 0,62 persen ke 3.863,15.
(rna)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Waspada Gejolak Ekonomi...
Waspada Gejolak Ekonomi Dunia
PBB Prediksi Ekonomi...
PBB Prediksi Ekonomi Dunia Stagnan di 2,8 Persen pada 2025
Utang Luar Negeri IndonesiaNomor...
Utang Luar Negeri IndonesiaNomor 7 Terbesar di Dunia
Ekonomi China Pulih,...
Ekonomi China Pulih, Tumbuh 4,9 Persen Kuartal III 2020
Seram! Ketua OJK Beberkan...
Seram! Ketua OJK Beberkan Ancaman Ekonomi Dunia Tahun Depan
Prabowo: Ekonomi Indonesia...
Prabowo: Ekonomi Indonesia Diramal Masuk 5 Besar di Dunia
Berita Terkini
Mengintegrasikan AI...
Mengintegrasikan AI Demi Mewujudkan Ekosistem Investasi Mass Market
7 jam yang lalu
UE Putar Haluan Kembali...
UE Putar Haluan Kembali ke Pelukan Rusia, Rogoh Dana Raksasa Rp123 Triliun demi LNG
7 jam yang lalu
Harga MinyaKita Tembus...
Harga MinyaKita Tembus Rp16.000 per Liter di Atas HET, Apa Sebabnya?
8 jam yang lalu
Kimia Farma Siapkan...
Kimia Farma Siapkan Rantai Layanan Hulu-Hilir Percepat Penanggulangan TB
8 jam yang lalu
Esgin dan Agraus Resources...
Esgin dan Agraus Resources Sinergi Garap Potensi Investasi Hijau dan Ekonomi Karbon
8 jam yang lalu
Kasus Hukum Febrie Momentum...
Kasus Hukum Febrie Momentum Audit Menyeluruh Tata Kelola Sawit Sitaan Negara
10 jam yang lalu
Infografis
India Gunakan S-400...
India Gunakan S-400 Rusia dan Drone Israel untuk Lawan Pakistan
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved