Rupiah dibuka terdepresiasi
Jum'at, 18 Oktober 2013 - 09:46 WIB
Rupiah dibuka terdepresiasi
A
A
A
Sindonews.com - Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (USD) pagi ini terdepresiasi di tengah positifnya Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG).
Posisi nilai tukar rupiah terhadap USD berdasarkan data Bloomberg pada Jumat (18/10/2013) pagi ini dibuka di level Rp11.298/USD. Posisi ini terdepresiasi dibanding penutupan sore kemarin di level Rp11.298/USD.
Data yahoofinance juga mencatat, mata uang domestik hari ini di level Rp11.330/USD atau melemah jika dibanding posisi kemarin yang berada di level Rp10.925/USD.
Adapun, posisi rupiah berdasarkan kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) BI pada sore kemarin di level Rp11.351/USD atau melemah 35 poin dibanding hari sebelumnya di level Rp11.316/USD.
Kepala Riset Trust Securities Reza Priyambada mengatakan, disepakatinya pagu utang Amerika Serikat dan dibukanya penutupan (shutdown) pemerintah AS memberi sntimen positif terhadap bursa global dan USD.
Namun seiring menguatnya USD, justru menjadi momok yang berkhir pada sentimen negatif bagi mata uang negara-negara emerging market termasuk rupiah yang mengalami pelemahan pada perdagangan akhir pekan ini.
"Bersamaan dengan meredanya kekhawatiran akan shutdown ekonomi AS yang berkepanjangan membuat daya tarik USD kembali mengalami kenaikan. Sebaliknya sentimen tersebut kembali melemahkan nilai tukar rupiah, walau dalam penutupan perdagangan BI penurunan yang terjadi tidak terlalu signifikan," kata dia, Jumat (18/10/2013).
Posisi nilai tukar rupiah terhadap USD berdasarkan data Bloomberg pada Jumat (18/10/2013) pagi ini dibuka di level Rp11.298/USD. Posisi ini terdepresiasi dibanding penutupan sore kemarin di level Rp11.298/USD.
Data yahoofinance juga mencatat, mata uang domestik hari ini di level Rp11.330/USD atau melemah jika dibanding posisi kemarin yang berada di level Rp10.925/USD.
Adapun, posisi rupiah berdasarkan kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) BI pada sore kemarin di level Rp11.351/USD atau melemah 35 poin dibanding hari sebelumnya di level Rp11.316/USD.
Kepala Riset Trust Securities Reza Priyambada mengatakan, disepakatinya pagu utang Amerika Serikat dan dibukanya penutupan (shutdown) pemerintah AS memberi sntimen positif terhadap bursa global dan USD.
Namun seiring menguatnya USD, justru menjadi momok yang berkhir pada sentimen negatif bagi mata uang negara-negara emerging market termasuk rupiah yang mengalami pelemahan pada perdagangan akhir pekan ini.
"Bersamaan dengan meredanya kekhawatiran akan shutdown ekonomi AS yang berkepanjangan membuat daya tarik USD kembali mengalami kenaikan. Sebaliknya sentimen tersebut kembali melemahkan nilai tukar rupiah, walau dalam penutupan perdagangan BI penurunan yang terjadi tidak terlalu signifikan," kata dia, Jumat (18/10/2013).
(rna)