Ini penyebab lemahnya sektor perikanan versi Kadin
Jum'at, 18 Oktober 2013 - 16:50 WIB
Ini penyebab lemahnya sektor perikanan versi Kadin
A
A
A
Sindonews.com - Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia, Suryo Bambang Sulisto mengatakan, salah satu penyebab lemahnya sektor perikanan nasional adalah sumber daya laut yang banyak dicuri oleh pihak asing.
Selain itu, kata dia, para nelayan juga masih menggunakan perahu tradisional yang tidak mampu berlayar off-shore. Di lain pihak, kapal nelayan asing mampu berlayar di laut bebas dilengkapi dengan cold storage, dengan sistem navigasi canggih dan mesin kapal yang kuat.
"Kita perlu memodernisasi industri perikanan laut yang melibatkan nelayan kecil. Peran nelayan kecil tidak hanya untuk menangkap ikan tetapi juga bisa menjadi penjaga bagi laut dan pantai kita," kata dia dalam rilisnya, Jumat (18/10/2013).
Menurutnya, dengan perhatian dan kebijakan yang berpihak, maka nelayan kecil akan menjadi kuat dan sejahtera. Kesejahteraan bagi nelayan itu akan memberi dampak positif bagi pertahanan pantai Indonesia yang demikian panjang dan laut yang demikian luas.
"Visi pembangunan yang selama ini berorientasi daratan perlu dikoreksi agar perhatian juga bisa terfokus ke laut. Kejayaan bahari sejak dulu perlu kembali di pupuk semua komponen bangsa, tak terkecuali para pengusaha dan pemerintah," kata Suryo.
Wakil Ketua Umum Kadin Bidang Kelautan dan Perikanan, Yugi Prayanto mengatakan, bahwa pendekatan unsur sektoral, unsur korporasi dan unsur wilayah harus saling mendukung satu sama lainnya.
"Unsur sektoral misalnya industri kelautan dan perikanan harus dikembangkan, termasuk industri pertahanan. Dukungan Korporasi BUMN dan pelaku usaha juga penting untuk kemajuan wilayah yang sebagian besar adalah laut karena kita memang negara maritim," kata dia.
Yugi mengatakan, akselerasi peningkatan investasi infrastruktur kelautan dan perikanan juga perlu diperhatikan lebih serius agar daya saing kelautan dan perikanan nasional naik dengan cepat.
"Ketersediaan infrastruktur sektor ini masih kurang, sehingga aliran dan akumulasi investasinya pun rendah. Jika terus didorong, harusnya bisa lebih cepat sehingga produktivitasnya pun bisa meningkat," kata Yugi.
Selain itu, kata dia, para nelayan juga masih menggunakan perahu tradisional yang tidak mampu berlayar off-shore. Di lain pihak, kapal nelayan asing mampu berlayar di laut bebas dilengkapi dengan cold storage, dengan sistem navigasi canggih dan mesin kapal yang kuat.
"Kita perlu memodernisasi industri perikanan laut yang melibatkan nelayan kecil. Peran nelayan kecil tidak hanya untuk menangkap ikan tetapi juga bisa menjadi penjaga bagi laut dan pantai kita," kata dia dalam rilisnya, Jumat (18/10/2013).
Menurutnya, dengan perhatian dan kebijakan yang berpihak, maka nelayan kecil akan menjadi kuat dan sejahtera. Kesejahteraan bagi nelayan itu akan memberi dampak positif bagi pertahanan pantai Indonesia yang demikian panjang dan laut yang demikian luas.
"Visi pembangunan yang selama ini berorientasi daratan perlu dikoreksi agar perhatian juga bisa terfokus ke laut. Kejayaan bahari sejak dulu perlu kembali di pupuk semua komponen bangsa, tak terkecuali para pengusaha dan pemerintah," kata Suryo.
Wakil Ketua Umum Kadin Bidang Kelautan dan Perikanan, Yugi Prayanto mengatakan, bahwa pendekatan unsur sektoral, unsur korporasi dan unsur wilayah harus saling mendukung satu sama lainnya.
"Unsur sektoral misalnya industri kelautan dan perikanan harus dikembangkan, termasuk industri pertahanan. Dukungan Korporasi BUMN dan pelaku usaha juga penting untuk kemajuan wilayah yang sebagian besar adalah laut karena kita memang negara maritim," kata dia.
Yugi mengatakan, akselerasi peningkatan investasi infrastruktur kelautan dan perikanan juga perlu diperhatikan lebih serius agar daya saing kelautan dan perikanan nasional naik dengan cepat.
"Ketersediaan infrastruktur sektor ini masih kurang, sehingga aliran dan akumulasi investasinya pun rendah. Jika terus didorong, harusnya bisa lebih cepat sehingga produktivitasnya pun bisa meningkat," kata Yugi.
(izz)
Lihat Juga :