Rupiah dibuka terapresiasi lagi
Senin, 21 Oktober 2013 - 09:20 WIB
Rupiah dibuka terapresiasi lagi
A
A
A
Sindonews.com - Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (USD) pagi ini berdasarkan data Bloomberg berhasil melanjutkan apresiasi yang terjadi pada akhir pekan lalu seiring dengan menguatnya kembali Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di awal sesi I.
Posisi nilai tukar rupiah terhadap USD berdasarkan data Bloomberg pada pagi ini dibuka pada level Rp10.869/USD, menguat dibanding penutupan akhir pekan lalu di level Rp10.904/USD.
Data yahoofinance juga mencatat, mata uang domestik pagi hari ini di level Rp11.325/USD, dengan kisaran harian Rp10.876-11.325/USD. Posisi ini anjlok dibanding posisi Jumat (18/10/2013) di level Rp10.909/USD.
Berdasarkan data Sindonews bersumber dari Limas mencatat bahwa rupiah hari ini diperdagangkan pada harga Rp11.328/USD atau melemah dibanding akhir pekan lalu di level Rp11.116/USD.
Kepala Riset Trust Securities Reza Priyambada mengatakan, rupiah memeiliki peluang untuk kembali menguat pada perdagangan awal pekan ini seiring dengan meredanya sentimen shutdown dan pagu utang AS. Di samping itu, beredar kabar bahwa pemangkasan stimulus akan ditunda pada bulan ini.
"Kondisi ini memberikan sentimen positif pada laju mata uang Asia, termasuk rupiah," ujarnya.
Selain sentimen dari AS, sentimen positif lainyya juga datang dari Asia, dimana terjadi peningkatan nilai investasi surat-surat berharga di Jepang dan kenaikan GDP China dari periode sebelumnya.
Adapun, posisi rupiah berdasarkan kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) BI pada hari terkahir pekan lalu di level Rp11.308/USD atau menguat 43 poin dibanding hari sebelumnya di level Rp11.351/USD.
Sementara IHSG pagi ini dibuka menguat 11,31 poin atau 0,25 persen ke level 4.557,88 seiring menguatnya mayoritas bursa Asia dan didukung positifnya sentimen dari Amerika Serikat.
Posisi nilai tukar rupiah terhadap USD berdasarkan data Bloomberg pada pagi ini dibuka pada level Rp10.869/USD, menguat dibanding penutupan akhir pekan lalu di level Rp10.904/USD.
Data yahoofinance juga mencatat, mata uang domestik pagi hari ini di level Rp11.325/USD, dengan kisaran harian Rp10.876-11.325/USD. Posisi ini anjlok dibanding posisi Jumat (18/10/2013) di level Rp10.909/USD.
Berdasarkan data Sindonews bersumber dari Limas mencatat bahwa rupiah hari ini diperdagangkan pada harga Rp11.328/USD atau melemah dibanding akhir pekan lalu di level Rp11.116/USD.
Kepala Riset Trust Securities Reza Priyambada mengatakan, rupiah memeiliki peluang untuk kembali menguat pada perdagangan awal pekan ini seiring dengan meredanya sentimen shutdown dan pagu utang AS. Di samping itu, beredar kabar bahwa pemangkasan stimulus akan ditunda pada bulan ini.
"Kondisi ini memberikan sentimen positif pada laju mata uang Asia, termasuk rupiah," ujarnya.
Selain sentimen dari AS, sentimen positif lainyya juga datang dari Asia, dimana terjadi peningkatan nilai investasi surat-surat berharga di Jepang dan kenaikan GDP China dari periode sebelumnya.
Adapun, posisi rupiah berdasarkan kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) BI pada hari terkahir pekan lalu di level Rp11.308/USD atau menguat 43 poin dibanding hari sebelumnya di level Rp11.351/USD.
Sementara IHSG pagi ini dibuka menguat 11,31 poin atau 0,25 persen ke level 4.557,88 seiring menguatnya mayoritas bursa Asia dan didukung positifnya sentimen dari Amerika Serikat.
(rna)