Pertagas akui semua pipa gas sudah open access

Senin, 21 Oktober 2013 - 15:56 WIB
Pertagas akui semua...
Pertagas akui semua pipa gas sudah open access
A A A
Sindonews.com - Direktur Utama PT Pertamina Gas (Pertagas) Hendra Jaya mengatakan, semua pipa gas miliknya sudah menerapkan open access sesuai amanat Peraturan Menteri ESDM Nomor 19 Tahun 2009 tentang Kegiatan Usaha Gas Bumi melalui Pipa.

"Seluruh pipa kami telah open access, termasuk pula pipa yang sedang dilaksanakan pekerjaannya dan akan dioperasikan akhir 2014," kata dia di Jakarta, Senin (21/10/2013).

Dia mencontohkan, proyek pipa gas ruas Arun, Aceh hingga Belawan, Medan sepanjang 345 kilometer (km), yang direncanakan beroperasi Oktober 2014 sudah open access. Lalu, pipa ruas Semarang, Jawa Tengah menuju Gresik, Jawa Timur sepanjang 270 km yang akan dibangun juga memakai skema open access.

Demikian pula, pipa ruas Wunut-Ngoro di Jawa Timur sepanjang 16 km, Grati, Jawa Timur sepanjang 45 km serta Belawan ke kawasan industri di Medan 138 km dan ke kawasan ekonomi khusus Sei Mangke, Sumatera Utara sepanjang 18,5 km.

"Semua pipa itu akan open access," ungkapnya.

Hendra menambahkan, pihaknya siap menjalankan kebijakan pemerintah tersebut. Alasan perusahaan mendukung open acces, dia menjelaskan, karena akan memberikan kemudahan pengguna akhir gas untuk mendapatkan gas dengan harga yang terjangkau dan masuk akal.

Sesuai Permen ESDM 19/2009, skema open access sudah diterapkan Oktober 2011, namun Kementerian ESDM sudah memperpanjangnya hingga Oktober 2013. Sebelumnya, Kepala BPH Migas Andy N Sommeng mengatakan, kebijakan open access akan menguntungkan semua pihak karena bisnis berjalan adil dan akuntabel.

Dia merunut, mulai konsumen akhir gas seperti industri dan pembangkit listrik akan mendapat keuntungan dari kepastian pasokan gas. Lalu, pemilik pipa seperti PT PGN Tbk dan PT Pertagas akan memperoleh tambahan pendapatan dari toll fee karena pipa terpakai sesuai kapasitasnya secara maksimal.

"Dengan demikian, pemilik pipa mendapat kepastian pengembalian investasi yang lebih baik," katanya.

Selanjutnya, pedagang (trader) gas akan berkompetisi secara sehat dalam mencari pasar dan juga sumber gas, sehingga bisnis lebih fair dan mencegah praktik percaloan. Demikian pula, pemasok gas yakni KKKS akan mendapat harga jual gas terbaik dengan open access.

BPH Migas sudah menyurati Ditjen Migas Kementerian ESDM untuk menjalankan kebijakan open access tersebut.
(rna)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
10 Produsen Migas Terbesar...
10 Produsen Migas Terbesar yang Berada di Indonesia
Urgensi Revisi UU Migas...
Urgensi Revisi UU Migas No. 22/2001: Langkah Strategis Menuju Ketahanan Energi Nasional
Realisasi Produksi Migas...
Realisasi Produksi Migas PHE ONWJ
SKK Migas Gelar Supply...
SKK Migas Gelar Supply Chain & National Capacity Summit 2024
ENRG Tegaskan Komitmen...
ENRG Tegaskan Komitmen Transparansi, Kinerja Investasi, dan Prospek Bisnis Berkelanjutan
28 Kesepakatan Migas...
28 Kesepakatan Migas Berpotensi Datangkan Penerimaan Rp35 Triliun
Berita Terkini
Pertamina EP Bukukan...
Pertamina EP Bukukan Produksi Migas 205 Ribu MBOEPD Sepanjang 2025
42 menit yang lalu
Diganjar Rating Negatif...
Diganjar Rating Negatif dari Moody's, Danantara Bilang Begini
57 menit yang lalu
Harga Emas Antam Naik...
Harga Emas Antam Naik Rp11.000 per Gram, Ini Rincian Lengkapnya
1 jam yang lalu
IHSG Pagi Ini Dibuka...
IHSG Pagi Ini Dibuka Hijau Sesaat, Lalu Ambruk Lebih dari 1%
2 jam yang lalu
Dirut BRI Hery Gunardi:...
Dirut BRI Hery Gunardi: Adopsi AI Jadi Kunci Perbankan Pertahankan Nasabah
2 jam yang lalu
Kebijakan Tambang RI...
Kebijakan Tambang RI Berubah-ubah, Investor China Mulai Alihkan Investasi Nikel ke Afrika
3 jam yang lalu
Infografis
5 Ayat Al Quran dan...
5 Ayat Al Quran dan Hadis tentang Kiamat Sudah Dekat
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved