Rupiah dibuka terdepresiasi
Selasa, 22 Oktober 2013 - 09:24 WIB
Rupiah dibuka terdepresiasi
A
A
A
Sindonews.com - Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (USD) pagi ini dibuka terdepresiasi seiring dengan terkoreksi Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada awal perdagangan.
Posisi nilai tukar rupiah terhadap USD berdasarkan data Bloomberg pagi ini dibuka di level Rp10.885/USD. Posisi ini melemah dibanding penutupan sore kemarin, yang berada di level Rp10.853/USD.
Data yahoofinance juga mencatat, mata uang domestik pagi ini di level Rp11.335/USD atau terdepresiasi dibanding kemarin di level Rp10.858/USD.
Berdasarkan data Sindonews bersumber dari Limas mencatat bahwa rupiah hari ini diperdagangkan pada harga Rp11.338/USD, melemah jika dibanding penutupan sore kemarin di level Rp10.861/USD.
Kepala Riset Trust Securities Reza Priyambada melihat adanya potensi pelemahan rupiah imbas dari pelemahan nilai tukar beberapa mata uang Asia, meskipun berkurangnya kekhawatiran akan shutdown ekonomi AS seharusnya bisa membawa rupiah ke zona hijau.
Adapun, posisi rupiah berdasarkan kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) BI pada hari kemarin berada di level Rp11.353/USD atau melemah 45 poin dibanding akhir pekan lalu di level Rp11.308/USD.
Sementara IHSG pagi ini dibuka balik arah negatif. IHSG tergelincir 20,27 poin atau 0,44 persen ke level 4.557,91. Semua sektor melemah dengan pelemahan tertinggi dipimpin industri dasar, yang turun 0,92 persen, diikuti sektor infrastruktur yang melemah 0,89 persen.
Nilai transaksi tercatat sebesar Rp36,95 miliar dan volume perdagangan 16,29 juta lembar saham dengan transaksi jual asing tercatat sebesar Rp12,64 miliar. Tercatat sebanyak 12 saham mengalami kenaikan, 28 saham melemah dan 333 saham stagnan.
Posisi nilai tukar rupiah terhadap USD berdasarkan data Bloomberg pagi ini dibuka di level Rp10.885/USD. Posisi ini melemah dibanding penutupan sore kemarin, yang berada di level Rp10.853/USD.
Data yahoofinance juga mencatat, mata uang domestik pagi ini di level Rp11.335/USD atau terdepresiasi dibanding kemarin di level Rp10.858/USD.
Berdasarkan data Sindonews bersumber dari Limas mencatat bahwa rupiah hari ini diperdagangkan pada harga Rp11.338/USD, melemah jika dibanding penutupan sore kemarin di level Rp10.861/USD.
Kepala Riset Trust Securities Reza Priyambada melihat adanya potensi pelemahan rupiah imbas dari pelemahan nilai tukar beberapa mata uang Asia, meskipun berkurangnya kekhawatiran akan shutdown ekonomi AS seharusnya bisa membawa rupiah ke zona hijau.
Adapun, posisi rupiah berdasarkan kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) BI pada hari kemarin berada di level Rp11.353/USD atau melemah 45 poin dibanding akhir pekan lalu di level Rp11.308/USD.
Sementara IHSG pagi ini dibuka balik arah negatif. IHSG tergelincir 20,27 poin atau 0,44 persen ke level 4.557,91. Semua sektor melemah dengan pelemahan tertinggi dipimpin industri dasar, yang turun 0,92 persen, diikuti sektor infrastruktur yang melemah 0,89 persen.
Nilai transaksi tercatat sebesar Rp36,95 miliar dan volume perdagangan 16,29 juta lembar saham dengan transaksi jual asing tercatat sebesar Rp12,64 miliar. Tercatat sebanyak 12 saham mengalami kenaikan, 28 saham melemah dan 333 saham stagnan.
(rna)