Mebel Jepara hanya sumbang 10% ekspor nasional

Selasa, 22 Oktober 2013 - 17:33 WIB
Mebel Jepara hanya sumbang...
Mebel Jepara hanya sumbang 10% ekspor nasional
A A A
Sindonews.com - Meski sudah dikenal luas baik lingkup dalam negeri hingga mancanegara sebagai daerah penghasil mebel dan kerajinan ternama, namun nilai ekspor yang disumbang Kabupaten Jepara, Jawa Tengah secara nasional masih minim.

Pengurus Asosiasi Industri Permebelan dan Kerajinan Indonesia (Asmindo), Andre Sundrio mengatakan, nilai ekspor secara nasional pada 2012 sebesar 1,7 miliar USD. Dari angka itu, nilai ekspor yang mampu dihasilkan industri mebel Jepara hanya USD118 juta atau hanya 10 persen dari nilai ekspor nasional.

Menurut Andre, nilai ekspor ini masih kalah dengan daerah lain di Indonesia, seperti Surabaya. "Ini angka riil. Jadi sumbangannya untuk ekspor nasional masih kalah dengan sektor lainnya. Karena itu, menjadi tugas bersama untuk meningkatkan nilai ekspor tersebut," katanya di sela-sela acara Roadshow International Furniture & Craft Fair Indonesia (IFFINA) 2014 di Maribu, Jepara, Selasa (22/10/2013).

Menurut Andri, ada beberapa penyebab rendahnya sumbangan ekspor mebel asal Jepara. Yakni, mulai dari industri mebel Jepara yang didominasi sektor Usaha Kecil Menengah (UKM) atau bukan perusahan skala besar.

Selain itu, terbatasnya bahan baku, infrastruktur yang kurang mendukung, daya saing produk masih kalah dengan negara lain hingga belum optimalnya bantuan dari pemerintah.

Karena itu, kata dia, perlu sinergi antara para pelaku usaha produk mebel dan kerajinan dengan pemerintah untuk menaikkan nilai ekspor. Sebab, potensi ekspor produk berbahan kayu tersebut masih sangat terbuka.

Potensi ekspansi ekspor ke pasar-pasar baru selain Amerika Serikat dan Uni Eropa seperti kawasan Asia yaitu Jepang, Taiwan, atau kawasan negara-negara Timur Tengah hingga Eropa Timur semisal Kazakhstan, Uzbekistan dan lain sebagainya.

"Kalau diprosentase produk kita baru bisa menguasai sekitar 2,8 persen pasar mebel dan kerajinan dunia. Kita masih kalah dengan Malaysia atau China. Perlu berbagai langkah terobosan mulai dari sektor hulu hingga hilir agar sumbangan nilai ekspor Jepara terus meningkat dari waktu ke waktu," ujarnya.
(izz)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Industri Furniture Plastik...
Industri Furniture Plastik Indonesia Berkembang Pesat dengan Inovasi dan Desain Baru
Jualan Kursi hingga...
Jualan Kursi hingga Ekspor, Chitose Cetak Peningkatan Laba di Kuartal III
Usai Garap Pasar AS,...
Usai Garap Pasar AS, Sohnne Siap Pasarkan Furnitur Indonesia ke Luar Negeri
Perkuat Industri Furnitur,...
Perkuat Industri Furnitur, IFEX 2025 Menumbuhkan Optimistis
Dorong Transformasi,...
Dorong Transformasi, Nilai Ekspor Mebel dan Kerajinan Jepara Tembus Rp5 Triliun
Berkah Pandemi buat...
Berkah Pandemi buat Industri Furnitur: Ekspor Tumbuh 5%
Berita Terkini
Tokenisasi Saham AI...
Tokenisasi Saham AI Diminati Investor, Bittime Catat Kepemilikan Naik 106%
5 jam yang lalu
Iran-AS Memanas Lagi,...
Iran-AS Memanas Lagi, Harga Minyak Dunia Melonjak Lebih dari 6%
5 jam yang lalu
Pertamina Manfaatkan...
Pertamina Manfaatkan Jakarta Fair Perkuat Daya Saing UMKM Lokal
5 jam yang lalu
Pasar Saham RI Terancam...
Pasar Saham RI Terancam Turun Kelas, Modal Asing Bisa Kabur Rp3,6 Triliun
6 jam yang lalu
Sertifikasi Influencer...
Sertifikasi Influencer Kripto Dinilai Jadi Langkah Positif Bangun Ekosistem Lebih Sehat
6 jam yang lalu
Rupiah Kian Krasan di...
Rupiah Kian Krasan di Kisaran Rp18.000, Apa Penyebabnya?
6 jam yang lalu
Infografis
10 Negara dengan Harga...
10 Negara dengan Harga Bensin Termurah di Dunia, Libya Cuma Rp427 per Liter
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved