SDA melimpah, Indonesia siap hadapi pasar global
Rabu, 23 Oktober 2013 - 10:28 WIB
SDA melimpah, Indonesia siap hadapi pasar global
A
A
A
Sindonews.com - ANZ hari ini mengadakan diskusi meja bundar (roundtable) yang membahas tentang perkembangan terkini dan tren investasi industri energi dan sumber daya alam (SDA).
Seminar ini dihadiri oleh Directur Institusional ANZ Indonesia Sity Leo Samudera, Global Head of Natural Resources ANZ Group Will Rathvon, Direktur PT Andara Sandiaga Uno, Jacqualine Chan dari Partner Milbank Singapore, dan Managing Director Bromiua Capital Bhagyesh Dash di Grand Hyatt Hotel, Jakarta, Rabu (23/10/2013).
Diskusi ini bertujuan untuk membahas pertumbuhan ekonomi Asia Tenggara, khususnya Indonesia terkait dengan sumber daya alam Tanah Air dalam industri energi.
Menurut Sandiaga, pertumbuhan ekonomi saat ini di negara-negara berkembang memang cenderung menurun, namun stabil. Hal ini disebabkan oleh menurunnya perdagangan global.
"Walaupun begitu, saya yakin Indonesia memiliki sumber daya alam yang tak terhitung sangat kaya dan itu menjadikan Indonesia akan terus tumbuh, Indonesia siap menghadapi pasar global," ujar dia dalam diskusi tersebut.
Sementara, Jacqualine Chan menuturkan, bahwa pertumbuhan ekonomi di Asia akan tetap tinggi jika Indonesia tetap mengikuti tren regulasi dan terus mengolah minyak bumi dan gas alam. Karena migas akan terus menjadi isu utama dalam pemasukan devisa negara.
Dia menilai, Indonesia bisa menaikan presentase GDP nya dengan cara meningkatkan iklim investasi dan terus melakukan peningkatan belanja untuk memperbaiki infrastruktur.
Seminar ini dihadiri oleh Directur Institusional ANZ Indonesia Sity Leo Samudera, Global Head of Natural Resources ANZ Group Will Rathvon, Direktur PT Andara Sandiaga Uno, Jacqualine Chan dari Partner Milbank Singapore, dan Managing Director Bromiua Capital Bhagyesh Dash di Grand Hyatt Hotel, Jakarta, Rabu (23/10/2013).
Diskusi ini bertujuan untuk membahas pertumbuhan ekonomi Asia Tenggara, khususnya Indonesia terkait dengan sumber daya alam Tanah Air dalam industri energi.
Menurut Sandiaga, pertumbuhan ekonomi saat ini di negara-negara berkembang memang cenderung menurun, namun stabil. Hal ini disebabkan oleh menurunnya perdagangan global.
"Walaupun begitu, saya yakin Indonesia memiliki sumber daya alam yang tak terhitung sangat kaya dan itu menjadikan Indonesia akan terus tumbuh, Indonesia siap menghadapi pasar global," ujar dia dalam diskusi tersebut.
Sementara, Jacqualine Chan menuturkan, bahwa pertumbuhan ekonomi di Asia akan tetap tinggi jika Indonesia tetap mengikuti tren regulasi dan terus mengolah minyak bumi dan gas alam. Karena migas akan terus menjadi isu utama dalam pemasukan devisa negara.
Dia menilai, Indonesia bisa menaikan presentase GDP nya dengan cara meningkatkan iklim investasi dan terus melakukan peningkatan belanja untuk memperbaiki infrastruktur.
(izz)
Lihat Juga :