BRI mengaku tidak terlibat suap Diebold Indonesia

Rabu, 23 Oktober 2013 - 19:57 WIB
BRI mengaku tidak terlibat...
BRI mengaku tidak terlibat suap Diebold Indonesia
A A A
Sindonews.com - PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) menegaskan perseroan tidak terkait dengan aksi suap dari perusahaan ATM Diebold Indonesia. Bahkan perseroan mengaku sudah tidak menggunakan produk tersebut sejak 2007 silam.

Direktur Utama BBRI, Sofyan Basir mengatakan, perseroan hingga saat ini masih bersih dalam aksi pembelian ATM. Perseroan mengaku melakukan pembelian ATM Diebold sekitar 100-200 unit sepanjang 2006-2007 dari 1.800an mesin ATM berbagai merk yang dibeli perseroan.

"Kami optimistis bersih dari kasus tersebut dan kami mendukung upaya BI dalam menuntaskannya. Sejauh ini kami transparan dalam pembelian," ujar Sofyan dalam jumpa persnya di Jakarta, Rabu (23/10/2013).

Dia menerangkan, perseroan tidak melanjutkan kerja sama karena faktor teknis dan efisiensi harga. Perseroan melakukan pembelian besar-besaran dalam empat tahun terakhir. Selain itu perseroan menegaskan selalu menanggung biaya perjalanan dan akomodasi pegawainya.

"Kami menanggung biaya perjalanan dan akomodasinya. Sehingga kami sangat menjaga dari kemungkinan aksi suap seperti itu. Kami akan terus kumpulkan data untuk memperjelas posisi kami dalam kasus tersebut," ujarnya.

Sebelumnya diberitakan, Gubernur Bank Indonesia (BI) angkat bicara mengenai kasus suap yang dilakukan perusahaan Automatic Teller Machine (ATM) asal Amerika Serikat Diebold Inc kepada tiga Direksi bank BUMN.

Agus meminta agar bank plat merah dimana direksinya menerima suap tersebut diberitahu agar BI sebagai Bank Sentral dapat melakukan pengawasan ke depannya.

"Dikasih tahu dulu banknya itu apa, terus transaksinya seperti apa agar nanti bisa ketahuan, dan bank sentral (BI) bisa melakukan pengawasan dan pemeriksaan," ujarnya di Gedung DPR di hari yang sama.
(gpr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Hati-Hati, Nasabah Perbankan...
Hati-Hati, Nasabah Perbankan Rentan jadi Korban Kejahatan Social Engineering
Pertemuan Tahunan Perbankan...
Pertemuan Tahunan Perbankan Syariah 2024
Dana Nasabah Raib, Sistem...
Dana Nasabah Raib, Sistem Keamanan Perbankan Dipertanyakan
Lewat Media Dongeng...
Lewat Media Dongeng Perbankan, JMI Berikan Donasi Pendidikan Masyarakat Pesisir di SDN Tanjung Burung Kabupaten Banten
Bagaimana Kinerja Perbankan...
Bagaimana Kinerja Perbankan Dua Kuartal ke Depan?, Nih Hitung-hitungannya
Cermat Dalam Memilih...
Cermat Dalam Memilih Aplikasi Perbankan
Berita Terkini
Kredit Perbankan Juni...
Kredit Perbankan Juni 2026 Tumbuh 12,67%, BI Optimistis Capai Target Tahun Ini
11 menit yang lalu
Tips MotionTrade: Kenali...
Tips MotionTrade: Kenali Risiko Investasi Reksa Dana sebelum Mulai Berinvestasi
24 menit yang lalu
KAI Logistik Kelola...
KAI Logistik Kelola 8,7 Juta Ton Angkutan Barang di Semester I 2026
1 jam yang lalu
Transaksi BI-FAST Capai...
Transaksi BI-FAST Capai 1,53 Miliar di Triwulan II 2026, Nilainya Tembus Rp3.777 Triliun
1 jam yang lalu
Pertamina Patra Niaga...
Pertamina Patra Niaga Integrasikan Penanganan Stunting dan Pemberdayaan UMKM
1 jam yang lalu
Heboh Surat Dinas ke...
Heboh Surat Dinas ke AS dengan Keluarga Bocor, Menteri PU: Saya Nggak Jadi Berangkat
1 jam yang lalu
Infografis
Trade Misinvoicing dan...
Trade Misinvoicing dan Upaya Penguatan Integritas Perdagangan Indonesia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved