Rupiah diproyeksi masih melemah
Jum'at, 25 Oktober 2013 - 08:16 WIB
Rupiah diproyeksi masih melemah
A
A
A
Sindonews.com - Laju nilai tukar rupiah terhadap Dolar Amerika Serikat (USD) pada perdagangan akhir pekan ini diprediksi akan sedikit istirahat dengan laju yang tidak terlalu positif.
"Rupiah berada di bawah target resisten Rp11.241. Rentang rupiah akan berada pada kisaran Rp11.338-11.240 merujuk kurs tengah BI," kata Kepala Riset Trust Securities Reza Priyambada, Jumat (25/10/2013).
Reza menjelaskan, laju nilai tukar rupiah pada perdagangan hari Kamis kemarin kembali terkoreksi meski tipis. Pelemahan itu, lanjut dia, terjadi seiring dengan pelemahan sejumlah mata uang Asia pasca merespon negatif sentimen dari China.
"Sentimen tersebut muncul setelah bank sentral China menolak melakukan injeksi pendanaan kepada sistem keuangan China, sehingga membuat penilaian terhadap perekonomian China akan melambat," ujarnya.
Di sisi lain, pelemahan juga terimbas penurunan euro setelah rilis beberapa indeks manufaktur di sejumlah wilayah zona Eropa tumbuh melambat.
Kemarin, posisi nilai tukar rupiah terhadap USD berdasarkan data Bloomberg di level Rp11.150/USD, terdepresiasi 248 poin dibanding penutupan hari sebelumnya di level Rp10.902/USD.
Adapun, posisi rupiah berdasarkan kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) BI pada hari kemarin di level Rp11.268/USD atau melemah 10 poin dibanding hari sebelumnya yang berada di level Rp11.258/USD.
"Rupiah berada di bawah target resisten Rp11.241. Rentang rupiah akan berada pada kisaran Rp11.338-11.240 merujuk kurs tengah BI," kata Kepala Riset Trust Securities Reza Priyambada, Jumat (25/10/2013).
Reza menjelaskan, laju nilai tukar rupiah pada perdagangan hari Kamis kemarin kembali terkoreksi meski tipis. Pelemahan itu, lanjut dia, terjadi seiring dengan pelemahan sejumlah mata uang Asia pasca merespon negatif sentimen dari China.
"Sentimen tersebut muncul setelah bank sentral China menolak melakukan injeksi pendanaan kepada sistem keuangan China, sehingga membuat penilaian terhadap perekonomian China akan melambat," ujarnya.
Di sisi lain, pelemahan juga terimbas penurunan euro setelah rilis beberapa indeks manufaktur di sejumlah wilayah zona Eropa tumbuh melambat.
Kemarin, posisi nilai tukar rupiah terhadap USD berdasarkan data Bloomberg di level Rp11.150/USD, terdepresiasi 248 poin dibanding penutupan hari sebelumnya di level Rp10.902/USD.
Adapun, posisi rupiah berdasarkan kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) BI pada hari kemarin di level Rp11.268/USD atau melemah 10 poin dibanding hari sebelumnya yang berada di level Rp11.258/USD.
(rna)