Ekonomi Inggris Q3 di laju tercepat dalam 3 tahun

Jum'at, 25 Oktober 2013 - 17:53 WIB
Ekonomi Inggris Q3 di...
Ekonomi Inggris Q3 di laju tercepat dalam 3 tahun
A A A
Sindonews.com - Ekonomi Inggris tumbuh di laju tercepat dalam lebih dari tiga tahun pada kuartal ketiga (Q3) 2013, berkat pemulihan di berbagai sektor. Meski demikian, Bank Sentral Inggris (Bank of England/BoE) memperingatkan bahwa pemulihan ekonomi masih luas.

Kantor Statistik Nasional Inggris (ONS) melaporkan produk domestik bruto (PDB) - total nilai barang dan jasa yang diproduksi dalam perekonomian - naik 0,8 persen pada periode Juli-September 2013. Sementara pertumbuhan PDB pada kuartal kedua sebesar 0,7 persen. Ini adalah ekspansi terkuat sejak kuartal kedua 2010, ketika ekonomi tumbuh sebesar 1,0 persen.

ONS menambahkan, PDB tumbuh sebesar 1,5 persen pada kuartal ketiga dibandingkan dengan output pada periode yang sama 2012.

"Output meningkat di empat kelompok industri utama dalam perekonomian di Q3/2013 dibandingkan dengan Q2/2013," kata ONS, seperti dilansir dari AFP, Jumat (25/10/2013).

ONS mencatat output meningkat sebesar 1,4 persen di bidang pertanian, 0,5 persen dalam produksi, 2,5 persen di sektor konstruksi, dan 0,7 persen bidang jasa. "Output di sektor jasa sedikit di atas angka pada Q1/2008, sebelum krisis ekonomi," ujar ONS.

Seorang juru bicara Departemen Keuangan mengatakan, data ini menunjukkan bahwa kerja keras Inggris telah terbayar dan negara ini di jalan menuju kemakmuran.

Meski demikian, Gubernur Bank Sentral Inggris (Bank of England/BoE), Mark Carney memperingatkan bahwa pemulihan sedang mendapatkan traksi dari basis yang rendah. "Apa yang kita lihat adalah laju pertumbuhan di Inggris menuju ujung atas ekonomi, tetapi itu berawal dari dasar yang sangat rendah," ucapnya.

Ekonom Royal Bank of Scotland (RBS), Ross Walker mengatakan, bahwa percepatan pertumbuhan ekonomi Inggris memperkuat arti bahwa pemulihan yang lebih berkelanjutan.

"2013 telah membawa normalisasi dalam data. Berbeda dengan periode sebelumnya antara 2011/12, di mana ada ledakan singkat pertumbuhan, tetapi ekspansi berkelanjutan," terangnya.
(dmd)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Menanti Gebrakan Ekonomi...
Menanti Gebrakan Ekonomi PM Inggris Rishi Sunak
Keuangan Inggris Terburuk...
Keuangan Inggris Terburuk Sejak 1945, Menkeu Baru Rachel Reeves Salahkan Pendahulunya
Ekonomi Inggris di Ambang...
Ekonomi Inggris di Ambang Kolaps, Krisis 1976 Bakal Terulang?
Inggris Masih Resesi,...
Inggris Masih Resesi, Ekonominya Minus 9,6 Persen pada Kuartal III
5 Fakta Resesi Ekonomi...
5 Fakta Resesi Ekonomi Inggris dan Apa Saja Dampaknya
Ekonomi Inggris Jatuh...
Ekonomi Inggris Jatuh ke Dalam Resesi pada Akhir 2023
Berita Terkini
KAI Logistik Kelola...
KAI Logistik Kelola 8,7 Juta Ton Angkutan Barang di Semester I 2026
30 menit yang lalu
Transaksi BI-FAST Capai...
Transaksi BI-FAST Capai 1,53 Miliar di Triwulan II 2026, Nilainya Tembus Rp3.777 Triliun
42 menit yang lalu
Pertamina Patra Niaga...
Pertamina Patra Niaga Integrasikan Penanganan Stunting dan Pemberdayaan UMKM
1 jam yang lalu
Heboh Surat Dinas ke...
Heboh Surat Dinas ke AS dengan Keluarga Bocor, Menteri PU: Saya Nggak Jadi Berangkat
1 jam yang lalu
Pupuk Kaltim Dukung...
Pupuk Kaltim Dukung Pengembangan SDM melalui Olahraga
1 jam yang lalu
Pimpin BGN, Sudaryono...
Pimpin BGN, Sudaryono Lepas Jabatan Wakil Menteri Pertanian
1 jam yang lalu
Infografis
11 Perang Terlama dalam...
11 Perang Terlama dalam Sejarah Manusia, Ada yang hingga 781 Tahun
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved