Pemerintah harus bedakan aturan sertifikasi makanan dan farmasi

Minggu, 27 Oktober 2013 - 17:48 WIB
Pemerintah harus bedakan...
Pemerintah harus bedakan aturan sertifikasi makanan dan farmasi
A A A
Sindonews.com - Ketua Dewan Penasihat Gabungan Pengusaha Farmasi Indonesia, Anthony Charles menilai, sertifikasi halal terhadap produk farmasi tidak perlu dilakukan karena farmasi yang dijual di pasaran sudah melalui uji riset dan izin dari pemerintah.

Menurut dia, produk farmasi sudah melalui uji riset bertahun-tahun serta pengijinan yang sangat panjang. Untuk itu pemerintah juga harus membedakan antara sertifikasi produk makanan dan produk farmasi.

“Ketika dipasarkan sudah mendapat izin dari pihak berwenang, melalui proses evaluasi BPOM, baru dapat nomor registrasi dan kemudian dipasarkan," ujarnya saat dihubungi SINDO, Minggu (27/10/2013).

Selama ini, lanjut dia, masukan ini sudah pernah disampaikan beberapa tahun lalu ketika awal mula RUU Jaminan Produk Halal dibahas. Menurut dia, pemerintah harus memiliki sudut pandang positif terhadap pengusaha farmasi. Karena dipastikan para pengusaha dan produsen akan menaati regulasi dan taat hukum.

“Terlebih dalam menjual produk farmasi yang memang memiliki aturan perizinan yang sangat ketat,” kata dia.

Anthony mengatakan, barang impor seperti makanan dan minuman ketika masuk pasar itu memang harus halal. Saat ini yang dibutuhkan adalah jenis barang atau produk apa saja yang dikatagorikan haram.

Namun, jika obat dikategorikan sebagai produk haram maka saat ini juga BPOM harus melakukan perubahan. Bahkan saat produk farmasi ke negara Timur Tengah dan meminta agar diberi label halal tidak diperlukan. Pasalnya, pemerintah di negara Timur Tengah yakin bahwa produk yang masuk sudah melalui rantai produksi yang terseleksi, sudah diuji, dan aman dikonsumsi.
(gpr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Manfaatkan Potensi Produk...
Manfaatkan Potensi Produk Halal untuk Bangun Ekosistem Industri
2024 Thailand Halal...
2024 Thailand Halal Product Business Matching: Jembatan Pasar Halal Indonesia dan Thailand
Penerbitan Sertifikasi...
Penerbitan Sertifikasi Halal Ribet, Banyak UMKM Bikin Logo Sendiri
Produk Halal Indonesia...
Produk Halal Indonesia Makin Dikenal dan Diminati Dunia
Bisakah RI Merajai Pasar...
Bisakah RI Merajai Pasar Produk Halal Global? Ketika Warganya Doyan Impor
Masih Punya PR, Produk...
Masih Punya PR, Produk Halal Indonesia Kalah Saing dari Negara Lain
Berita Terkini
Cadangan Devisa Indonesia...
Cadangan Devisa Indonesia per Juni 2026 Naik jadi USD145,6 Miliar
26 menit yang lalu
Istana Sebut Tarif Listrik...
Istana Sebut Tarif Listrik Harusnya Naik, tapi Daya Beli Jadi Prioritas
1 jam yang lalu
Harga Emas Lebih Murah,...
Harga Emas Lebih Murah, Hari Ini Turun Rp15 Ribu jadi Rp2.655.000 per Gram
2 jam yang lalu
IHSG Kokoh di Zona Hijau,...
IHSG Kokoh di Zona Hijau, Hari Ini Dibuka Menguat ke 5.933
2 jam yang lalu
Perang Bikin Jalur Suku...
Perang Bikin Jalur Suku Bunga Bank Sentral Terkunci di Level Tertinggi, Era Pinjaman Murah Berakhir
2 jam yang lalu
DANA Catat Pendapatan...
DANA Catat Pendapatan UMKM Alumni SisBerdaya Naik 113%
13 jam yang lalu
Infografis
Bagher Ghalibaf, Negosiator...
Bagher Ghalibaf, Negosiator Iran dan Tangan Kanan Mojtaba yang Mampu Tundukkan AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved