China Telecom Q3 bukukan kenaikan laba bersih 20%

Senin, 28 Oktober 2013 - 12:39 WIB
China Telecom Q3 bukukan...
China Telecom Q3 bukukan kenaikan laba bersih 20%
A A A
Sindonews.com - China Telecom Corp, perusahaan ponsel terbesar ketiga berdasarkan jumlah pengguna, mencatat kenaikan laba bersih melebihi perkiraan analis. Hasil ini berkat meningkatnya pengguna iPhone Apple Inc's, yang membantu meningkatkan penjualan data.

Laba bersih perusahaan berbasis di Beijing itu naik 20 persen menjadi 4,5 miliar yuan (USD740 juta) dalam tiga bulan yang berakhir 30 September (Q3), dari 3,75 miliar yuan tahun sebelumnya. Angka tersebut mengalahkan perkiraan analis yang dilansir dari Bloomberg, Senin (28/10/2013), sebesar 4,41 miliar yuan.

Ketua China Telecom, Wang Xiaochu menjadi salah satu dari dua operator yang merasakan manfaat dari iPhone, bersama China Unicom (Hong Kong) Ltd, di pasar smartphone terbesar di dunia .

Kedua perusahaan mengalahkan perkiraan pendapatan periode berkat peningkatan penggunaan data. Penjualan pada kuartal ketiga naik 12 persen menjadi 80,7 miliar yuan dari 71,96 miliar yuan, membandingkan rata-rata 81 miliar yuan dalam survei Bloomberg.

Pada kuartal ketiga, unit mobile menambah 9.260.000 pengguna 3G, yang membawanya menjadi 87,3 juta konsumen. Total pelanggan nirkabel 174,5 juta pengguna pada akhir kuartal ketiga.

China Telecom berada di belakang China Mobile dan China Unicom pada pengguna nirkabel di negara Asia. China Mobile memiliki 755 juta pelanggan nirkabel. Ssementara China Unicom memiliki 273 juta.

China Mobile pada 21 Oktober mencatat penurunan laba 8,8 persen menjadi 28,4 miliar yuan pada kuartal ini. Sementara China Unicom pada 25 Oktober membukukan laba bersih meningkat 51 persen menjadi 3,06 miliar yuan.
(dmd)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Ekonomi China Pulih,...
Ekonomi China Pulih, Tumbuh 4,9 Persen Kuartal III 2020
Krisis Ekonomi China...
Krisis Ekonomi China Pengaruhi Ekspor Impor Dalam Negeri
Gelombang Covid-19 Kembali...
Gelombang Covid-19 Kembali Hantam Ekonomi Tiongkok
Menteri Keuangan Waspadai...
Menteri Keuangan Waspadai Situasi Kontraksi Ekonomi China
Momen Unik saat Presiden...
Momen Unik saat Presiden Prabowo Bicara Bahasa Tiongkok di Beijing
China Rebound, Bidik...
China Rebound, Bidik Pertumbuhan Ekonomi di Atas 6%
Berita Terkini
Diganjar Rating Negatif...
Diganjar Rating Negatif dari Moody's, Danantara Bilang Begini
9 menit yang lalu
Harga Emas Antam Naik...
Harga Emas Antam Naik Rp11.000 per Gram, Ini Rincian Lengkapnya
42 menit yang lalu
IHSG Pagi Ini Dibuka...
IHSG Pagi Ini Dibuka Hijau Sesaat, Lalu Ambruk Lebih dari 1%
1 jam yang lalu
Dirut BRI Hery Gunardi:...
Dirut BRI Hery Gunardi: Adopsi AI Jadi Kunci Perbankan Pertahankan Nasabah
1 jam yang lalu
Kebijakan Tambang RI...
Kebijakan Tambang RI Berubah-ubah, Investor China Mulai Alihkan Investasi Nikel ke Afrika
2 jam yang lalu
Saatnya Bayar Tagihan...
Saatnya Bayar Tagihan PBB-P2, Ada Diskon 7,5% hingga 31 Juli 2026
3 jam yang lalu
Infografis
Apa Itu Dilema Malaka?...
Apa Itu Dilema Malaka? Strategi AS Cekik Minyak China, Berpotensi Seret Indonesia dalam Konflik
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved