Pemilu beri stimulus investasi infrastruktur

Kamis, 31 Oktober 2013 - 17:29 WIB
Pemilu beri stimulus...
Pemilu beri stimulus investasi infrastruktur
A A A
Sindonews.com - Jelang penyelenggaraan gelaran demokrasi Pemilihan Umum (Pemilu) 2014 dipandang tidak akan menjadi kendala bagi kalangan swasta untuk menggandeng maupun menarik para investor asing untuk menanamkan modalnya di sektor infrastruktur tanah air.

Direktur PT Nusantara Infrastruktur (META) Danni Hasan mengatakan, jelang pelaksanaan pemilu, justru memberi stimulus bagi pihak swasta untuk lebih agresif menggandeng investor asing.

"Swasta ini ingin berperan untuk mendorong perkembangan infrastruktur dari seluruh steakholder. Investor asing cenderung hati-hati dan menunggu, dalam keadaan kurang menguntungkan justru swasta yang bisa masuk, kita tidak terlalu khawatir," ujar Danni di Four Season, Jakarta, Kamis (31/10/2013).

Bila dilihat secara bisnis to bisnis, tegas Dani, antara swasta dan investor asing tidak akan terpengaruh dengan pemilu. "Pemilu bukan problem, lokal harus lebih agresif," pungkas dia.

Dalam kesempatan yang sama, Direktur PT Nusantara Infrastruktur Indonesia John Scott Younger mengatakan, realisasi percepatan pembangunan infrastuktur di Indonesia sudah sangat mendesak mengingat pelaksanaan Asean Economic Community atau pasar ASEAN yang terintegrasi pada 2015 sudah di depan mata, sekaligus mendukung proyek MP3EI.

"Dalam percepatan pembangunan infrastruktur di Indonesia, ini adalah salah satu masalah yang dihadapi oleh semua pemangku kepentingan terkait pembiayaan dan investasi dalam proyek-proyek infrastruktur," kata Scott.

Scott mengatakan, target ILF 2013 akan terfokus pada tantangan menghadapi upaya pemerintah Indonesia dalam mempromosikan polo kerja sama pemerintah dan swasta (KPS) dalam percepatan pembangunan infrastruktur di Indonesia.

Sebagai salah satu alasan pihak swasta memberanikan diri menarik para investor asing masuk ke Indonesia jelang pemilu melihat keterbatasan dana pemerintah untuk proyek-proyek infrastruktur.

Contohnya untuk proyek di bawah Kementerian Pekerjaan Umum sebagai kementerian teknis di sektor infrastruktur, dari total kebutuhan dana Rp110,1 triliun pada 2014, dalam Pagu anggaran APBN 2014 hanya tersedia senilai Rp74,9 triliun. Artinya, terdapat kekurangan dana sebesar Rp35,2 triliun.

"Melihat potensi tersebut, swasta akan lebih agresif menggandeng investor asing masuk ke Indonesia," pungkas Scott.
(gpr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Warga Lebak Banten Protes...
Warga Lebak Banten Protes Pembangunan Jembatan Lambat
Proyek Infrastruktur...
Proyek Infrastruktur Digencarkan dengan Terobosan Pembiayaan
TelkomGroup Berhasil...
TelkomGroup Berhasil Rampungkan Infrastruktur di Sumatra
Pembiayaan Infrastruktur...
Pembiayaan Infrastruktur Turun
Sarana Multi Infrastruktur...
Sarana Multi Infrastruktur Resmikan Fasilitas MCK Untuk Warga Desa Konga, NTT
Tingkatkan Daya Saing...
Tingkatkan Daya Saing Nasional dengan Pembangunan Infrastruktur
Berita Terkini
Perkuat Daya Saing Industri...
Perkuat Daya Saing Industri Wellness dan Beauty Nasional Mendunia, BRI Dukung BWB Expo 2026 di Bali
1 jam yang lalu
Menkeu Purbaya Tegaskan...
Menkeu Purbaya Tegaskan Fiskal Bukan Tumbal Agar Ekonomi RI Tumbuh Cepat
2 jam yang lalu
Bunga Mulai 1,75%! BRI...
Bunga Mulai 1,75%! BRI KPR Hadirkan Solusi Paling Ringan untuk Miliki Rumah Impian
2 jam yang lalu
Danantara Bantah Isu...
Danantara Bantah Isu Pemilik Tabungan Rp3 Miliar Wajib Beli Patriot Bond
2 jam yang lalu
Pertamina Akselerasi...
Pertamina Akselerasi Transisi Energi Melalui Program Dekarbonisasi dan Bisnis Rendah Karbon
3 jam yang lalu
IFG Life Beri Proteksi...
IFG Life Beri Proteksi 10 Ribu Pelari di Ajang Yellow Run 2026
3 jam yang lalu
Infografis
Trump Beri Batas Waktu...
Trump Beri Batas Waktu 100 Hari untuk Akhiri Perang Ukraina-Rusia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved