Cuaca ekstrem, produksi mangga Cirebon turun

Senin, 04 November 2013 - 15:12 WIB
Cuaca ekstrem, produksi...
Cuaca ekstrem, produksi mangga Cirebon turun
A A A
Sindonews.com - Kemarau ekstrem dengan suhu mencapai 37 derajat celcius selama beberapa bulan terakhir menyebabkan produksi mangga gedong gincu di Cirebon menurun drastis hingga sekitar 50 persen.

Ketua Kelompok Tani Ciloa, Desa/Kecamatan Greged, Kabupaten Cirebon, Idris menyebutkan, pada situasi cuaca kondusif produksi mangga dari pohon berusia 12 tahun mencapai 6 ton/hektar. Namun, akibat kemarau ekstrem kini produksi maksimal hanya 3 ton/hektar atau turun sekitar 50 persen.

"Suhu yang baik untuk produksi mangga gedong gincu berkisar 35-36 derajat celcius," kata dia, Senin (4/11/2013).

Di atas suhu tersebut, petani mangga praktis kesulitan melakukan rekayasa pengobatan agar bunga mangga tidak rontok. Sementara di musim penghujan dengan suhu dingin, lanjut dia, petani masih dapat melakukan penyemprotan rutin.

Dia mengungkapkan, sejak tiga tahun belakangan petani mangga gedong gincu di Kabupaten Cirebon mengalami penurunan produksi akibat cuaca tak menentu. Apalagi, situasi tersebut terjadi baik saat musim hujan maupun kemarau.

Kondisi itu pun berdampak pada harga jual mangga di tingkat petani yang naik hampir 40 persen dari harga normal. Dia menyebutkan, maksimal harga gedong gincu di tingkat petani sebelumnya Rp15.000/kg, namun kini Rp25.000/kg.

Dia pun berharap pemerintah memberikan solusi kepada para petani untuk mengatasi masalah produksi yang terkena dampak kemarau ekstrem. Salah satunya dengan menyediakan obat semprot yang berfungsi sebagai perekat bunga agar tidak rontok saat suhu tinggi.

"Kami masih kesulitan mendapat obat semprot yang cocok untuk menurunkan suhu tanaman, agar produksi mangga tidak terlalu terpengaruh suhu tinggi," ujar dia.

Produksi yang buruk juga membuat salah seorang eksportir yang juga petani mangga gedong gincu di Kabupaten Cirebon, Sahril Sidik tak mengekspor mangga seperti biasanya. Kondisi itu bahkan telah berlangsung dalam dua tahun terakhir ini.

Sahril sendiri rata-rata mengekspor 1.000-3.000 ton/tahun. "Produksi mangga gedong gincu dua tahun ini memang turun, selain cuaca ekstrem juga karena hama. Jadi kami tak bisa ekspor," beber dia.
(gpr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Ini 5 Manfaat Makan...
Ini 5 Manfaat Makan Banyak Buah dan Sayuran Berwarna Hijau
Buavita Gelar Kampanye...
Buavita Gelar Kampanye AyoMinumBuah
Anak Anda Enggak Doyan...
Anak Anda Enggak Doyan Sayuran? Jangan Khawatir, Cobalah Tips Berikut Ini
Puluhan Tahun Hanya...
Puluhan Tahun Hanya Makan Buah dan Sayur, Influencer Vegan Meninggal karena Kelaparan
10 Buah dan Sayuran...
10 Buah dan Sayuran Rendah Gula, Baik untuk Penderita Diabetes
Aseibssindo Minta Pemerintah...
Aseibssindo Minta Pemerintah Tetapkan Kebijakan Relaksasi Impor Produk Buah dan Sayur
Berita Terkini
Tren Mobilitas Ramah...
Tren Mobilitas Ramah Lingkungan Meningkat, Pembiayaan Kendaraan Listrik MUF Melesat
4 jam yang lalu
Rupiah Amburadul Rp18...
Rupiah Amburadul Rp18 Ribu, Produk Rumah Tangga Unilever Bakal Naik Harga di Kuartal II 2026
4 jam yang lalu
Rupiah Terkapar, Dampaknya...
Rupiah Terkapar, Dampaknya Mulai Terasa ke Sektor Industri Nasional
4 jam yang lalu
PLN EPI, PLN Puslitbang...
PLN EPI, PLN Puslitbang dan ITERA Kolaborasi Kembangkan Tanaman Energi
6 jam yang lalu
Pelindo Sinergi Lokaseva...
Pelindo Sinergi Lokaseva Catat Kinerja Operasional Positif di Awal 2026
6 jam yang lalu
BRI Life Ungkap Peran...
BRI Life Ungkap Peran Mitra Stategis Selama 4 Dekade
6 jam yang lalu
Infografis
7 Alasan Gen Z Nepal...
7 Alasan Gen Z Nepal Turun ke Jalan, Paksa PM KP Sharma Mundur
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved