Rupiah berpotensi terdepresiasi

Rabu, 06 November 2013 - 08:51 WIB
Rupiah berpotensi terdepresiasi
Rupiah berpotensi terdepresiasi
A A A
Sindonews.com - Kepala Riset Trust Securities Reza Priyambada memperkirakan, laju nilai tukar rupiah masih akan tertekan kuatnya laju dolar Amerika Serikat (USD) yang didorong penguatan data Manufaktur AS yang melebihi estimasi.

"Adanya rilis indeks manufaktur AS yang di atas estimasi membuat laju nilai tukar kurs AS masih menunjukkan kenaikan, sehingga makin menekan laju nilai tukar rupiah yang masih memperpanjang pelemahannya," kata Reza, Rabu (6/11/2013).

Bila menilik pertumbuhan ISM Services bulan Oktober di level 55,4, memang tergolong kian positif bila dibanding data bulan September yang berada di level 54,4. Menurut Reza, dengan penguatan data ekonomi tersebut, peluang The Fed untuk mempercepat tapering off akan menjadi semakin besar dan membuat posisi USD menjadi semakin kuat.

"USD bergerak naik dengan semakin gencarnya spekulasi tapering off akan dipercepat. Di sisi lain, imbas dari rilis kembali defisitnya neraca perdagangan Indonesia masih mewarnai laju pelemahan rupiah," pungkas dia.

Bila melihat kondisi di atas, maka pelemahan rupiah terhadap USD tampaknya memang tak mungkin terelakkan. "Rupiah makin menjauhi target support Rp11.389. Rentang rupiah berada pada kisaran Rp11.415-11.362 mengacu kurs tengah BI," tutup Reza.

Posisi nilai tukar rupiah terhadap USD berdasarkan data Bloomberg pada Senin (5/11/2013) ditutup di level Rp11.356/USD. Posisi itu terdepresiasi 21 poin dibanding penutupan perdagangan akhir pekan lalu di level Rp11.335/USD.

Adapun, posisi rupiah berdasarkan kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) BI pada awal pekan ini berada di level Rp11.389/USD atau melemah 35 poin dibanding akhir pekan lalu di level Rp11.354/USD.
(rna)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Rupiah Ditutup Melemah...
Rupiah Ditutup Melemah ke Rp17.409 per Dolar AS
Rupiah Terlemah Sepanjang...
Rupiah Terlemah Sepanjang Sejarah
Rupiah Ditutup Melemah...
Rupiah Ditutup Melemah ke Level Rp15.526
Wacana Lama Hidup Lagi,...
Wacana Lama Hidup Lagi, Ini Dua Sisi Pentingnya Redenominasi Rupiah
Bikin Gaduh Karena Keliru...
Bikin Gaduh Karena Keliru Tampilkan Kurs Rupiah, Pengamat: Google Harus Tanggung Jawab!
Google Keliru Tampilkan...
Google Keliru Tampilkan Kurs Rupiah, Pengamat: Timbulkan Kegaduhan!
Berita Terkini
Bahlil Ungkap Penyebab...
Bahlil Ungkap Penyebab Pemadaman Listrik di Sejumlah Daerah, Janji Pulih Cepat
6 jam yang lalu
Indodax Diapresiasi...
Indodax Diapresiasi Atas Edukasi dan Pengembangan Pasar Aset Kripto
6 jam yang lalu
Harga Pertamax Naik...
Harga Pertamax Naik Rp16.250, Bahlil: Sudah Diperhitungkan Secara Bijak
7 jam yang lalu
Lewat Program Pondasi,...
Lewat Program Pondasi, Brahma Binabakti Renovasi Rumah Tak Layak di Muaro Jambi
7 jam yang lalu
Harga Pertamax Naik...
Harga Pertamax Naik Jadi Rp16.250, Bos Pertamina: Telah Mempertimbangkan Daya Beli Masyarakat
7 jam yang lalu
Janji Manis Ledakan...
Janji Manis Ledakan Ekonomi Piala Dunia 2026, Awas! Tensi Geopolitik Bisa Bikin Zonk
8 jam yang lalu
Infografis
Wilayah Pesisir yang...
Wilayah Pesisir yang Berpotensi Dilanda Banjir Rob hingga 21 Juni
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved