BPS: Ekonomi RI kuartal III/2013 melambat
Rabu, 06 November 2013 - 12:19 WIB
BPS: Ekonomi RI kuartal III/2013 melambat
A
A
A
Sindonews.com - Badan Pusat Statistik (BPS) Indonesia mencatatkan adanya tren perlambatan pada laju pertumbuhan ekonomi Indonesia yang digambarkan oleh perkembangan produk domestik bruto (PDB) atas dasar harga konstan 2000 pada kuartal III/2013.
"PDB kuartal III/2013 bila dibandingkan dengan kuartal yang sama tahun 2012 tumbuh sekitar 5,62 persen. Kenaikan ini terutama dipengaruhi oleh kenaikan sektor pengangkutan dan komunikasi yang tumbuh 10,46 persen," kata Kepala BPS Suryamin di Kantor BPS, Jakarta, Rabu (6/11/2013).
Pertumbuhan PDB berdasarkan sektor ekonomi secara kuartal, sektor pertanian, peternakan, kehutanan dan perikanan mencatat pertumbuhan tertinggi sebesar 6,16 persen. Sedangkan konstruksi 3,35 persen dan pengakutan dan komunikasi 3,28 persen.
Sementara secara tahunan, sektor pengangkutan dan komunikasi memberi kontribusi tertinggi mencapai 10,46 persen. Sedangkan sektor keuangan, real estate dan jasa perusahaan sekitar 8,09 persen dan konstruksi 6,24 persen.
Pertumbuhan ini terbilang jauh lebih lambat bila dibanding laju pertumbuhan PDB periode kuartal III/2012 berbanding kuartal III tahun 2011 yang pertumbuhannya mencapai 6,17 persen.
Dia menjelaskan, penyebab pertumbuhan ekonomi kuartal II ini lantaran pada Juni terjadi nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (USD) dan BI rate yang naik 7,25 persen.
"PDB kuartal III/2013 bila dibandingkan dengan kuartal yang sama tahun 2012 tumbuh sekitar 5,62 persen. Kenaikan ini terutama dipengaruhi oleh kenaikan sektor pengangkutan dan komunikasi yang tumbuh 10,46 persen," kata Kepala BPS Suryamin di Kantor BPS, Jakarta, Rabu (6/11/2013).
Pertumbuhan PDB berdasarkan sektor ekonomi secara kuartal, sektor pertanian, peternakan, kehutanan dan perikanan mencatat pertumbuhan tertinggi sebesar 6,16 persen. Sedangkan konstruksi 3,35 persen dan pengakutan dan komunikasi 3,28 persen.
Sementara secara tahunan, sektor pengangkutan dan komunikasi memberi kontribusi tertinggi mencapai 10,46 persen. Sedangkan sektor keuangan, real estate dan jasa perusahaan sekitar 8,09 persen dan konstruksi 6,24 persen.
Pertumbuhan ini terbilang jauh lebih lambat bila dibanding laju pertumbuhan PDB periode kuartal III/2012 berbanding kuartal III tahun 2011 yang pertumbuhannya mencapai 6,17 persen.
Dia menjelaskan, penyebab pertumbuhan ekonomi kuartal II ini lantaran pada Juni terjadi nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (USD) dan BI rate yang naik 7,25 persen.
(rna)
Lihat Juga :