Principal kartu kredit lokal picu gagal bayar

Rabu, 06 November 2013 - 16:56 WIB
Principal kartu kredit...
Principal kartu kredit lokal picu gagal bayar
A A A
Sindonews.com - Langkah perbankan nasional untuk mendirikan principal kartu kredit dinilai berpeluang menimbulkan gagal bayar di tingkat pengguna konsumtif.

Pengamat Ekonomi Unhas, Iswanto Anwar mengatakan, secara prinsip pihaknya mengapresiasi kebijakan tersebut. Sebab dengan principal kartu kredit local, akan berimbas pada penurunan fee atau royalty yang murah karena tidak harus melalui jasa penghubung asing (luar negeri) seperti Visa dan MasterCard.

Hanya saja, dapat dipastikan hal tersebut berimplikasi pada perbankan yang akan semakin menggencarkan promosi kartu kredit yang memicu daya tarik nasabah.

"Logikanya akan lebih murah. Kalau penggunaannya untuk produktif bermanfaat. Tapi kalau konsumtif, itu yang akan memicu gagal bayar," ungkapnya, Rabu (6/11/2013).

Karena itu, dia berharap Bank Indonesia (BI) menyiapkan aturan main yang jelas. Principal lokal juga wajib memiliki infrstruktur berkualitas dan berlaku adil terhadap semua penerbit kartu kredit.

Rencananya 2014 mendatang, perbankan Indonesia bakal menjadi tuan rumah di negeri sendiri dalam sistem pembayaran kartu kredit. Principal kartu kredit merupakan lembaga yang menjalankan pembayaran, sekaligus memiliki jaringan kartu kredit.

Jika tak ada aral melintang, Indonesia akan memiliki principal lokal kartu kredit, menyusul Singapura dan Malaysia. Adapun perbankan yang sedang menggodok pendirian principal adalah BCA dan Bank Mandiri.

Berdasarkan data BI peluang dan potensi pasar kartu kredit memang besar. Ini terlihat dari nilai transaksi kartu kredit per tahunnya secara nasional mencapai Rp180 triliun. Dari total transaksi ini, sekitar 90 persen transaksi didominasi domestik.

Kepala Divisi Assessment, Ekonomi, dan Keuangan BI Wilayah I Sulampua, Noor Yudanto mengatakan, BI memang terus mendorong perbankan lokal untuk membentuk principal lokal. Dengaan kehadiran principal lokal, akan memberi keuntungan bagi nasabah, dimana biaya transaksi yang lebih murah.

"Kalau memakai jasa penghubung luar negeri ada semacam fee atau royalti yang dibayar dalam bentuk valuta asing (valas). Nah, kalau lokal tentu biayanya lebih murah, karena fee-nya lebih murah," jelasnya.

Meski begitu, lanjut Noor, pendirian prinsipal lokal juga harus melihat kemampuan sistem perbankan yang bersangkutan seperti jaringan yang kuat.

"Karena itu, lebih baik lagi jika principal dilakukan secara bersama. Bank yang satu menggandeng bank lain untuk kerja sama," ujarnya.
(gpr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Ini 5 Cara Bijak Gunakan...
Ini 5 Cara Bijak Gunakan Kartu Kredit, Banyak Manfaatnya
Inilah 5 Tips Kartu...
Inilah 5 Tips Kartu Kredit Aman dari Penipuan Carding, Kenali dan Pahami
Kenali Bentuk Penipuan...
Kenali Bentuk Penipuan Kartu Kredit di Bisnis Online
Bunga Kartu Kredit Turun...
Bunga Kartu Kredit Turun 2% Per Mei, Ekonom: Harapannya Konsumsi Naik
Kemudahan untuk Pengguna...
Kemudahan untuk Pengguna Kartu Kredit, Bebas Biaya Admin hingga Rp9,2 Miliar
Intip Promo Kartu Kredit...
Intip Promo Kartu Kredit MNC Bank, Ada Hadiah Miliaran Rupiah
Berita Terkini
Implementasi PP TUNAS...
Implementasi PP TUNAS Harus Bisa Jaga Daya Saing Generasi Muda di Ekonomi Digital
4 jam yang lalu
Bank Sentral China Borong...
Bank Sentral China Borong Emas 19 Bulan Berturut-turut, Ada Apa?
4 jam yang lalu
BKI dan ASDP Perkuat...
BKI dan ASDP Perkuat Sinergi Keselamatan Kerja Melalui Audit SMK3
4 jam yang lalu
Silmy Karim Dicopot...
Silmy Karim Dicopot dari Komisaris Telkom usai Tersangka KPK
5 jam yang lalu
DPR Ingatkan Potensi...
DPR Ingatkan Potensi Moral Hazard Penambahan Layer Rokok Ilegal
5 jam yang lalu
Merger BUMN Karya Mundur...
Merger BUMN Karya Mundur ke Kuartal IV-2026, BP BUMN Ungkap Alasannya
5 jam yang lalu
Infografis
26 Miliarder Gagal Cegah...
26 Miliarder Gagal Cegah Zohran Mamdani Jadi Wali Kota Muslim New York
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved