Rupiah berpotensi tahan laju pelemahan
Kamis, 07 November 2013 - 08:36 WIB
Rupiah berpotensi tahan laju pelemahan
A
A
A
Sindonews.com - Laju rupiah tampak mencari celah untuk menahan laju penurunannya memanfaatkan berita positif masih tetap tumbuhnya ekonomi dan tingginya permintaan obligasi dalam negeri meskipun juga diwarnai penguatan atas dolar Amerika (USD).
"Rupiah hampir mendekati target support Rp11.415. Rentang rupiah berada pada kisaran Rp11.436-11.395 per USD mengacu kurs tengah BI," kata Kepala Riset Trust Securities Reza Priyambada, Kamis (7/11/2013).
Adanya rilis pertumbuhan GDP Indonesia yang melambat turut direspon negatif meski tidak sedalam sebelumnya karena masih sesuai dengan estimasi akan terjadinya perlambatan.
Di sisi lain, pelemahan rupiah juga terlihat terbatas setelah dilaporkan terjadinya peningkatan permintaan terhadap obligasi dalam negeri oleh bank asing.
Sementara itu, rilis ISM Non manufacturing dan Redbook AS yang mengalami pertumbuhan positif menjadi batu sandungan bagi Rupiah yang kian memperpanjang pelemahannya. Adanya rilis data-data positif AS tersebut semakin memperkuat spekulasi tapering off stimulasi The Fed akan dipercepat.
Kemarin, posisi nilai tukar rupiah terhadap USD berdasarkan data Bloomberg di level 11.410/USD atau terdepresiasi 54 poin dibanding posisi rupiah pada penutupan Senin (4/11/2013) yang berada di level Rp11.356/USD.
Sementara posisi rupiah berdasarkan kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) BI pada hari kemarin berada di level Rp11.414/USD atau susut 25 poin dibanding awal pekan di level Rp11.389/USD.
"Rupiah hampir mendekati target support Rp11.415. Rentang rupiah berada pada kisaran Rp11.436-11.395 per USD mengacu kurs tengah BI," kata Kepala Riset Trust Securities Reza Priyambada, Kamis (7/11/2013).
Adanya rilis pertumbuhan GDP Indonesia yang melambat turut direspon negatif meski tidak sedalam sebelumnya karena masih sesuai dengan estimasi akan terjadinya perlambatan.
Di sisi lain, pelemahan rupiah juga terlihat terbatas setelah dilaporkan terjadinya peningkatan permintaan terhadap obligasi dalam negeri oleh bank asing.
Sementara itu, rilis ISM Non manufacturing dan Redbook AS yang mengalami pertumbuhan positif menjadi batu sandungan bagi Rupiah yang kian memperpanjang pelemahannya. Adanya rilis data-data positif AS tersebut semakin memperkuat spekulasi tapering off stimulasi The Fed akan dipercepat.
Kemarin, posisi nilai tukar rupiah terhadap USD berdasarkan data Bloomberg di level 11.410/USD atau terdepresiasi 54 poin dibanding posisi rupiah pada penutupan Senin (4/11/2013) yang berada di level Rp11.356/USD.
Sementara posisi rupiah berdasarkan kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) BI pada hari kemarin berada di level Rp11.414/USD atau susut 25 poin dibanding awal pekan di level Rp11.389/USD.
(rna)